Pemkab Tegal
Share this on:

Nasib 15 Rumah Korban Longsor di Dukuh Belimbing Masih Belum Jelas

  • Nasib 15 Rumah Korban Longsor di Dukuh Belimbing Masih Belum Jelas
  • Nasib 15 Rumah Korban Longsor di Dukuh Belimbing Masih Belum Jelas

PONDASI - Bupati Tegal Umi Azizah melakukan pemasangan batu bata untuk pembuatan rumah korban longsor di Dukuh Belimbing, Desa Kajen beberapa waktu lalu.

LEBAKSIU - Warga Dukuh Belimbing RT 04, RW 09 Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu menanyakan tindak lanjut pembangunan 15 rumah yang belum direlokasi. Karena hingga sekarang, belum ada pembahasan ulang antara Pemkab Tegal dengan pemerintah desa.

Kepala Desa Kajen Juni Sukmadi, Rabu (6/11) mengatakan, tebing Sungai Gung di wilayah Pedukuhan Belimbing mengalami longsor pada Februari 2019 lalu. Akibatnya, 20 rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 5 rumah sudah direlokasi, sedangkan sisanya hingga kini masih terkatung-katung.

Bencana longsor di pedukuhan tersebut mengakibatkan 24 bangunan fisik mengalami kerusakan. Rinciannya, 20 bangunan rumah milik warga dan 5 bangunan merupakan fasilitas umum. Sejauh ini, Pemkab Tegal sudah memberikan bantuan untuk para korban bencana tersebut.

"Sudah ada 5 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan rumah baru atau rumah relokasi. Rumah itu dibangun di kawasan bebas longsor yakni di belakang SDN Kajen 01 Lebaksiu," katanya.

Rencananya, tambah Juni Sukmadi, Pemkab Tegal akan mencarikan dana untuk pembangunan 15 rumah lagi. Dana itu akan diambilkan dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kabupaten Tegal. Jika dana itu terkumpul, maka tahun 2020 mendatang, rumah relokasi akan dibangun kembali.

"Tapi itu baru rencana, belum bisa dipastikan. Tergantung ada CSR-nya tidak. Dan itu yang dikhawatirkan oleh warga yang rumahnya belum direlokasi," tambahnya.

Pihak pemdes tidak menampik, saat ini kondisi rumah dari 15 KK itu memang sudah mengkhawatirkan.

Sebagian dinding rumah sudah retak. Bahkan tanah di sekitar rumah tersebut sudah membelah. Jika musim hujan tiba, mereka bakal cemas. Kalau sekarang rumah itu masih bisa ditempati. Tapi nanti kalau hujan, kemungkinan bisa kembali longsor karena tanahnya sudah banyak yang retak.

Pihak desa berharap, pemilik CSR supaya memberikan bantuan lagi. Sehingga masyarakat bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. Ada pun jumlah 15 KK itu terdiri dari 40 jiwa. Setiap musim hujan, mereka selalu ronda di Pos Siskamling untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Pihak desa sudah menyiapkan tanah untuk relokasi 15 rumah itu yakni di RT 5, RW 1 yang merupakan tanah kas desa. (guh/ima)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Mendikbud Baru, Pengawas Pertanyakan Perubahan Kurikulum

Mendikbud Baru, Pengawas Pertanyakan Perubahan Kurikulum

Dipilihnya Nadiem Anwar Makarim menjadi menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih menjadi pembahasan bagi pelaku pendidikan.


Mayoritas Gedung Pemerintah Pemkab Tegal Belum Ramah Difabel

Mayoritas Gedung Pemerintah Pemkab Tegal Belum Ramah Difabel

Mayoritas gedung pemerintah di lingkungan Pemkab Tegal belum ramah dengan penyandang disabilitas.


Marak Zona Hijau Dibangun Rumah Makan dan Pabrik

Marak Zona Hijau Dibangun Rumah Makan dan Pabrik

Di Kabupaten Tegal, marak bangunan pabrik dan rumah makan yang dibangun di zona hijau.


Pengembangan Kawasan Industri, Jaringan PLN Masih Menjadi Andalan

Pengembangan Kawasan Industri, Jaringan PLN Masih Menjadi Andalan

Pemkab Tegal sangat serius dalam mengembangkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI).


Tempati Rumah Relokasi, Warga Korban Tanah Longsor Sujud Syukur

Tempati Rumah Relokasi, Warga Korban Tanah Longsor Sujud Syukur

Penantian warga Dukuh Belimbing, Desa Kajen yang menjadi korban tanah longsor untuk mendapatkan rumah baru akhirnya terwujud.


Bupati Serahkan Tali Asih dari Taspen ke Rumah Ahli Waris

Bupati Serahkan Tali Asih dari Taspen ke Rumah Ahli Waris

Jahro, istri almarhum Rachmat sebagai ahli waris, warga Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong mendapat tali asih.


Belum Perlu Pesawat dan Drobe, Cukup dengan Citra Satelit

Belum Perlu Pesawat dan Drobe, Cukup dengan Citra Satelit

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


4,2 Hektare Lahan di Desa Pesarean Masih Kumuh

4,2 Hektare Lahan di Desa Pesarean Masih Kumuh

Sekda Tegal Widodo Joko Mulyono mengakui di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna ada 4,2 hektare termasuk daerah kumuh.


Soal Proyek Rp28 Miliar, PPKom Masih Tunggu Keputusan Pokja

Soal Proyek Rp28 Miliar, PPKom Masih Tunggu Keputusan Pokja

Hingga kini, kelompok kerja (pokja) lelang pekerjaan konsolidasi pengadaan dan penggantian lampu penerangan jalan umum belum memutuskan siapa pemenangnya.


Awas Jangan Ceroboh, Data Pribadi Masih Laku Dijual

Awas Jangan Ceroboh, Data Pribadi Masih Laku Dijual

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika mengingatkan pada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal untuk berhati-hati dengan data diri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!