Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

11 Kawasan di Kota Tegal Masih Kumuh

  • 11 Kawasan di Kota Tegal Masih Kumuh
  • 11 Kawasan di Kota Tegal Masih Kumuh

MENJELASKAN - Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Siti Halamah memberikan penjelasan di Gedung C Kampus Politeknik Harapan Bersama, kemarin. (meiwan dani r/radar tegal)

TEGAL - Untuk mengurangi kawasan kumuh yang ada di Kota Tegal perlu adanya pemicuan. Karena hampir semua kecamatan memilki kelurahan kumuh yang tidak layak huni. Hal itu disebabkan ketidakteraturan bangunan dengan tingkat kepadatan tinggi dan kualitas bangunan yang tidak baik. Kemudian sarana dan prasarana yang tidak mememuhi syarat.

Anggota Dewan Riset Daerah Kota Tegal Ahmad Jafar menyampaikan, tahun 2019 Kota Tegal harus sudah nol persen dari kawasan kumuh. Apabila pemukiman kumuh tersebut dapat diatasi maka secara langsung berimplikasi pada kesehatan masyarakat.

Karena Kota Tegal memilki 11 kawasan kumuh yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Margadana ada di Kelurahan Pesurungan Lor seluas (15 ha), Kecamatan Tegal Timur terdapat Kelurahan Kejambon (23 ha), Mangkukusuman (11 ha), Mintaragen (21,28 ha) dan Panggung (36,41 ha) dan Kecamatan Tegal Barat meliputi Kelurahan Muarareja dengan luas (15,01 ha), Kraton (14 ha), Kemandungan (7 ha), Tegalsari (31,43 ha), Debong Lor (5 ha) dan Pesurungan Kidul (12 ha).

Sedangkan untuk kategori kawasan kumuh dapat dinilai dari tujuh indikator yakni kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi drainase lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi pengolahan limbah, kondisi pengolahan sampah dan kondisi pengamanan kebakaran serta ruang terbuka hijau (RTH).

“Tahun 2017, kami mencatat ada 11 Kelurahan tergolong kumuh yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Margadana, Tegal Timur dan Tegal Barat,” kata Ahmad Jafar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indaswari yang diwakili Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Siti Halamah mengungkapkan, bentuk kegiatan penyehatan lingkungan untuk mengurangi pemukiman kumuh yaitu dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Karena STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higienes dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Sedangkan STBM terdiri dari lima pilar. Yaitu stop buang air besar (BAB) sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Untuk pilar 1-3 untuk mendorong pemicuan sedangkan 4-5 lebih ke pendampingan.

“Bentuk kegiatannya seperti membudayakan perilaku BAB sehat, membudayakan cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun secara berkelanjutan, membudayakan perilaku pengolahan air minum dan makanan yang aman dan bersih dan sebagainya”, ungkap Siti Halamah. (mei/ela/zul)


Berita Sejenis

Koleksi Buku Arpusda Diperiksa

Koleksi Buku Arpusda Diperiksa

Memasuki akhir tahun 2018, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Mr. Besar Martokoesumo Kota Tegal kembali menggelar Stock Opname.


Gaya Hidup Dominasi Penyebab Penyakit Tidak Menular

Gaya Hidup Dominasi Penyebab Penyakit Tidak Menular

Dinas Kesehatan Kota Tegal mencatat, pola dan gaya hidup kurang sehat terbukti memicu melonjaknya dominasi temuan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM).


Pemkot Tegal Serahkan Santunan Rp619, 5 Juta untuk Jasa Tenaga Keagamaan

Pemkot Tegal Serahkan Santunan Rp619, 5 Juta untuk Jasa Tenaga Keagamaan

Ratusan jasa tenaga keagamaan menerima santunan dari Pemerintah Kota Tegal. Penyerahan dilakukan secara simbolis Wali Kota Tegal Nursholeh, Senin (3/12).


2019, Pantai Alam Indah (PAI) Akan Dipercantik Lagi Rp1,87 Miliar

2019, Pantai Alam Indah (PAI) Akan Dipercantik Lagi Rp1,87 Miliar

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal menegaskan Kementerian Pariwisata sudah menyiapkan anggaran Rp1,87 miliar untuk Obyek Wisata PAI.


Nursholeh Tegasi SKPD Tindaklanjuti Hasil Monitoring

Nursholeh Tegasi SKPD Tindaklanjuti Hasil Monitoring

Monitoring wajah kota wali kota tegal bersama forkompinda kembali dilaksanakan di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Jumat (23/11) pagi.


Banyak Dikeluhkan Peserta, Rujukan Online Berjenjang Dievaluasi

Banyak Dikeluhkan Peserta, Rujukan Online Berjenjang Dievaluasi

BPJS Kesehatan Cabang Kota Tegal, menggelar evaluasi terkait munculnya sejumlah permasalahan terkait rujukan online berjenjang.


Belajar soal Retribusi Pasar, DPRD Purwakarta Sambangi Pemkot Tegal

Belajar soal Retribusi Pasar, DPRD Purwakarta Sambangi Pemkot Tegal

Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Purwakarta mendatangi Pemkot Tegal, Kamis (11/10) siang.


40 Pejabat Fungsional Tertentu di Kota Tegal Dilantik

40 Pejabat Fungsional Tertentu di Kota Tegal Dilantik

Sejumlah Pagawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, dilantik menjadi Pegawai Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Selasa (9/10) siang.


Musim Hujan di Kota Tegal Diprediksi Mulai November

Musim Hujan di Kota Tegal Diprediksi Mulai November

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tegal memperkirakan musim hujan di Kota Tegal akan mulai terjadi pada akhir November mendatang.


Sembilan Pedagang Diperingatkan

Sembilan Pedagang Diperingatkan

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal menyatakan, kembali melayangkan surat peringatan dan teguran kepada sembilan pedagang penyewa kios di Blok A Pasar



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!