Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Bikin Kesan Kumuh, PKL Soeprapto Disemprit Satpol PP

KUMUH – Deretan gerobak PKL berjajar di sepanjang Jalan Kompol Soeprapto Kota Tegal, kemarin. (syamsul falak/radar tegal)

TEGAL - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tegal, berencana melayangkan surat teguran bagi semua pedagang kaki lima (PKL) di Kompleks Perumahan Taman Sejahtera Kota Tegal. Sebab, selain dinilai menimbulkan kesan kumuh keberadaan gerobak PKL di Jalan Soeprapto tersebut dianggap mengganggu ketentraman dan kenyamanan pada zona terbuka publik.

Kepala Satpol PP Kota Tegal Djoko Syukur Baharudin mengatakan, dilayangkannya surat pemberitahuan sekaligus teguran tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komisi III DPRD Kota Tegal. Selain itu, mengacu Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Bahkan, Perda tersebut juga mempertegas Perda Nomor 3/2008 tentang Penyelenggaraan Tempat Usaha dan Perda 2/2012 tentang Retribusi Jasa Usaha mengatur penegasan larangan PKL. "Intinya, PKL harus membongkar tenda permanen dan tidak meninggalkan gerobak, tenda maupun lapak setelah digunakan berjualan," ungkapnya.

Larangan tersebut, lanjut Djoko, bertujuan untuk menciptakan ketertiban, kebersihan dan keindahan Kota Tegal khususnya di semua zona ruang terbuka publik. Sebab, penertiban tersebut juga menjadi amanat perda yang harus dijalankan sesuai dengan tupoksi Satpol PP sebagai pengawal sekaligus penegak perda dan perwal.

Targetnya, semua PKL diberi waktu toleransi untuk menertibkan gerobak secara mandiri. Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Satpol PP Edy Sudirman menambahkan surat teguran tersebut akan mulai diberlakukan sebagai peringatan hingga tujuh hari ke depan.

Menurutnya, setelah lewat dari waktu tujuh hari toleransi untuk membongkar tenda permanen PKL secara mandiri agar tidak meninggalkan kesan kumuh di lokasi. "Jika masih ada tenda atau gerobak PKL, setelah tiga hari maka akan kami tertibkan paksa (diangkut-red)," pungkasnya. (syf/ela/zul)


Berita Sejenis

Pemkot Tegal Distribusikan 142 Gerobak ke PKL

Pemkot Tegal Distribusikan 142 Gerobak ke PKL

Pemerintah Kota Tegal memberikan bantuan ratusan gerobak kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL).


PKL Lapangan Tegal Selatan Akan Ditata

PKL Lapangan Tegal Selatan Akan Ditata

Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Lapangan Tegal Selatan akan ditata.


Juru Parkir Ndablek Disemprit

Juru Parkir Ndablek Disemprit

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal kembali menertibkan sejumlah kantong parkir liar dengan memberikan teguran kepada juru parkirnya.


PKL Taman Poci Lama Hanya Boleh Jualan di Satu Sisi Jalan

PKL Taman Poci Lama Hanya Boleh Jualan di Satu Sisi Jalan

Dinas Perhubungan Kota Tegal kembali melakukan penertiban terhadap semua kantong parkir di sepanjang Jalan Pancasila Kota Tegal.


Kota Tegal Kekurangan Personel Satpol PP

Kota Tegal Kekurangan Personel Satpol PP

Jumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal, masih mengalami kekurangan.


Kumuh, Kelurahan Mulai Dibenahi

Kumuh, Kelurahan Mulai Dibenahi

Salah satu kelurahan kumuh di Kota Tegal, Minggu, (2/9), sudah mulai ditangani.


Dijadikan Ruang Terbuka Hijau, Alun-alun Tegal Akan Bersih dari PKL

Dijadikan Ruang Terbuka Hijau, Alun-alun Tegal Akan Bersih dari PKL

Pedagang kaki lima (PKL) kini tak diizinkan lagi membuka lapaknya di atas lapangan Alun-alun yang menjadu ikon Kota Tegal.


Begini Aksi Free Styler Motor yang Bikin Penonton Karnavalan Terhibur

Begini Aksi Free Styler Motor yang Bikin Penonton Karnavalan Terhibur

Sejumlah pe motor yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Motor King Kota Tegal melakukan atraksi free style karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-73 Kota Tegal.


Penataan PKL Harus Terpadu

Penataan PKL Harus Terpadu

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo mamandang penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Tegal membutuhkan solusi yang terpadu.


Wilayah Kumuh di Kota Tegal Berkurang

Wilayah Kumuh di Kota Tegal Berkurang

Setiap tahun wilayah kumuh yang ada di Kota Tegal terus berkurang. Semua itu, karena kerja keras dari lintas sektoral yang berasal dari berbagai bidang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!