Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Harga Daging Sapi Tembus Rp130 per Kilogram

  • Harga Daging Sapi Tembus Rp130 per Kilogram
  • Harga Daging Sapi Tembus Rp130 per Kilogram

BERDAGANG – Seorang pedagang menata daging sapi di salah satu kios Pasar Pagi Kota Tegal, Jumat (22/6).(k. anam s/radar tegal)

TEGAL - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkop UKM dan Perdagangan) Kota Tegal mengumumkan selama Lebaran tidak terjadi kelangkaan kebutuhan pokok.

Saat ini, harga kebutuhan pokok yang masih tinggi antara lain, daging sapi dan cabai rawit merah. Untuk daging ayam yang sebelumnya harganya tinggi, berangsur turun.

”Harga kebutuhan pokok tersebut tinggi karena permintaan yang meningkat,” kata Kepala Dinkop UKM dan Perdagangan Khaerul Huda di kantornya, Jalan Hang Tuah, Jumat (22/6).

Berdasar pemantauan Dinkop UKM dan Perdagangan di Pasar Pagi, Kejambon, dan Langon, harga daging sapi tercatat rata-rata Rp130 ribu per kilogram (per kg), sama seperti sebelum Lebaran. Begitu juga dengan cabai rawit merah. Sekarang, rata-rata Rp 36 ribu per kg.

Sementara untuk daging ayam yang sebelum Lebaran rata-rata Rp 45 ribu per kg, berangsur turun menjadi rata-rata Rp 42 ribu per kg. Khaerul menyebutkan, ke depan, pemerintah perlu melakukan antisipasi lebih dini lagi, dengan memperbanyak persediaan menjelang Lebaran.

Mahalnya harga daging diakui H Khodijah, pedagang di Blok C Pasar Pagi. Dia membenarkan masih tingginya harga daging sapi hingga sepekan setelah lebaran. Sebab, mahalnya harga daging dipicu naiknya biaya operasional kuli angkut dan jagal sejak sepekan sebelum Idul Fitri. Menurut dia, harga normal daging biasanya berkisar Rp115 ribu-Rp120 ribu/kg.

”Tapi, sekarang masih tembus Rp 125 ribu-Rp 130 ribu/kg seiring tingginya permintaan konsumen dengan stok terbatas,” ungkapnya.

Sementara itu, Sri Kuniarsih, pedagang ayam potong masih mengeluhkan tingginya harga ayam, meski momentum Idul Fitri sudah terlewat. Sebab, saat ini ketersediaan pasokan dari produsen di sekitar Kota Tegal semakin menipis tapi permintaan konsumen masih banyak.

Kondisi tersebut diperparah dengan mahalnya harga ayam potong dari produsen mengingat biaya operasional dan perawatan ternak lebih mahal. Selain itu, harga ayam potong tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

”Dulu (tahun 2017-red), maksimal Rp 42 ribu/kg tapi tahun ini tembus Rp 50 ribu (saat lebaran) dan sekarang bertahan Rp 45 ribu/kg,” terangnya.

Naiknya harga jual ayam potong, kata Sri, dipicu adanya larangan dari dinas terkait untuk tidak menggunakan anti biotik maupun obat kimia dalam proses ternak. Dengan demikian, dengan proses pemeliharaan ternak yang tergolong alami dan mengandalkan asupan pakan normal membutuhkan waktu lebih lama dan perawatan khusus.

Berbeda dengan yang dikatakan Beni. Penyetok ayam di beberapa pasar tradisional di Kota Tegal itu menyebutkan bahwa harga ayam per hari ini Jumat (22/6) sudah mulai turun. ”Ada penurunan sekitar 5 ribu per kgnya. Sebab, harga sejak Lebaran Rp50 ribu sekarang menjadi Rp45 ribu/kg nya. Demikian dengan harga ayam hidup,” jelasnya.

Bapak dua anak asal Jalan Perintis Kemerdekaan Tegal Timur itu juga menambahkan, Lebaran tahun ini cukup membuat pedagang ayam bahagia. Sebab, antara kebutuhan (stok) dan permintaan semuanya terpenuhi. Dengan demikian, pedagang dan konsumen pun bisa sama-sama mendapatkan pendapatan maupun keinginan yang ada.

