Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Bikin Kesan Kumuh, Pengelolaan Sampah di PAI Disorot

  • Bikin Kesan Kumuh, Pengelolaan Sampah di PAI Disorot
  • Bikin Kesan Kumuh, Pengelolaan Sampah di PAI Disorot

KUMUH - Kondisi ban bekas yang sebagian sudah terkubur pasir di sejumlah titik kawasan OW PAI menimbulkan kesan kumuh dan butuh penanganan mendesak. (syamsul falak/radar tegal)

TEGAL - Komisi III DPRD Kota Tegal kembali mempertanyakan pengelolaan sampah di lingkungan obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) karena masih terkesan kumuh. Banyaknya sampah yang berserakan di sejumlah titik semakin diperparah dengan adanya ban-ban bekas berserakan di sekitar tepi pantai dan Hutan Mangrove PAI.

Sekretaris Komisi III Rofii Ali menyampaikan, pihaknya mengaku sangat menyayangkan adanya kesan pembiaran perilaku membuang sampah sembarangan termasuk ban bekas. Menurutnya, kesan kumuh tersebut justru menjadi penilaian negatif dan mengurangi nilai estetika PAI sebagai destinasi wisata pantai yang menjadi ikon Kota Bahari.

Bahkan, dengan kondisi yang tampak di sejumlah titik pengelolaan sampah khususnya ban bekas harus menjadi perhatian penuh dari dinas terkait. "Melihat kurangnya pengelolaan sampah, kami meminta kepada OPD terkait untuk segera mengambil tindakan," jelasnya.

Mendesaknya penanganan kebersihan, lanjut Rofii, bertujuan agar sampah dan limbah ban bekas yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan tersebut bisa segera diatasi. Selain itu, pembenahan juga perlu dilakukan pada sarana prasarana wisata yang sudah rusak, termasuk anjungan yang telah rusak parah akibat diterjang kapal tongkang.

Wakil Ketua Komisi III, Sutari menambahkan, pihaknya juga mengimbau Pemkot Tegal lebih tegas dalam menertibkan parkir di lingkungan OW PAI yang dinilai meresahkan pengunjung (wisatawan-red). Menurutnya, idealnya pemkot melalui dinas terkait harus berani menerapkan parkir satu pintu saat membayar tiket masuk.

Sehingga, langkah tersebut dapat meredam konflik antar pedagang sekaligus memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang. "Untuk merubah kondisi yang terus berulang, perlu dilakukan perubahan pola pikir, baik soal parkir maupun penataan pedagang," imbuhnya. (syf/ela/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengelolaan Masjid Al Tsumairi Tunggu Penyerahan

Pengelolaan Masjid Al Tsumairi Tunggu Penyerahan

Bappeda Kota Tegal menjelaskan status Masjid Al Tsumairi yang berada di Komplek Islamic Center, Jalan Mataram.


Pemkot Tegal Diminta Seriusi Penanganan Sampah

Pemkot Tegal Diminta Seriusi Penanganan Sampah

DPRD Kota Tegal mendesak Pemkot Tegal serius dalam mengatasi masalah persampahan yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah.


Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal

Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal mencatat jumlah armada persampahan yang ada saat ini masih belum ideal.


Butuh TPA, Kota Tegal Rancang Sanksi Pembuang Sampah Sembarangan

Butuh TPA, Kota Tegal Rancang Sanksi Pembuang Sampah Sembarangan

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Tegal.


Wilayah Kumuh di Kota Tegal Berkurang

Wilayah Kumuh di Kota Tegal Berkurang

Setiap tahun wilayah kumuh yang ada di Kota Tegal terus berkurang. Semua itu, karena kerja keras dari lintas sektoral yang berasal dari berbagai bidang.


50.500 Wisatawan Kunjungi PAI, Tarif Parkir Sesuai Perda

50.500 Wisatawan Kunjungi PAI, Tarif Parkir Sesuai Perda

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal menyebutkan sebanyak 50.500 wisatawan mengunjungi Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI).


Wilayah Kumuh di Kota Tegal Digelontori Rp1,5 Miliar

Wilayah Kumuh di Kota Tegal Digelontori Rp1,5 Miliar

Untuk tahun 2018, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pesurungan Kidul akan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1,5 Miliar.


Puasa, Pengunjung Obyek Wisata PAI Turun Drastis

Puasa, Pengunjung Obyek Wisata PAI Turun Drastis

Bulan Puasa sudah memasuki hari ketujuh membuat pengunjung di Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI) turun.


Usaha Makanan di Kota Tegal Harus Bersertifikat

Usaha Makanan di Kota Tegal Harus Bersertifikat

Unit usaha Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) harus memiliki sertifikat laik sehat.


Mendesak, Optimalisasi Fungsi TPST

Mendesak, Optimalisasi Fungsi TPST

Untuk meminimalisasi residu sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengoptimalkan peran dan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di 21 titik.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!