Sepakbola
Share this on:

Belum Ada yang Sesukses Eriksson

  • Belum Ada yang Sesukses Eriksson
  • Belum Ada yang Sesukses Eriksson

**** - Langkah Freddie Ljungberg sebagai pelatih Arsenal U-23 menghidupkan lagi asa Swedia punya pelatih dengan rekam jejak jempolan. Sosok pelatih terakhir asal negara pemberi penghargaan Nobel yang terkenal mungkin hanya Sven-Goran Eriksson.

Memang saat ini ada nama-nama pelatih berkebangsaan Swedia yang malang melintang di level timnas. Sebut saja Erik Hamren (pelatih Islandia) atau Lars Lagerback (pelatih Norwegia). Namun jika dibandingkan dengan pencapaian prestasi Eriksson, mereka tak ada seujung kukunya.

Memang di akhir 1970-an dan awal 1980-an, terdapat nama Nils Liedholm yang sempat mengantarkan AC Milan dan AS Roma menjadi scudetto. Liedholm pun membawa Roma ke final European Cups, nama lawas Liga Champions, musim 1983-1984. Sayang di final Giallorossi kalah dari Liverpool.

Nah, menurut These Football Times kesuksesan Eriksson ini didapatkan setelah menimba ilmu dari tiga pelatih. Yakni Tord Grip, Roy Houghton, dan Roy Hodgson. Dua nama terakhir adalah pelatih Inggris yang malang melintang di klub-klub jazirah Skandinavia.

“Jika dibandingkan dengan sang guru asal Inggris yakni Hodgson, malah Eriksson yang terlebih dahulu menjadi pelatih Inggris,” tulis These Football Times.

Eriksson yang terkenal dengan formasi 4-4-2 tersebut meraih kejayaan bersama Lazio. Dengan konsep sepak bola yang mengandalkan fisik, pragmatis, dan pressing tinggi maka Eriksson meraih tujuh gelar dalam empat musimnya di Lazio (1997-2001).

Sayangnya setelah purna melatih Inggris, perjalanan karir Eriksson tak terlalu moncer. Sempat melatih timnas Meksiko, Pantai Gading, kemudian klub-klub Tiongkok, tak ada satupun yang berujung dengan gelar.

Seperti diberitakan Sky Sports pelatih Arsenal U-23 Freddie Ljungberg termasuk sosok yang mengidolakan Eriksson. Di mata Ljungberg, Eriksson memiliki pendekatan yang khas pada timnya.

“Dia senang menjadikan pemain menjadi satu, solid, dan gembira. Dia sosok pelatih yang sangat mampu meningkatkan moral para pemain,” kata Ljungberg. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Menanti Bukti Rotasi Les Parisiens
Menanti Bukti Rotasi Les Parisiens

Berita Berikutnya

Lebih Solid, Lebih Pede
Lebih Solid, Lebih Pede

Berita Sejenis

Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Aral terjal menghadang Real Madrid yang tengah merajut langkah untuk bangkit.


Scholes Menunggu Kritikan Mou

Scholes Menunggu Kritikan Mou

Paul Scholes jadi mantan pemain Manchester United yang paling sewot sebelum Jose Mourinho dipecat, dua bulan lalu.


Liverpool Tim Paling Untung Musim Ini

Liverpool Tim Paling Untung Musim Ini

Liverpool menjadi tim yang meraup keuntungan terbesar dunia pada 2018 lalu.


Lionel Messi, si Kutu yang Mati Kutu

Lionel Messi, si Kutu yang Mati Kutu

Entrenador Ernesto Valverde sebenarnya tidak ingin memaksakan Lionel Messi yang baru pulih dari cedera hamstring turun di El Clasico kemarin.


El Clasico Seri, Barcelona Tolak Kaos Away Warna Putih

El Clasico Seri, Barcelona Tolak Kaos Away Warna Putih

Tradisi El Clasico yang selalu panas memang tidak bisa dihapus.


Perjudian ala Hazard

Perjudian ala Hazard

Hampir tidak terhitung pernyataan playmaker Chelsea Eden Hazard yang terang-terangan ingin ke Real Madrid.


Kans Eropa Masih Terbuka

Kans Eropa Masih Terbuka

Musim ini sudah berakhir bagi Alex Oxlade-Chamberlain? Belum. Masih ada peluang Chamberlain kembali merasakan atmosfer Liga Champions.


Tottenham Hotspur Mulai Terbiasa tanpa Harry Kane

Tottenham Hotspur Mulai Terbiasa tanpa Harry Kane

Baik Tottenham Hotspur maupun Newcastle memiliki kabar baik yang datang dari Amerika Serikat menjelang pertemuan kedua tim pada matchweek 25.


Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!

Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!

Sejak Roman Abramovich menjadi pemilik Chelsea pada Juni 2003 hanya ada dua kata yang membuat seorang pelatih nyaman di kursinya. Piala dan stabil.


AC Milan vs Napoli, Akhiri Paceklik Gol 180 Menit

AC Milan vs Napoli, Akhiri Paceklik Gol 180 Menit

Sepekan bersama Napoli. Ya, itulah yang harus dijalani AC Milan sepanjang pekan ini.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!