Sepakbola
Share this on:

City "B" Masih Kedodoran

  • City "B" Masih Kedodoran
  • City "B" Masih Kedodoran

MANCHESTER - Dilihat dari kacamata pencapaian di Liga Champions, Pep Guardiola sudah merehabilitasi namanya. Kalau musim lalu dimana Guardiola menjalani musim perdananya dan City kalah di 16 besar, musim ini Guardiola mencapai hasil yang lebih baik.

City berhasil masuk ke perempat final Liga Champions berkat agregat 5-2 atas klub Swiss Basel. Walau pada leg kedua 16 besar kemarin (8/3) di Etihad Stadium, The Citizens kalah 1-2 oleh Basel.

Kekalahan kemarin bisa menjadi tambahan catatan performa anak asuh Guardiola itu. Bukan semata City kalah untuk pertama kali di kandang setelah 36 laga sebelumnya tanpa noda. Melainkan skuad 'B' yang dimiliki oleh City belum seapik kesebelasan utamanya.

Pada laga kemarin nama-nama langganan starting XI City seperti Ederson, Nicolas Otamendi, Kyle Walker, Kevin De Bruyne, David Silva, dan Sergio Aguero diberi waktu rehat oleh Guardiola.

Di antara keenam nama itu, Aguero dan Silva yang sampai kemarin waktu bermainnya ada di angka 2 ribuan menit. Sedangkan Ederson, Otamendi, Walker, dan De Bruyne ada di atas 3 ribuan menit.

Jadi, ketika nama-nama itu beristirahat Guardiola memasang Claudio Bravo, John Stones, Danilo, Phil Foden, dan Yaya Toure. Nah, Guardiola dalam situs UEFA mengatakan kemenangan 4-0 di leg pertama versus Basel (14/2) meninggalkan 'kenyamanan' bagi Yaya Toure dkk kemarin.

Pria 47 tahun itu tak memungkiri kalau ada 'kemalasan' dari anak asuhnya di laga kemarin. “Kami mengkreasi banyak peluang sampai akhirnya unggul 1-0 dan itu bagus. Setelah 1-1, kami terbaik mengkreasi serangan adalah dengan build-up,” kata Guardiola.

“Namun kami hanya melakukan umpan antarpemain kami sendiri dan itu bukan sepak bola,” tambah pelatih kelahiran Santpedor, Catalan itu.

Autokritik yang diucapkan oleh Guardiola tersebut bukan omong kosong. Sebab menurut mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut lawan-lawan di fase berikutnya, perempat final, jelas lebih sulit.

“Malah pada babak kedua kami lupa menyerang. Kami seharusnya melakukan umpan untuk menyerang, kalau sekedar umpan tanpa tujuan itu buruk,” tutur Guardiola.

Dari statistik versi UEFA kemarin di babak pertama City melakukan enam tembakan ke gawang Basel. Dan di babak kedua turun drastis dengan hanya sekali tembakan.

Meski jumlah percobaan tembakan ke gawang Basel hanya bertambah satu, dominasi penguasaan bola City malah bertambah dua persen dibandingkan babak pertama. Dari 70 persen di 45 menit pertama menjadi 72 persen di akhir pertandingan.

Meski demikian ada sisi positif yang disukai oleh Guardiola pada laga kemarin. Gol oleh Gabriel Jesus pada menit kedelapan menunjukkan pemain 20 tahun itu bisa nyetel dengan tim.

“Sangat penting bagi Gabriel Jesus untuk bermain 90 menit di lapangan. Setelah absen demikian lama dia akan membutuhkan waktu menemukan ritme untuk kembali. Dan gol itu memberinya kembali rasa percaya diri, “ kata Guardiola.

Di sisi lain, menurut kapten City Yaya Toure timnya sudah bermain maksimal lawan Basel.Cuma mereka kurang mengantisipasi spirit yang dibawa juara Swiss kemarin.

“Mereka (Basel, red.) bermain lebih bagus disini ketimbang saat tampil di kandang. Sepertinya mereka mencari pembalasan. Mereka adalah klub yang bermain di kompetisi terbaik dunia dan ketika bermain disana kita harus berada di kondisi terbaik,” ucap Toure kemarin. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Obsesi Lain si Badak
Obsesi Lain si Badak

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Chelsea vs Manchester City, Siapa Lebih Kuat?

Chelsea vs Manchester City, Siapa Lebih Kuat?

Manchester City sudah menaklukkan tiga di antara enam besar tim Premier League pada paro pertama ini.


City Dapat Kompensasi Terbanyak

City Dapat Kompensasi Terbanyak

16 pemain Manchester City tampil di Piala Dunia 2018 lalu. Brasil dan Inggris menjadi negara yang memiliki pemain City terbanyak dalam skuadnya.


Laga Sriwijaya FC vs Mitra Kukar Dipastikan Sengit

Laga Sriwijaya FC vs Mitra Kukar Dipastikan Sengit

Sriwijaya FC masih belum lepas dari ancaman degradasi. Apalagi setelah mereka menelan dua kali kekalahan beruntun di laga tandang.


Persiapan Buruk, Kasihan Bima dan Pemain

Persiapan Buruk, Kasihan Bima dan Pemain

”Kasihan Bima Sakti, jadi korban. Masih muda minim pengalaman,’’ kata Ferril Raymond Hattu, kapten timnas Indonesia saat merebut emas pada SEA Games 1991.


Indonesia Tersingkir dari Piala AFF

Indonesia Tersingkir dari Piala AFF

Masih ada satu pertandingan timnas Indonesia pada Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta (25/11) melawan Filipina, tapi sudah tak lagi berguna.


Tebas: Coret City-PSG

Tebas: Coret City-PSG

Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) juga termasuk dalam klub yang diklaim menginisiasi Liga Super Eropa.


Wazza Picu Kenaikan Permintaan Tiket

Wazza Picu Kenaikan Permintaan Tiket

Kharisma penyerang Inggris Wayne Rooney nyatanya masih besar.


Kalahkan Timor Leste, Kans Indonesia Masih Terbuka

Kalahkan Timor Leste, Kans Indonesia Masih Terbuka

Entah bagaimana nasib tim nasional (timnas) kalau saja Bima Sakti tak menurunkan Riko Simanjuntak dan Stefano Lilipaly.


Persib Fokus ke PSMS Dulu

Persib Fokus ke PSMS Dulu

Lima pekan lagi, Liga 1 2018 akan usai. Menyisakan lima laga Persib Bandung masih belum mampu menyalip PSM Makassar di puncak klasemen sementara.


Juve dan Man United Sama-sama Optimis

Juve dan Man United Sama-sama Optimis

Juventus masih superior awal musim ini. Juve sudah mencatatkan streak 14 laga tak pernah kalah di semua ajang dengan 13 kali menang dan sekali imbang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!