Sepakbola
Share this on:

Dibeli Rp1,09 Triliun, Virgil van Dijk Jadi Bek Termahal

  • Dibeli Rp1,09 Triliun, Virgil van Dijk Jadi Bek Termahal
  • Dibeli Rp1,09 Triliun, Virgil van Dijk Jadi Bek Termahal

Virgil van Dijk.

LIVERPOOL - Premier League sekali lagi bikin geleng-geleng kepala. Kompetisi terglamour sejagad ini mencatatkan sebuah transfer fantastis untuk seorang pemain belakang bernama Virgil van Dijk.

Van Dijk sejak kemarin (28/12) secara resmi sudah bergabung dengan Liverpool. Bek 26 tahun itu hijrah dari Southampton dengan banderol harga GBP 75 juta (Rp1,36 Triliun).

Perpindahan Van Dijk ke Liverpool ini sebetulnya bukan satu kejuatan besar. Pada musim panas lalu mantan pemain Groningen dan Celtic itu nyaris berkostum Si Merah. Akan tetapi tawaran Liverpool saat itu sebesar GBP 60 juta (Rp1,09 Triliun) ditolak.

“Saya merasa gembira dan terhormat setelah terjadi kesepakatan menjadi pemain Liverpool. Hari ini (kemarin, red.) adalah hari yang membanggakan untuk saya juga keluarga saya karena saya telah bergabung dengan salah satu klub terbesar di dunia sepak bola,” tulisVan Dijk di Twitter, kemarin.

Bergabungnya bek kelahiran Breda tersebut diharapkan menjadi solusi buat pertahanan Liverpool yang belum konsisten sejauh ini. Kehadiran Dejan Lovren, Joel Matip, ataupun Ragnar Klavan tidak memberikan ketentraman pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Reaksi yang lahir atas kepindahan Van Dijk pun beragam. Mantan penyerang Newcastle dan Blackburn Rovers Alan Shearer kepada BBC Sport kemarin mengatakan banderol Van Dijk adalah overrated.

“Sama sekali dia (Van Dijk, red.) tak pantas dihargai semahal itu. Soton bisa saja menyebutkan harga ngawur yang mereka inginkan dan Liverpool yang sedang putus asa (kemudian menyanggupinya),” kata Shearer. “Seperti kita saksikan berulang kali musim ini, Liverpool sangat butuh sosok bek tengah, namun dengan GBP 75 juta? Rasanya tidak,” tambah pria berusia 47 tahun tersebut.

Malah dalam pandangan seorang Shearer, bisa saja uang yang dibelanjakan untuk seorang Van Dijk bisa dialihkan untuk mendapatkan dua pemain yang sangat dibutuhkan saat ini. Yakni seorang bek tengah serta seorang kiper.

Sedangkan bekas penyerang Liverpool, Real Madrid, dan Manchester United Michael Owen berpendapat dalam akun Twitter-nya, kedatangan Van Dijk ini sangat menggembirakan.

“Saya gembira dengan kabar ini. Van Dijk adalah transfer pemain yang bagus buat Liverpool. Tambahkan (Naby) Keita untuk musim panas mendatang maka segala masa depan akan sangat menjanjikan,” kata Owen.

Nah, keheranan Shearer akan banderol Van Dijk yang selangit ini bisa dimaklumi. Secara statistik versi Whoscored untuk kecakapan-kecapakan seorang bek seperti intersep atau clearance, Van Dijk bukan nomor satu.

Misal untuk kategori intersep, Van Dijk punya rerata 2,4 kali per laga. Bek Arsenal Nacho Monreal ada di atasnya dengan 2,6 kali per laga.

Kemudian pada aspek clearance ini bek Brighton Shane Duffy punya angka 8,4 kali per laga. Bandingkan dengan Van Dijk yang 'cuma' 6,5 kali per laga.

Sky Sports kemarin (28/12) juga membeberkan beberapa statistik kalau Van Dijk akan menjadi transfer penting Liverpool agar tetap kompetitif di empat besar Premier League.

Menurut Sky Sports Van Dijk adalah satu dari empat bek tengah Premier League yang dalam 60 penampilannya tak membuat satupun eror yang menyebabkan gol untuk pertahanan timnya.

Kemudian tak seperti bek Liverpool Lovren yang gemar men-dribble sampai 17 kali musim lalu, maka Van Dijk cuma enam kali. Selain itu, Van Dijk punya kemampuan yang mirip Leonardo Bonucci semasa di Juventus. Yakni mengorkestrai serangan dari linie belakang.

Hal itu terlihat akurasi umpan panjang Van Dijk yang apik. Musim lalu Van Dijk punya angka 62,6 persen untuk keakuratan umpan jauh. Bandingkan dengan bek tengah lain Liverpool seperti Matip, Klavan, dan Lovren. Matip punya angka terbaik dengan persentase akurasi umpan jauh 51,4 persen. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Datang dan Pergi karena Sampaoli
Datang dan Pergi karena Sampaoli

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kandaskan Spanyol, Konfidensi Vatreni Sudah Kembali

Kandaskan Spanyol, Konfidensi Vatreni Sudah Kembali

Kroasia kini tak lagi lupa caranya berpesta seperti saat Piala Dunia 2018. Kroasia kini kembali jadi salah satu tim yang menakutkan di Eropa.


Thailand Seharusnya Bukan Lagi Ganjalan

Thailand Seharusnya Bukan Lagi Ganjalan

Jadi negara paling banyak meraih gelar juara Piala AFF tampaknya membuat Thailand bosan.


Jelang Lawan UEA, Fokus Pulihkan Mental dan Fisik

Jelang Lawan UEA, Fokus Pulihkan Mental dan Fisik

Pertandingan Timnas u-19 Indonesia melawan Qatar U-19 (21/10) berlangsung ketat dan. Skor yang berakhir 5-6 untuk kekalahan Garuda Nusantara jadi buktinya.


Panggil Lagi Abduh Lestaluhu

Panggil Lagi Abduh Lestaluhu

Bek PS Tira Abduh Lestaluhu dipanggil ke timnas Indonesia untuk uji tanding melawan Hongkong pada 16 Oktober nanti.



Vinicius (Sementara) Bukan Solusi

Vinicius (Sementara) Bukan Solusi

Dibeli seharga EUR 45 juta tidak lantas membuat Vinicius Jr langsung menjadi andalan sejak jornada pertama.


Harus Lebih Tenang Manfaatkan Peluang

Harus Lebih Tenang Manfaatkan Peluang

Penyelesaian akhir jadi masalah utama Timnas Indonesia U-19 menuju Piala AFC U-19 pada 18 Oktober mendatang.


Bek Kelima yang Raih Penghargaan

Bek Kelima yang Raih Penghargaan

Pengakuan yang terbaik untuk Virgil van Dijk akhirnya datang juga.


Gaya Secepat Carlos Marchena

Gaya Secepat Carlos Marchena

Ciamiknya Valencia musim lalu berefek pada Jose Luis Gaya. Bek kiri berusia 23 tahun itu mendapat panggilan membela timnas Spanyol.


Pengin Jadi Presiden Klub

Pengin Jadi Presiden Klub

Spanyol bukan tempat yang asing bagi Ronaldo. Di sana, dia pernah sukses dengan dua klub raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!