Sepakbola
Share this on:

Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban

  • Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban
  • Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban

LONDON - Atletico Madrid bukan klub sensasi semusim di Liga Champions. Di dalam empat musim terakhir, Atletico nyaris selalu mampu menjejakkan kakinya di semifinal.

Kalaupun Los Rojiblancos gagal ke semifinal, minimal pada edisi 2014-2015 mereka masih bisa menjejakkan kakinya di perempat final. Bukan malah terhenti di fase grup.

Ancaman itu yang sudah berada di hadapan Gabi dkk musim ini ketika menantang Chelsea di Stamford Bridge, London, dini hari nanti WIB. (Siaran langsung SCTV/ beIN Sports 1 pukul 02.45 WIB). Mengulang sukses pada leg kedua semifinal Liga Champions tiga tahun silam dengan menang di Stamford Bridge bukan jaminan.

Faktanya, meski mengalahkan The Blues kembali, Atletico tetap gagal lolos ke babak 16 Besar andaikan AS Roma mampu mengalahkan klub juru kunci Grup C Qarabag di Olimpico (kandang Roma). ''Yang bisa kami lakukan cuma memenanginya lalu menunggu (hasil di Roma,'' kata gelandang Atletico Saul Niguez, dikutip Marca.

Benar kata Saul. Menang di London jadi kunci awalnya. Faktanya empat musim terakhir tanah Inggris tak pernah memberi tangis bagi klub dua kali finalis Liga Champions tersebut. Di tanah Inggris, musim lalu Atletico lolos ke semifinal setelah mampu menahan Leicester City 1-1 pada leg kedua perempat final dengan unggul gol agregat 1-0.

Musim 2013-2014 seperti disebut sebelumnya, Atletico mampu menang 3-1 di Stamford Bridge dan lolos ke final. ''Mungkin Qarabag akan membantu kami,'' seloroh gelandang berusia 23 tahun tersebut. Nah 90 menit di Stamford Bridge, tambah Saul, hanya itu satu-satunya fokus dia dan rekan setimnya di Atletico.

''Kami tak bicarakan tentang gelar, tentang bagaimana kami kembali ke empat besar lagi. Cukup pikirkan ini saja,'' tambah Saul. Senada dengan Saul, bek Filipe Luis yang di tiga musim lalu jadi bagian Atletico yang mempermalukan The Blues juga menganggap laga ini lebih berat dari laga-laganya musim ini.

''Karena ini tidak tergantung dari kami sendiri. Tapi di sepak bola semua bisa terjadi, dan kami akan bertarung untuk apapun. Kami akan mencoba untuk membuat keajaiban,'' imbuh bek yang pernah merasakan London Cobham semusim pada 2014-2015 itu, sebagaimana dilansir di beIN Sports.

Dalam Liga Champions musim ini, Chelsea belum terkalahkan di Stamford Bridge. Tapi, dalam satu dekade terakhir, dibandingkan wakil negara lain, klub-klub Spanyol sering jadi batu sandungan Chelsea. Selain Atletico, Barcelona pun juga pernah melakukannya pada edisi 2006-2007.

Yang paling berada dalam tekanan tentunya Diego Simeone. Sebab, selama mengarsiteki Atletico cuma konsistensi anak asuhnya di Liga Champions-lah yang menyelamatkan mukanya di depan petinggi klub. Dalam enam musim sejak 2011, El Cholo menyumbangkan lima trofi di lemari trofi Atletico.

Meski dua musim terakhir tak sekalipun trofi yang mampu dia berikan. Dan pada musim ini bisa menjadi musim ketiganya tanpa trofi juara di berbagai ajang. Paceklik juara terlamanya di Atletico. Hanya dikutip dari Football Espana, pelatih berkebangsaan Argentina itu tidak mau putus asa.

''Kami harus mampu berbuat sesuatu di London. Setelahnya terserah takdir berkata apa,'' kata Simeone.

Dengan Chelsea yang sudah lolos ke 16 Besar, akankah pelatih Chelsea Antonio Conte melepaskan laga ini untuk Atletico? ''Gagal itu resiko mereka (Atletico). Ini laga penting, karena mengalahkan Atletico (back to back) bisa jadi konfidensi bagi kami,'' kata Conte, seperti dikutip situs resmi klub. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Igbonefo Bantah Gabung Persib Bandung
Igbonefo Bantah Gabung Persib Bandung

Berita Berikutnya

Wajib Menang jika Mau ke 16 Besar
Wajib Menang jika Mau ke 16 Besar

Berita Sejenis

Allegri dan Ronaldo Bikin Juve Susah Dikejar

Allegri dan Ronaldo Bikin Juve Susah Dikejar

Juventus sudah seperti menggenggam scudetto musim ini.


Menang Dramatis, PS Tira dan Perseru Lolos Degradasi

Menang Dramatis, PS Tira dan Perseru Lolos Degradasi

Tekanan berat benar-benar dirasakan penggawa PS Tira dan Perseru Serui pada matchday pemungkas Liga 1, kemarin.


Hari Ini, PSSI Gelar Emergency Meeting

Hari Ini, PSSI Gelar Emergency Meeting

Pengaturan skor, kompetisi setting-an, dan kepemimpinan wasit yang tidak fair menjadi isu paling santer di sepak bola Indonesia dalam sepekan terakhir.


City Dapat Kompensasi Terbanyak

City Dapat Kompensasi Terbanyak

16 pemain Manchester City tampil di Piala Dunia 2018 lalu. Brasil dan Inggris menjadi negara yang memiliki pemain City terbanyak dalam skuadnya.


Umpan Pereda Ketegangan Messi dan Pique

Umpan Pereda Ketegangan Messi dan Pique

Gerard Pique merasakan lagi servis dari Lionel Messi.


Ada Reuni 212, Final Liga 2 Mundur 3 Desember

Ada Reuni 212, Final Liga 2 Mundur 3 Desember

Jika mengikuti jadwal semula, harusnya final Liga 2 dan perebutan tempat ketiga dilaksanakan 2 Desember mendatang.


Bikin Rino dan AC Milan Frustrasi

Bikin Rino dan AC Milan Frustrasi

Andai ada tim yang sudah tidak sabar untuk segera masuk bursa transfer musim dingin, AC Milan sangat mungkin menempati peringkat teratas.


Persija vs Sriwijaya, Berebut Tiga Angka Vital

Persija vs Sriwijaya, Berebut Tiga Angka Vital

Tersisa dua tim yang berebut juara Liga 1 musim ini, yakni PSM Makassar dan Persija Jakarta.


Bima Sakti dan Pelatih Timnas di Asia Tenggara Njomplang

Bima Sakti dan Pelatih Timnas di Asia Tenggara Njomplang

Tak hanya reputasi yang timpang. Gaji yang diterima Bima Sakti dengan dua pelatih top di grup B Piala AFF 2018 juga sangat timpang.


Persiapan Buruk, Kasihan Bima dan Pemain

Persiapan Buruk, Kasihan Bima dan Pemain

”Kasihan Bima Sakti, jadi korban. Masih muda minim pengalaman,’’ kata Ferril Raymond Hattu, kapten timnas Indonesia saat merebut emas pada SEA Games 1991.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!