Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Perajin Logam Butuh Solusi Pendampingan

PRODUKSI - Sejumlah pengrajin logam di Kota Tegal menjalani aktivitas produksi di Jl. Cempaka, beberapa waktu lalu. (syamsul falak/radar tegal)

TEGAL - Belum terealisasinya program pendampingan dari Pemerintah Kota Tegal, membuat sejumlah perajin logam mendesak adanya solusi untuk mempertahankan usaha tersebut. Hal itu diungkapkan sejumlah perajin dan pelaku usaha di sepanjang jalan Cempaka yang meminta adanya upaya nyata dari Pemkot Tegal maupun dinas terkait.

Seperti disampaikan Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) SU Anwari, Sukamto, menilai program pendampingan dari Pemkot belum tuntas. Sebab, digelarnya pelatihan dan pembinaan teknis operator mesin bubut belum berkesinambungan dengan kelanjutan program untuk mengakomodir potensi perajin logam.

"Jika memang fokus pembinaan, idealnya harus ada tindaklanjut dari bintek. Misalnya, penyediaan lapangan pekerjaan," ungkap Sukamto.

Menurutnya, komitmen Pemkot Tegal dalam pendampingan terhadap perajin logam dianggap sangat menentukan keberlanjutan nasib buruh atau pekerja. Pasalnya, tidak sedikit pekerja atau buruh yang mengandalkan hidup keluarganya dengan menjadi perajin logam.

Namun Faktanya, hingga saat ini justru sudah banyak perajin logam yang gulung tikar karena mandegnya usaha. Hal itu, dipicu belum tersedianya pangsa pasar sesuai harapan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi industri logam lokal.

"Kalau dihitung, sekarang ini sudah ada puluhan perajin yang gulung tikar karena modalnya habis tak bisa beroperasi. Termasuk saya," ujarnya.

Hal senada disampaikan perajin logam lainnya, Slamet Sumiatno, 57. Menurutnya, dia juga terpaksa merumahkan sepuluh dari 12 pekerjanya lebih dari satu tahun lalu karena nihilnya order dari perusahaan atau konsumen pasar.

Slamet berharap, program Pemkot Tegal dan dinas terkait bisa direalisasikan untuk menggeliatkan kembali potensi industri logam. Di sisi lain, mengembalikan ciri khas dari Kota Tegal dengan julukan Jepangnya Indonesia sekaligus menyerap SDM berkompeten dari tenaga kerja lokal. (syf/ela/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Jumadi : Butuh Sinergitas Semua Pihak Tangani Sampah

Jumadi : Butuh Sinergitas Semua Pihak Tangani Sampah

Sampah memang masih menjadi persoalan sendiri dalam penyelenggaraan Pemerintahan. Karenanya, butuh sinergi bersama-sama untuk mengatasi masalah sampah itu.


Masih Butuh 2.167 PNS, Pemkot Tegal Segera Buka Rekrutmen PPPK

Masih Butuh 2.167 PNS, Pemkot Tegal Segera Buka Rekrutmen PPPK

Pemkot Tegal berencana membuka rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk ribuan formasi.


Dua Jalan di Kota Tegal Butuh Peninggian

Dua Jalan di Kota Tegal Butuh Peninggian

DUA jalan di wilayah Kelurahan Kaligangsa dan Kelurahan Margadana, yakni Jalan Cipto Mangunkusumo 2 dan Jalan Bekasi Selatan membutuhkan peninggian.


Penataan PKL Harus Terpadu

Penataan PKL Harus Terpadu

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo mamandang penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Tegal membutuhkan solusi yang terpadu.


Jadi Serbuan Pengemis dan Gelandangan, Kota Tegal Butuh Perda

Jadi Serbuan Pengemis dan Gelandangan, Kota Tegal Butuh Perda

Persoalan pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) merupakan salah satu pekerjaan rumah yang belum dapat terselesaikan di Kota Tegal.


Tegal Selatan Butuh 32 Jamban

Tegal Selatan Butuh 32 Jamban

Untuk mempercepat kelurahan Open Defecation Free (ODF) atau bebas BAB Sembarangan di Kecamatan Tegal Selatan.


Butuh TPA, Kota Tegal Rancang Sanksi Pembuang Sampah Sembarangan

Butuh TPA, Kota Tegal Rancang Sanksi Pembuang Sampah Sembarangan

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Tegal.


Kota Tegal Butuh 17.000 Kantong Darah per Tahun

Kota Tegal Butuh 17.000 Kantong Darah per Tahun

Kota Tegal sedikitnya membutuhkan 17.000 kantong darah per tahun.


Saatnya ?Jepangnya Indonesia? Kembali Bangkit

Saatnya ?Jepangnya Indonesia? Kembali Bangkit

Industri logam yang ada sempat mengalami kejayaan beberapa tahun silam. Hingga puncaknya Kota Tegal sempat mendapatkan julukan ?Jepangnya Indonesia?.


Pemkot Tegal dan OJK Dukung Kebangkitan Jepangnya Indonesia

Pemkot Tegal dan OJK Dukung Kebangkitan Jepangnya Indonesia

Menanggapi keluhan sejumlah pengusaha logam yang mengalami kelesuan, Pemkot Tegal bersama OJK siap mendorong kebangkitan industri logam.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!