Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

63 Hektare Sawah Puso, Stok Beras Tetap Aman

  • 63 Hektare Sawah Puso, Stok Beras Tetap Aman
  • 63 Hektare Sawah Puso, Stok Beras Tetap Aman

ANGKUT BERAS – Pekerja mengangkut beras untuk salah satu kios di Kota Tegal, Senin (5/3) lalu. (k. anam syahmadani/radar tegal)

TEGAL - Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKP3) menyebut 160 hektare sawah di Kota Tegal terendam banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Di mana, 63 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen.

Kendati demikian, DKP3 menilai hal tersebut tidak mempengaruhi persediaan atau stok beras untuk Kota Bahari. “Sebab, kebutuhan beras di Kota Tegal ditopang dari daerah sekitar seperti Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes,” kata Kepala DKP3 Noor Fuady melalui Kepala Bidang Pertanian dan Pangan Agoes Marka Putra, kemarin.

Sawah yang terendam di Kecamatan Margadana, menurutnya, seluas 133 hektare, Kecamatan Tegal Selatan 18 hektare, dan Kecamatan Tegal Barat 9 hektare. Varietas padi yang terendam adalah ciherang, yang berumur mulai dari 35 sampai 90 hari setelah tanam.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Suhito menaksir, apabila dihitung dari harga sekarang, kerugian petani mencapai 1,7 miliar. “Apabila dihitung dengan harga saat banjir, angkanya lebih besar dari itu,” kata Suhito.

Selama masa tanam Oktober-Maret, DKP3 menargetkan hasil panen sebanyak 341 hektare, sedang April-September 259 hektare. Sehingga, target total selama setahun masa tanam adalah 600 hektare.

Selain padi, rendaman juga berimbas pada tanaman bawang bima curut di Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan. Dari 6 hektare yang terendam, semuanya puso.

Dijelaskan pula, banjir yang merendam sawah disebabkan karena jebolnya tanggul Sungai Kemiri dan Kaligangsa, serta kiriman dari Kabupaten Tegal. Meski kini rendaman berangsur surut, puso masih mengancam karena musim penghujan belum sepenuhnya reda.

“Di daerah Sidakaton Kabupaten Tegal juga masih ada yang banjir,” ujar Suhito. (nam/ela/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Nelayan di Kota Tegal Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Nelayan di Kota Tegal Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, nelayan diminta tetap waspada dengan potensi gelombang tinggi.


Cuti Bersama Lebaran Tetap Ditambah

Cuti Bersama Lebaran Tetap Ditambah

Pemkot Tegal melalui BKP2D memastikan jadwal cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah tetap ditambah selama tiga hari.


ASN Margadana Diminta Netral

ASN Margadana Diminta Netral

ASN di Kecamatan Margadana, diminta untuk tetap netral. Hal itu disampaikan Camat Margadana yang sudah purna Siswoyo dalam pisah sambut.


 Mintaragen Bebas Flu Burung

Mintaragen Bebas Flu Burung

Dinas Peternakan menyatakan Kelurahan Mintaragen aman dari flu burung.


Stok Sembako di Kota Tegal Aman Jelang Ramadan

Stok Sembako di Kota Tegal Aman Jelang Ramadan

Menghadapi Ramadan yang tinggal beberapa pekan, harga komoditas cabai dan daging di sejumlah pasar tradisional Kota Tegal cenderung stabil.


Harga Beras di Kota Tegal Mulai Turun

Harga Beras di Kota Tegal Mulai Turun

Masa panen yang sedang berlangsung berdampak terhadap penurunan harga beras di Kota Tegal.


Duh 132,21 Hektare Wilayah di Kota Tegal Masih Kumuh

Duh 132,21 Hektare Wilayah di Kota Tegal Masih Kumuh

Pemkot Tegal melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) secara bertahap menangani wilayah yang dikategorikan kumuh.


Dinas Kesulitan Terapkan HET Beras

Dinas Kesulitan Terapkan HET Beras

Harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah masih sulit diterapkan di Kota Tegal.


Pemeriksaan Suspect Nihil, Kota Tegal Tetap Waspada Difteri

Pemeriksaan Suspect Nihil, Kota Tegal Tetap Waspada Difteri

Kendati pemeriksaan laboratorium terhadap Aska Kiano Raqilla yang diduga terkena difteri menunjukkan hasil negatif, Dinkes Kota Tegal tetap waspada difteri.


Petani Tambak Kesulitan Listrik

Petani Tambak Kesulitan Listrik

Sejak sawah di sebagian besar wilayah Kecamatan Margadana terkena intrusi air laut, petani padi beralih profesi menjadi petani tambak.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!