”Penurunan harga daging ayam ras cenderung mengalami penurunan seiring dengan lancarnya pasokan dan permintaan dari masyarakat mulai berkurang. Semoga dalam beberapa hari ke depan bisa kembali seperti sebelum bulan Ramadan hingga Lebaran yang berkisar Rp33-34 ribu per kilogram,” katanya.

Selain daging ayam, harga cabai merah keriting yang menjelang Lebaran mencapai Rp50 ribu per kilogram saat ini sebesar Rp30 ribu per kilogram. Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit hijau yang sebelumnya mencapai Rp57.500 per kilogram, turun menjadi Rp40 ribu per kg. Demikian pula dengan cabai rawit merah turun dari Rp49.000 per kg menjadi Rp35 ribu per kg.

Salah seorang pedagang sayuran, Desi, mengatakan penurunan harga cabai tersebut terjadi karena pasokan mulai lancar dan permintaan dari masyarakat cenderung berkurang. ”Namun, untuk harga cabai merah besar justru kembali mengalami kenaikan setelah sempat turun dari Rp 50 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg. Saat sekarang, harga cabai merah besar Rp 37 ribu per kg,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari pedagang besar, kenaikan harga cabai merah besar itu terjadi karena faktor hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dengan demikian, berdampak pada tanaman komoditas tersebut.

Diketahui, pada Ramadan lalu, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinkop UKM dan Perdagangan menyelenggarakan Pasar Murah di empat kecamatan dengan memberikan subsidi untuk 8.000 paket sembako yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang telah menerima kupon dari masing-masing kelurahan di setiap kecamatan.

Pasar Murah merupakan kegiatan untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok di bulan suci. Kepala Bidang Perdagangan Wineksi Dwi Prabandari menambahkan, untuk mengendalikan harga, dibutuhkan juga peran lintas sektor meliputi kepolisian dan dinas terkait, serta Pemerintah Daerah pemasok kebutuhan pokok. (nam/syf/gus/fat/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Wali Kota: Jangan Terkecoh Harga Murah

Wali Kota: Jangan Terkecoh Harga Murah

Masyarakat diminta teliti saat berbelanja barang kebutuhan dan tidak tergiur dengan harga yang murah.


Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal

Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal mencatat jumlah armada persampahan yang ada saat ini masih belum ideal.


Harga Telur Masih Rp27-28 Ribu Per Kilogram

Harga Telur Masih Rp27-28 Ribu Per Kilogram

Harga telur ayam di Kota Tegal terpantau masih tinggi.


Bisa Jadi Duri dalam Daging, 30 Koperasi Diusulkan Dibubarkan

Bisa Jadi Duri dalam Daging, 30 Koperasi Diusulkan Dibubarkan

Hari Koperasi diperingati setiap 12 Juli. Dinkop UKM Perdagangan mencatat, Kota Tegal memiliki 145 koperasi aktif.


Kota Tegal Butuh 17.000 Kantong Darah per Tahun

Kota Tegal Butuh 17.000 Kantong Darah per Tahun

Kota Tegal sedikitnya membutuhkan 17.000 kantong darah per tahun.


Harga Daging Mulai Turun

Harga Daging Mulai Turun

Harga daging sapi yang sebelumnya menyentuh Rp130 ribu per kilogram (kg), kini terpantau mulai mengalami penurunan.


Pendapatan Kota Tegal Tembus Rp1,024 Triliun

Pendapatan Kota Tegal Tembus Rp1,024 Triliun

Pendapatan daerah Kota Tegal pada tahun anggaran 2017 dilaporkan mencapai Rp1.024.765.938.276.


Transaksi HTF Tembus Rp114 Juta

Transaksi HTF Tembus Rp114 Juta

Disnakerin Kota Tegal melaporkan total transaksi Hang Tuah Fair (HTF) 2018 mencapai Rp114 juta.


Pasar Murah Subsidi Harga Hingga 60 Persen

Pasar Murah Subsidi Harga Hingga 60 Persen

Pasar murah hari kedua dilaksanakan di Kantor Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, kemarin.


Harga Kepokmas di Kota Tegal Relatif Stabil

Harga Kepokmas di Kota Tegal Relatif Stabil

Harga sebagian kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) relatif stabil.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!