Sepakbola
Share this on:

Arema Optimis Jaga Tren Kebangkitan

  • Arema Optimis Jaga Tren Kebangkitan
  • Arema Optimis Jaga Tren Kebangkitan

MEDAN - Kepercayaan diri Arema FC sedang tinggi. Mereka dalam momen kebangkitan setelah melibas juara bertahan Bhayangkara FC empat gol tanpa balas (18/5). Itu menjadi modal berharga menantang PSMS Medan malam ini (siaran langsung Indosiar pukul 20.30 WIB).

Sayang, klub berjuluk Singo Edan itu berangkat ke Stadion Teladan, Medan, tidak dengan kekuatan terbaik. Pelatih Milan Petrovic tidak bisa memakai tenaga kapten Dendi Santoso dan bek Israel Wamiau yang terkena akumulasi kartu. Belum lagi bek Arthur Cunha dan striker Thiago Furtuoso yang cedera.

Petrovic mengakui, absennya beberapa pemain kunci itu membuat kekuatannya berkurang. Meski begitu, mereka tetap percaya diri bisa pulang dengan membawa angka. Di pertahanan, Petrovic punya opsi memainkan Bagas Adi atau M. Zaenuri untuk menemani Purwaka Yudhi.

Lalu, untuk lini depan, duet Rivaldi Bawuo dan Dedik Setiawan yang sedang on fire diharapkan bisa melanjutkan performa bagusnya seperti melawan Bhayangkara. ”Kami kalah di lima laga tandang terakhir. Jadi, kami harus mencari solusi untuk meraih kemenangan,” tutur Petrovic.

Sejak ditangani Petrovic, permainan Arema lebih solid, terutama dalam melakukan pressing ketika kehilangan bola. Konsentrasi mereka juga lebih terjaga. Dalam dua laga di tangan Petrovic, Arema kalah 0-1 oleh Bali United (18/5) dan menang 4-0 atas Bhayangkara (22/5).

Di sisi lain, pelatih PSMS Djadjang Nurdjaman mewaspadai bangkitnya Arema. Absennya beberapa pemain kunci klub dari kota Apel itu mungkin sedikit berpengaruh. Namun, pelatih yang disapa Djanur tersebut menilai Arema memiliki pemain pelapis yang mumpuni.

”Lawan kami ini dalam performa terbaik mereka. Kami tidak akan lengah dan kami akan mewaspadai,” ucap pria kelahiran Majalengka itu. (nia/ham/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!