Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Petani Mulai Kesulita Air, 165,3 Hektare Sawah Kekeringan

  • Petani Mulai Kesulita Air, 165,3 Hektare Sawah Kekeringan
  • Petani Mulai Kesulita Air, 165,3 Hektare Sawah Kekeringan

MENCARI - Petani sedang berusaha mencari air tanah di area persawahan yang kekeringan di Keluharan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Senin (6/8).

TEGAL - 165,3 hektare (ha) area persawahan yang ada di lima kelurahan di Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan mulai dilanda kekeringan. Akibatnya banyak area persawahan yang sulit ditanami lagi, sehingga petani terus berupaya untuk mencari air tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal Andri Yudi Setiawan mengatakan, data yang masuk per 1 Agustus 2018 ada lima kelurahan yang berada di dua kecamatan yang saat ini area persawahanya dilanda kekeringan.

Untuk Kecamatan Margadana ada di Kelurahan Kalinyamat Kulon 28,4 hektare, Kaligangsa 20,7 hektare, dan Margadana 64,7 hektare. Kemudian untuk Kecamatan Tegal Selatan mencakup Kelurahan Keturen 27,5 hektare dan Kalinyamat Wetan 24 hektare. Dari lima kelurahan tersebut total ada 165,3 hektare area persawahan yang kekeringan.

"Saat ini kita terus melakukan pemantauan di wilayah kekeringan. Karena hampir keseluruhan daerah yang terdampak adalah kekeringan area persawahan," kata Yudi.

Yudi mengungkapkan, meskipun saat ini yang mengalami kekeringan hanya di area perswahan namun BPBD akan bertindak cepat, apabila ada warga yang membutuhkan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Terutama selalu berkoordinasi dengan semua instansi terkait. Upaya yang sudah dilakukan BPBD saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Kelautan (Dislatan).

"Dan Dislatan sudah melaksanakan tindakan sesuai tupoksi yaitu mengecek area persawahan yang dilanda kekeringan,” ungkap Yudi.

Prakirawan Cuaca BMKG Kota Tegal Hendy Andriyanto menyampaikan, berakhirnya musim kemarau belum bisa dipastikan. Sebab musim kemarau di wilayah Indonesia diperkirakan akan berlangsung pada Agustus hingga September 2018. Hal itu akan terjadi di wilayah Pantura Pulau Jawa termasuk Kota Tegal. Sedangkan puncak musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa wilayah di Jawa bagian selatan sudah diguyur hujan meskipun intensitas masih rendah. Seperti Wonosobo dan Magelang, di sana sudah hujan," ujar Hendy. (mei/ela/zul)


Berita Sejenis

Motif Tanahan Pembeda Batik Tegalan dengan Batik Lainnya

Motif Tanahan Pembeda Batik Tegalan dengan Batik Lainnya

Fashion berbahan dasar kain batik mulai menjadi pilihan utama, baik masyarakat tingkat bawah maupun kalangan atas.


Cegah Kecelakaan, Tiga Traffic Light Dipasang Permanen

Cegah Kecelakaan, Tiga Traffic Light Dipasang Permanen

Sejumlah trafic light permanen mulai dipasang di lokasi berbeda, Rabu (25/7) siang.


Ratusan Hektare Lahan Sawah di Kota Kekeringan

Ratusan Hektare Lahan Sawah di Kota Kekeringan

BPBD Kota Tegal menyebut ratusan hektare (ha) lahan persawahan di Kota Tegal mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.


Harga Daging Mulai Turun

Harga Daging Mulai Turun

Harga daging sapi yang sebelumnya menyentuh Rp130 ribu per kilogram (kg), kini terpantau mulai mengalami penurunan.


Pamitan, Pjs Wali Kota Tegal Kembali ke Semarang

Pamitan, Pjs Wali Kota Tegal Kembali ke Semarang

Terhitung mulai, Minggu (24/6) kemarin, masa tugas Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tegal Akhmad Rofai berakhir.


Aktivitas Jual Beli diPasar Pagi Mulai Meningkat

Aktivitas Jual Beli diPasar Pagi Mulai Meningkat

Menjelang Lebaran, pembeli yang berbelanja di Pasar Pagi terus mengalami peningkatan. Hal itu karena sudah memasuki hari ke delapan puasa.


Tiga Sekolah Terendam Air Rob

Tiga Sekolah Terendam Air Rob

Limpasa air laut atau rob yang menyapu pesisir Pantai Utara (Pantura) tidak hanya menggenangi kelurahan-kelurahan di Kota Bahari.


Pemkot Tegal Mulai Siapkan Sarpras Jalur Mudik

Pemkot Tegal Mulai Siapkan Sarpras Jalur Mudik

Pemkot Tegal melalui Dinas Perhubungan menyelenggarakan rapat koordinasi dengan OPD terkait di Kantor Dishub.


Pos DBD Sentinel Mulai Dibentuk

Pos DBD Sentinel Mulai Dibentuk

Untuk memberantas penyebaran nyamuk Demam Berdarah Puskesmas Tegal Timur membentuk pos DBD sentinel.


Proses Penyerahan Terminal Mulai Dikoordinasikan

Proses Penyerahan Terminal Mulai Dikoordinasikan

Dishub Kota Tegal menegaskan telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terkait proses penyerahan Terminal Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!