Sepakbola
Share this on:

Anggap Situasi Masih Terkendali

  • Anggap Situasi Masih Terkendali
  • Anggap Situasi Masih Terkendali

MADRID - Real Madrid dan Bayern Muenchen sama-sama melakukan pergantian posisi pelatih musim ini. Apesnya kedua tim yang mengkoleksi titel domestik terbanyak itu gagal menang di empat pertandingan beruntun.

Kemarin (7/10) di Stadion Mendizorrotza, Los Merengues menyerah 0-1 kepada tuan rumah Alaves. Selain kehilangan tiga angka kekalahan kemarin membuat unit penyerangan Real tumpul dalam empat pertandingan terakhir.

Tak lebih baik dari Real, Bayern dipermalukan 0-3 oleh Borussia Moenchengladbach kemarin di Allianz Arena. Kekalahan kemarin membuat Die Roten melorot ke posisi lima klasemen. Sudah panikkah kedua tim?

Seperti ditulis Marca kemarin maka internal pemain Real masih bersatu untuk mendukung Julen Lopetegui, sang entrenador. Loyalitas Sergio Ramos dkk kepada Lopetegui ini yang untuk sementara menyelamatkan jabatan juru taktik berusia 52 tahun tersebut.

“Sayalah orang pertama yang harus bertanggung jawab untuk kekalahan ini. Tim ini sudah bekerja dengan sangat keras dalam tiga bulan belakangan,” kata Lopetegui kemarin.

Eks pelatih timnas Spanyol tersebut memahami kalau timnya sudah membuat Madridista patah hati. Apalagi ekspektasi pada Lopetegui sebagai penerus Zinedine Zidane setelah sukses hat-trick titel Liga Champions sangatlah tinggi.

“Sangat logis jika fans sangat kecewa namun ini masih Oktober dan kami hanya kehilangan tiga poin. Jadi, kami akan berjuang bangkit secepat mungkin,” tutur Lopetegui.

Menurut laporan Marca Presiden Real Florentino Perez yang hadir di tribun Stadion Mendizorrotza kemarin marah dengan kekalahan karena gol Manu Garcia di menit ke-90+5 itu. Usai pertandingan Perez dan beberapa petinggi klub Real dikabarkan langsung turun ke ruang ganti dan menemui para pemain.

“Para petinggi masih optimis dengan kondisi Real karena berkaca hasil musim lalu. Dimana Zidane terseok-seok di awal kompetisi namun kemudian membawa pulang Si Kuping Besar,” kata sumber internal Real kepada Marca.

Bek Real Sergio Ramos kepada EFE kemarin mengatakan sangat salah jika menganggap kans Real menjadi juara La Liga musim ini sudah usai jika hanya melihat kekalahan kemarin.

“Kami orang pertama yang tahu apa yang harus dilakukan dengan tim ini dan kami sadar bagaimana untuk melakukannya. Kami harus tetap sabar dan itu yang harus dilakukan fans,” ucap Ramos.

Nah, ESPN mengkritisi pilihan taktik Lopetegui yang masih saja mempercayai Karim Benzema sebagai pemain andalan di lini depan. Musim ini, dari sebelas laga Real di semua ajang hanya Benzema yang senantiasa menghuni starting XI tim kolektor 13 kali juara Liga Champions itu.

“Benzema memang menciptakan beberapa tembakan tapi terlihat bagaimana Benzema kesulitan pada posisinya. Dia juga terlihat salah posisi saat menerima umpan dan minim ide ketika memiliki kesempatan melewatu empat bek Alaves,” tulis ESPN saat menilai performa pemain Real kemarin. Benzema mendapat nilai empat dari ESPN pada penampilan kemarin.

Di sisi lain, der trainer Bayern Muenchen Niko Kovac kepada Sky Sports mengatakan semua tim juga menghindari mimpi buruk atas kegagalan menang di empat laga beruntun.

“Namun kami tidak berjuang sebagai satu tim, padahal buat menang kami harus bersatu. Pada saat ini tim ini membuat terlalu banyak kesalahan individu,” ucap Kovac kepada Sky Sports.

