Pemkab Tegal
Share this on:

Proyek RTH Bekas Terminal Slawi Sekitar Rp3 Miliar Mengecewakan

  • Proyek RTH Bekas Terminal Slawi Sekitar Rp3 Miliar Mengecewakan
  • Proyek RTH Bekas Terminal Slawi Sekitar Rp3 Miliar Mengecewakan

SIDAK - Bupati Tegal Umi Azizah saat sidak di RTH Eks Terminal Slawi, belum lama ini.

SLAWI - Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dinilai amburadul. Proyek itu berada di Eks Terminal Slawi, Kabupaten Tegal. Bangunan yang tidak maksimal itu dianggarkan melalui APBD II Kabupaten Tegal tahun 2018 sekitar Rp3 miliar.

Pantauan di lokasi, RTH yang berada di depan Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa) itu belum difungsikan setelah selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu. Taman itu juga masih ditutup dengan pagar seng.

Saat dilihat dari dekat, taman tampak gersang karena rumput hijau dan pepohonan yang ditanam sebagian mati. Sementara itu, beberapa ruas jalan setapak juga retak serta tidak rapi di sisi kanan dan kiri jalan.

Yang lebih membahayakan, sambungan kabel listrik untuk menghidupkan lampu dan air mancur tidak ditanam di dalam tanah.

Kabel listrik itu hanya diletakkan di atas tanah yang sangat membahayakan bagi masyarakat. Sedangkan, dua bak penampungan air besar yang ditanam di dalam tanah, terbuka yang membahayakan masyarakat bila masuk ke dalamnya.

Tidak hanya itu, bangunan kios pedagang juga terlihat kurang rapih dan rawan ambruk. Selain itu, beberapa pekerjaan juga terlihat kurang rapi layaknya taman bermain.

"Kami sangat kecewa dengan bangunan RTH Eks Terminal Slawi. Hasilnya kurang memuaskan," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Tegal Sayuti, Kamis (14/3) kemarin.

Dia menyatakan, proses pengerjaan yang dilakukan pihak ketiga sepertinya kurang profesional. Perbandingan dengan gambar rancangan dan kenyataan di lapangan sangat jauh berbeda, sehingga jika difungsikan akan mengecewakan masyarakat.

Bahkan Bupati Tegal Umi Azizah juga kecewa dengan hasil pekerjaan itu. "Dinas terkait dan rekanan harus bertanggungjawab memperbaikinya. Taman harus berfungsi maksimal dan terlihat indah," harapnya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, perbaikan taman harus dilakukan karena jika tidak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan akan mangkrak. Selain itu, bangunan yang masih tertutup pagar seng juga mengurangi keindahan kota.

"Rekanan harus memperbaiki. Jangan terlalu lama dibiarkan, nanti malah tambah rusak," tandasnya. (yer/ima/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

BPBD Kabupaten Tegal Butuh Ambulans, Bekas Juga Tak Masalah

BPBD Kabupaten Tegal Butuh Ambulans, Bekas Juga Tak Masalah

Sarana dan prasarana (sarpras) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal sangat minim.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!