Nasional
Share this on:

Waspadai Penyebaran Wabah Virus Cacar Monyet

  • Waspadai Penyebaran Wabah Virus Cacar Monyet
  • Waspadai Penyebaran Wabah Virus Cacar Monyet

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta, masyarakat mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Menurut pihkanya, virus ini dalam beberapa kasus bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata.

Kasus cacar monyet telah ditemukan di negara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Anung Sugihantono mengimbau, masyarakat Indonesia untuk tidak terlalu panik akan virus wabah tersebut.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran kepada semua Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan penjagaan secara preventif di setiap pintu masuk negara. Insya Allah, tidak akan jadi wabah di Indonesia," kata Anung, Selasa (14/5) kemarin.

Untuk mencegah wabah tersebut, Anung mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun. Kemudian, hindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

"Masyarakat juga perlu meng hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi. Kemudian, hindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging hewan liar hasil buruan," tuturnya.

Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan imbauan, kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura, Jumat (9/5) lalu.

Imbauan Kemenlu tersebut, diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel pada Senin (13/5). WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.

WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. "Serta tidak mengonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular," demikian keterangan Kemenlu RI.

"WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan," imbau Kemenkes.

Sementara itu, pemerintah Kota Batam sebagai daerah yang dekat dengan Singapura juga telah memperketat, pengawasan di pelabuhan untuk mengantisipasi penularan virus cacar monyet. "Kami menyiagakan alat pendeteksi suhu tubuh di pelabuhan. Dengan alat itu, suhu tubuh setiap warga negara Indonesia dan asing yang baru memasuki wilayah Batam akan dipindai," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusumarjadi.

Dapat diketahui, kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang diduga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura pada 28 April 2019. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.

Kementerian Kesehatan Singapura dalam laman resminya menyatakan, cacar monyet merupakan penyakit langka yang utamanya ditularkan dari hewan ke manusia. Orang yang terinfeksi biasanya mengalami ruam kulit, demam, sakit kepala, sakit punggung, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Penyakit ini biasanya sembuh sendiri. Berdasarkan banyak kasus, sebagian besar pasien sembuh dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan. "Namun, virus ini juga dapat menyebabkan pneunomia, radang otak, dan infeksi mata dengan hilangnya penglihatan," demikian keterangan Ke menterian Kesehatan Singapura saat mengumumkan temuan kasus cacar monyet, tengah pekan lalu.

Tingkat kematian akibat virus tersebut dilaporkan sebesar satu persen hingga 10 persen. Sebagian besar kematian terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Cek HP Anda, Jika Tak Ingin Aksesnya Diblokir Agustus Nanti

Cek HP Anda, Jika Tak Ingin Aksesnya Diblokir Agustus Nanti

Penyebaran smartphone pasar gelap (black market) di Pasar Indonesia makin menjadi-jadi.


Ini Dua Penyebab Wabah Hepatitis A Meluas di Pacitan

Ini Dua Penyebab Wabah Hepatitis A Meluas di Pacitan

Kemenkes mencatat 957 orang terdiagonsa mengalami hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur hingga, Minggu (30/6) lalu.


Petani Diminta Waspadai Ancaman Kekeringan

Petani Diminta Waspadai Ancaman Kekeringan

IPB meminta petani khususnya petani padi agar mewaspadai ancaman kekeringan yang terjadi di musim kemarau tahun ini.


Soal Ulin Yusron, Integritas Polri Kembali Diuji

Soal Ulin Yusron, Integritas Polri Kembali Diuji

Kasus penyebaran data pribadi yang dilakukan aktivis Ulin Yusron bisa menjadi parameter penegakan hukum Polri.


 Medsos Tempat Favorit Penyebaran Hoax

Medsos Tempat Favorit Penyebaran Hoax

Polri mendeteksi bahwa penyebaran hoak mulai mengalami penurunan hingga 25 persen.


Mulai Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

Mulai Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau sudah terjadi di bulan April.


Bebas, Jonru Belum Pasti Ikut Reuni 212

Bebas, Jonru Belum Pasti Ikut Reuni 212

Terpidana kasus penyebaran ujaran kebencian (hate speech) Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting menghirup udara bebas kemarin (23/11).


Ibu-ibu Dominasi Penyebaran Hoax

Ibu-ibu Dominasi Penyebaran Hoax

Penyebaran hoax di Indonesia kian mengkhawatirkan. Yang terbaru, hoax penculikan anak yang membuat Polri bergerak cepat menangkap penyebarnya.


Waspadai Bencana Gunung Meletus saat Mudik

Waspadai Bencana Gunung Meletus saat Mudik

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta semua pihak mewaspadai ancaman bencana geologi pada periode mudik nanti.


Dieksekusi ke Sukamiskin, Waspadai Jika Setnov Ajukan PK

Dieksekusi ke Sukamiskin, Waspadai Jika Setnov Ajukan PK

Mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mulai menjalani masa pemidanaan, kemarin (4/5).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!