Eks pelatih Eintracht Frankfurt tersebut sangat paham situasinya. Bahwa melatih tim sebesar Bayern faktor internal dan eksternal mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Versi Bavarian Football Works beberapa individu secara terang-terangan menyatakan ketidak senangan kepada rotasi yang dipakai Kovac. Misalnya Mats Hummels, Javi Martinez, dan James Rodriguez.

“Akan tetapi pemain-pemain yang memegang kunci di ruang ganti seperti Arjen Robben, Franck Ribery, dan Manuel Neuer masih memberikan dukungan kepada Niko (Kovac),” tulis Bavarian Football Works.

Jika melihat kasus tahun lalu dimana Carlo Ancelotti dipecat usai kalah pada dua pertandingan, yakni lawan 1899 Hoffenheim (9/9) dan PSG (27/9), maka nasib Kovac terbilang lebih apik. Padahal musim ini, Kovac sudah sama-sama mengalami jumlah kekalahan yang sama dengan Ancelotti saat dipecat.

Menurut sumber Welt campur tangan Direktur Olahraga Bayern Hasan Salihalmidzic atas dipertahankannya Kovac menjadi salah satu alasan. Brazzo, sapaan Hasan Salihalmidzic, adalah rekan seangkatan Kovac di Bayern era awal 2000-an. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Karius, Baru Dua Bulan Dua Blunder
Karius, Baru Dua Bulan Dua Blunder

Berita Berikutnya

Bersyukur si Gurita Hengkang
Bersyukur si Gurita Hengkang

Berita Sejenis

Brasil Tak Mau Anggap Enteng Peru

Brasil Tak Mau Anggap Enteng Peru

Bentrok Brasil melawan Peru di Arena Corinthians Sao Paulo di babak penyisihan grup Copa America, Minggu (23/6), diprediksi bakal sengit.


Kejutan Qatar Tahan Paraguay Masih Jadi Buah Bibir

Kejutan Qatar Tahan Paraguay Masih Jadi Buah Bibir

Timnas Qatar sukses membuat kejutan di Copa America 2019 dengan menahan imbang Paraguay dengan skor 2-2..


Lloris Masih Dibayangi Trauma

Lloris Masih Dibayangi Trauma

Trauma Wanda Metropolitano, Madrid, kembali menghinggapi kiper sekaligus Le Capitaine timnas Prancis, Hugo Lloris.


Lebih Difavoritkan, Manchester City Ogah Anggap Remeh Watford

Lebih Difavoritkan, Manchester City Ogah Anggap Remeh Watford

Pasukan Pep Guardiola itu berharap mampu menghadirkan domestic treble setelah mereka meraih Carabao Cup dan trofi Premier League.


Valencia Masih Berpeluang Singkirkan Arsenal

Valencia Masih Berpeluang Singkirkan Arsenal

Valencia akan menjamu Arsenaldi Mestalla pada leg kedua babak semifinal Europa League 2018/19, Jumat (10/5) dinihari WIB.


Jika Kalah dari Newcastle, Liverpool Game Over

Jika Kalah dari Newcastle, Liverpool Game Over

Kekalahan 0-3 dari Barcelona di leg pertama babak semifinal Liga Champions masih menyisakan rasa perih di benak pemain-pemain Liverpool.


Madura United Kepincut Gelandang Jepang

Madura United Kepincut Gelandang Jepang

Setelah melepas gelandang asal Australia, Dane Milovanovic, Madura United masih memiliki satu slot pemain asing dari benua Asia.


Pochettino: Tottenham Hotspur Masih Hidup

Pochettino: Tottenham Hotspur Masih Hidup

Kalah 0-1 dari Ajax Amsterdam di babak semifinal Liga Champions, Rabu (1/5) dinihari WIB, bukanlah akhir dari perjalanan Spurs di kompetisi tahunan ini.


Gelar Barca Masih Tertahan Atletico

Gelar Barca Masih Tertahan Atletico

Atletico Madrid sukses menunda pesta kemenangan Barcelona, untuk mengangkat trofi LaLiga Santader ke-26-nya musim ini.


PSM Masih Mulus di Piala AFC 2019

PSM Masih Mulus di Piala AFC 2019

PSM Makassar kembali meraih kemenangan di pertandingan keempat babak penyisihan Grup H Piala AFC 2019 atas tuan rumah Kaya FC.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!