Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal

  • Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal
  • Per Hari Ada 200 Ton Sampah, kok Armada Sampah di Tegal Belum Ideal

MEMBERSIHKAN – Pekerja membersihkan salah satu truk sampah di Kantor UPTD Pengelolaan Sampah, Senin (6/8). (k. anam syahmadani/radar tegal)

TEGAL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal mencatat jumlah armada persampahan yang ada saat ini masih belum ideal. Dari kebutuhan 24, DLH hanya memiliki 19 truk sampah.

Sementara itu, volume sampah di Kota Bahari mencapai 200 ton per hari. Kendati dinilai masih bisa untuk mengatasi sampah, DLH tetap akan mengupayakan penambahan.

“Kami upayakan meminta anggaran dari Pusat,” kata Kepala DLH Resti Drijo Prihanto melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Haryoto, kemarin.

Selain truk sampah, DLH mempunyai tenaga kebersihan sebanyak 119 penyapu jalan, 7 mandor, dan 88 tenaga bongkar muat. Untuk tenaga kebersihan, jumlahya sudah ideal.

Penanganan sampah juga mengandalkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang sekarang berjumlah 20. DLH ingin setiap kelurahan memiliki TPST. Saat ini yang paling mendesak dibutuhkan adalah tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah permanen.

Sebab, TPA sampah sementara yang diandalkan, diprediksi hanya mampu menampung sampah untuk dua tahun ke depan. Sedangkan untuk membuat TPA permanen, membutuhkan dua tahun anggaran baru bisa dioperasionalkan. Pemkot Tegal sendiri telah merencanakan pembangunan TPA permanen di kawasan Bokong Semar.

Anggarannya, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tegal, maupun mengusulkan bantuan ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas lahan sekitar 15 hektare, pembangunan TPA Bokong Semar diperkirakan membutuhkan anggaran Rp160 miliar.

“Tahun ini DED dibuat. Kami berharap fisiknya bisa dibangun 2019,” kata Haryoto. (nam/ela/zul)


Berita Sejenis

Pesurungan Lor Masuk Zona Merah

Pesurungan Lor Masuk Zona Merah

Pemicuan terus dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Margadana Kecamatan Margadana Kota Tegal. Hal itu untuk mencapai kelurahan yang Open Defecation Free (ODF).


Pemkot Tegal Raih Predikat B SAKIP

Pemkot Tegal Raih Predikat B SAKIP

Pemkot Tegal mendapat penghargaan predikat B Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award 2018.


Antisipasi Penyebaran Virus DB, Gencarkan Gertak PSN

Antisipasi Penyebaran Virus DB, Gencarkan Gertak PSN

Untuk mencegah penyebaran nyamuk Demam Berdarah, Kader di wilayah Puskesmas Tegal Timur bersama masyarakat melakukan gerakan serentak PSN.


Pemkot Tegal Siap Wujudkan Kota Peduli HAM dan Layak Anak

Pemkot Tegal Siap Wujudkan Kota Peduli HAM dan Layak Anak

Setelah meraih anugerah Kota Peduli Hak Azazi Manusia (HAM), Pemkot Tegal terus berupaya mewujudkan Kota Bahari yang menjunjung tinggi HAM dan layak anak.


60 Persen Penyakit Dipicu Gaya Hidup

60 Persen Penyakit Dipicu Gaya Hidup

Dinkes Kota Tegal mencatat sekitar 60 persen terjadinya peningkatan angka potensi penyakit tidak menular (PTM) dipicu pola dan gaya hidup kurang sehat.


Ketahuan Berpolitik, ASN Terancam Dipecat

Ketahuan Berpolitik, ASN Terancam Dipecat

Menghadapi pemilu presiden dan pemilu legislatif 17 April mendatang, ASN di Pemkot Tegal dilarang berpolitik.


PSN Bidik Wilayah Endemis DBD

PSN Bidik Wilayah Endemis DBD

Memasuki puncak musim hujan tahun ini, Dinas Kesehatan Kota Tegal terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).


Pemkot Tegal Tawarkan Konsep Yekan Park

Pemkot Tegal Tawarkan Konsep Yekan Park

Pemkot Tegal menawarkan konsep Yekan Park kepada juri dari Forum Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (KERIS).


GTM Sasar Warga Panggung

GTM Sasar Warga Panggung

Gerakan Tegal Membaca (GTM) menyasar warga di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kamis (14/2) kemarin.


Sembilan Kelurahan di Kota Tegal Ditarget ODF

Sembilan Kelurahan di Kota Tegal Ditarget ODF

Untuk mewujudkan daerah bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), sebanyak sembilan kelurahan di Kota Tegal ditargetkan sebagai kelurahan Open Defection Free.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!