Nasional
Share this on:

Wow... Ada Dugaan Permainan “Garansi” di Kasus Setnov

  • Wow... Ada Dugaan Permainan “Garansi” di Kasus Setnov
  • Wow... Ada Dugaan Permainan “Garansi” di Kasus Setnov

JAKARTA - Janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) Setya Novanto (Setnov) belum terwujud sampai sekarang. Padahal, vonis perkara pokok Setnov dalam skandal rasuah kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sudah hampir tiga bulan berlalu.

Lambatnya penanganan perkara TPPU Setnov dianggap sebagai kemunduran. Sebab, saat tuntutan perkara e-KTP, jaksa KPK mendalilkan bahwa perkara Setnov serasa TPPU. Itu seiring aliran uang e-KTP kepada Setnov yang melintasi beberapa negara. Artinya, TPPU itu kuat mengarah pada Setnov.

Sumber internal KPK menyatakan, penanganan perkara TPPU Setnov bergantung pada pimpinan. Sebab, pimpinan lah yang bisa mendorong para penyidik untuk segera membuka perkara TPPU tersebut. ”Tagih saja janjinya (pimpinan KPK soal TPPU Setnov),” ujar sumber tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPK Agus Rahardjo memang tidak memberikan jawaban soal kapan Setnov dijerat undang-undang TPPU sebagaimana dia sampaikan sebelumnya. Dia tidak membalas pertanyaan Jawa Pos yang dikirim melalui pesan singkat, kemarin.

Terkait sikap pimpinan tersebut, sumber itu mengungkapkan memang muncul indikasi penanganan perkara TPPU Setnov tidak dinaikan ke penyidikan. Setidaknya, sampai satuan tugas (satgas) yang menangani kasus e-KTP, kembali dalam formasi semula. Yakni, dengan Novel Baswedan sebagai pimpinannya.

”Ini penting, karena bisa jadi itu (Setnov tidak dikenakan TPPU) adalah garansi,” ungkap sumber tersebut.

Garansi yang dimaksud adalah berkaitan dengan indikasi tawar menawar proses hukum Setnov di KPK. ”Ada garansi istri sama anaknya nggak kena (jadi tersangka) dan garansi TPPU-nya nggak akan dikenain.”

Sebagaimana diketahui, Setnov divonis hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 500 juta serta uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar. Baik KPK maupun Setnov tidak mengajukan banding atas putusan tersebut. Sehingga, KPK pun langsung mengesekusi pidana Setnov ke Lapas Sukamiskin. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

KPU Belum Putuskan Pilkada Ulang
KPU Belum Putuskan Pilkada Ulang

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rutan Kontainer Khusus Teroris Selesai Dibangun Akhir Tahun

Rutan Kontainer Khusus Teroris Selesai Dibangun Akhir Tahun

Polri bekerja cepat untuk membangun rumah tahanan (Rutan) khusus kasus terorisme.


Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka

Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka

Kasus video porno yang melibatkan Ariel NOAH, Luna Maya, dan Cut Tary kembali mencuat.


Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Partai Gerakan Indonesia Raya menyebut sudah ada langkah maju dari pembicaraan koalisi bersama dengan Partai Demokrat, PAN dan PKS.


Soal Pencucian Uang, Kejar Keterlibatan Petugas Lapas

Soal Pencucian Uang, Kejar Keterlibatan Petugas Lapas

Kasus pencucian uangsindikat bandar narkoba kelas kakap yang baru diungkap BNN menjadi pintu masuk untuk mengejar keterlibatan petugas lapas.


Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau kasus penggerebekan 116 WNI di Arab Saudi.


Bawaslu Temukan 199 Bacaleg Mantan Koruptor

Bawaslu Temukan 199 Bacaleg Mantan Koruptor

Aturan yang melarang mantan napi kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) sudah dibuat.


Menkumham: Lima Kali Copot Kalapas Sukamiskin

Menkumham: Lima Kali Copot Kalapas Sukamiskin

OTT Kalapas Sukamiskin Wahid Husein membuat Menkumham Yasonna Laoly mengakui ada masalah integritas yang kronis di Lapas.


Cegah Permainan, Soal Uji Akademik Akpol Diacak

Cegah Permainan, Soal Uji Akademik Akpol Diacak

Seleksi penerimaan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2018 hampir mencapai puncak.


Boediono: Penghapusan Hutang BLBI Berdasarkan Sistem

Boediono: Penghapusan Hutang BLBI Berdasarkan Sistem

Sidang dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali digelar kemarin di Pengadilan Tipikor, Jakarta kemarin (19/7).


Sehari Dua Kapal Terbalik, Delapan Tewas

Sehari Dua Kapal Terbalik, Delapan Tewas

Laut selatan Jawa sedang bergolak. Dalam sehari, ada dua kapal yang terbalik dihempas ombak kemarin (19/7).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!