Pemkab Tegal
Share this on:

Proses Pembuatan Teh Incip Dikenalkan saat Guci Tea Carnival

  • Proses Pembuatan Teh Incip Dikenalkan saat Guci Tea Carnival
  • Proses Pembuatan Teh Incip Dikenalkan saat Guci Tea Carnival

MEMASAK - Warga Desa Bagawat, Kecamatan Bumijawa memasak teh incip buatannya.

BUMIJAWA - Teh khas warga Desa Begawat, Kecamatan Bumijawa atau yang dikenal dengan teh incip dikenalkan pada acara Guci Tea Carnival 2019. Para tamu undangan bahkan dapat menyaksikan proses pembuatan teh tersebut yang diperagakan oleh warga setempat.

Bupati Tegal Umi Azizah, Senin (14/10) mengatakan, panitia Guci Tea Carnival 2019 telah menyiapkan tungku serta tembikar sebagai alat penggorengan disertai dengan kayu sebagai bahan bakar. Dengan proses pembuatan secara tradisional membuat teh incip beraromakan sangit. Meskipun begitu, rasa teh incip tak kalah nikmat dengan produksi teh yang sudah terkenal.

Rasa teh yang natural dan klasik, menciptakan kesan tersendiri bagi para penikmat teh.

"Sejalan dengan hal itu, untuk mendukung sentra produksi teh lokal kami telah mengupayakan perluasan lahan untuk teh yang terdapat di Desa Begawat," katanya.

Teh incip ini, tambah Umi Azizah, memang sudah masuk dalam catatan Pemkab Tegal. Barangkali bisa dilakukan perluasan lahan dan dikomunikasikan ke pemdes setempat. Harapannya bisa menjadi destinasi petik teh dan menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Tegal.

Jika sektor pariwisata dapat dikemas dengan baik dan dijalankan bersama-sama melalui sinergitas elemen masyarakat dapat berimbas pada sektor-sektor lainnya. Berbicara tentang teh, bukan sekedar minuman pelepas dahaga, melainkan bisa menjadi bagian dari kebiasaan yang melekat.

"Bagi orang Tegal, aroma teh wasgitel tak pernah lekang oleh zaman. Saat teh hangat dituang dari gerabah poci ke dalam cangkir keramik yang berisi gula batu. Di situ biasanya obrolan hangat tanpa sekat pun dimulai. Lebih dari kebiasaan, minum teh dari poci atau moci adalah sebuah tradisi, lifestyle warga Tegalan yang sudah bertahan sejak lama,” tambahnya.

Anggota DPR RI Abdul Fikri Fakih menyampaikan, teh adalah kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal.

Sehingga pria kelahiran Tegal itu berharap dari sentra teh dapat dijadikan acara yang memikat daya tarik wisatawan untuk dapat datang ke Kabupaten Tegal.

“Saya berharap jika orang-orang minum teh itu ingat Tegal. Seperti ora ngapak ora kepenak, ora ngeteh ya ora urip,” candanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi berharap kegiatan Guci Tea Carnaval dapat dilakukan setiap tahun dan menjadi kalender pariwisata di Kabupaten Tegal.

“Tegal jangan mau kalah dengan daerah lain yang punya kalender pariwisata atau even tahunan. Jika Banjarnegara ada event Dieng Culture Festival, Tegal juga punya contohnya Guci Tea Carnival,” harapnya.

Dirinya menitip pesan kepada Disparpora Kabupaten Tegal untuk memviralkan kegiatan ini, sehingga di tahun berikutnya peserta Guci Tea Carnival tidak hanya dari daerah Kabupaten Tegal. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Persaingan Kerja Semakin Sempit

Persaingan Kerja Semakin Sempit

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM mengingatkan pada generasi muda untuk terus berkarya. Karena saat ini, persaingan kerja sekarang semakin sempit.



Pemkab Tegal Mulai Rintis E-Pajak dan E-Retribusi

Pemkab Tegal Mulai Rintis E-Pajak dan E-Retribusi

Pemkab Tegal saat ini mulai merintis e-Pajak dan e-Retribusi melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.


Meski Prona Gratis, Ada Biaya yang Ditanggung Pemohon, Apa Saja?

Meski Prona Gratis, Ada Biaya yang Ditanggung Pemohon, Apa Saja?

Program Prona adalah Proyek Operasi Nasional Agraria, yaitu legalisasi aset tanah atau proses administrasi pertanahan mulai dari adjudikasi


Bupati Risih Pegawainya Unggah Foto di Medsos Saat Kunker

Bupati Risih Pegawainya Unggah Foto di Medsos Saat Kunker

Bupati mengaku risih bila melihat pegawainya apload foto di media sosial saat kunjungan kerja.


Diam-diam Sambang Posko Kebakaran, Bupati Kejutkan Para Relawan

Diam-diam Sambang Posko Kebakaran, Bupati Kejutkan Para Relawan

Orang nomor satu di Kabupaten Tegal membuat kejutan pada relawan yang berada di posko kebakaran hutan di Desa Guci.


Akses Sanitasi Menduduki Rangking 22 se Jawa Tengah

Akses Sanitasi Menduduki Rangking 22 se Jawa Tengah

epala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengakui saat ini akses sanitasi menduduki rangking ke-22 se Jawa Tengah dengan persentase 95.44 persen.


2.137 Santri se Jawa Tengah Ngumpul di Kota Martabak

2.137 Santri se Jawa Tengah Ngumpul di Kota Martabak

Sebanyak 2.137 santri se Jawa Tengah saat ini sedang berkumpul di Ponpes Dar Alquran Al Islami Desa Lebaksiu Kidul, Kabupaten Tegal.


Bupati Yakin RSUD dr Soesilo Mampu Raih Bintang Lima

Bupati Yakin RSUD dr Soesilo Mampu Raih Bintang Lima

Bupati Tegal Umi Azizah berkeyakinan kalau RSUD dr Soeselo Slawi mampu meraih bintang lima saat tim survei ulang akreditasi melakukan penilaian.


Pembangunan Pasar Margasari Minus Lima Persen

Pembangunan Pasar Margasari Minus Lima Persen

Pembangunan Pasar Margasari hingga saat ini sudah mencapai kurang lebih 40 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!