Sepakbola
Share this on:

Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia

  • Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia
  • Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia

Timnas U-22 meraih tiga kali imbang dalam tiga laga uji coba. (pssi.org)

PNHOM PENH - Timnas U-22 meraih tiga kali hasil imbang dalam uji coba sebelum tampil di Piala AFF U-22 di Kamboja. Nah, ''hobi'' bermain seri itu rupanya masih berlanjut.

Skuad asuhan Indra Sjafri itu hanya bisa bermain imbang 1-1 saat menghadapi Myanmar pada laga perdana grup B Piala AFF U-22 kemarin. Garuda Muda (julukan timnas U-22) bahkan sempat tertinggal melalui gol Myat Kaung Khant saat laga baru berjalan 12 menit.

Beruntung, timnas bisa menyamakan skor melalui bek muda Persebaya Surabaya, Rachmad Irianto (37'). Apakah faktor lapangan mempengaruhi performa Andi Setyo dkk? Indra menampik anggapan tersebut.

Ya, seperti diketahui, National Olympic Stadium yang dipakai perhelatan laga timnas melawan Myanmar kemarin, menggunakan rumput sintetis. Beberapa pemain timnas merasa tak nyaman dengan kondisi lapangan buatan tersebut. Bahkan, pada menit ke 13, winger Osvaldo Haay harus mengganti sepatunya.

"Myanmar juga pakai lapangan yang sama. Itu tidak menjadi alasan," tegas Indra. "Mungkin adaptasi terhadap lapangan saja. Memang bukan kami saja yang mengeluh. Banyak tim juga mengeluhkan akan hal itu. Tapi itu bukan menjadi alasan,'' papar mantan pelatih Bali United itu.

Sebetulnya, Andi Setyo dkk sudah beradaptasi dengan lapangan rumput sintetis. Seminggu sebelum turnamen, mereka rutin berlatih di Lapangan C, Senayan. Namun, dalam Piala AFF U-22 kali ini, timnas hanya mendapat kesempatan sekali menjajal lapangan di National Olympic Stadium. Yaitu saat sesi latihan pada Sabtu (16/2) lalu.

Gelandang M. Rafi Syaharil juga tak menyalahkan kondisi lapangan. "Tapi, kami harus terus beradaptasi dengan lapangan. Belum terbiasa main di rumput seperti ini dengan cuaca yang lebih panas dari Jakarta," kata Rafi usai pertandingan.

Justru, menurut Indra, yang perlu dibenahi adalah soal koordinasi di lini belakang. "Pertandingan pertama kami prediksi memang selalu akan sulit. Babak pertama memang dari kesalahan dari pemain kami,'' tutur Indra. ''Setelah itu pelan-pelan mulai membaik. Namun tidak sebaik saat pertandingan uji coba," kata pelatih berusia 56 tahun itu.

Masuknya M. Rafi Syaharil pada menit ke-37 menggantikan Hanif Sjahbandi membawa perubahan. Timnas berhasil menyamakan kedudukan, setelah bola eksekusi sepak pojok M. Luthfi Kamal dikonversi menjadi gol oleh Rachmad Irianto.

Faktor lainnya, lanjut Indra, pergantian pemain yang tidak sesuai rencanya ikut berpengaruh terhadap performa timnya. Salah satunya, karena cedera yang menimpa Witan Sulaiman. Posisi Witan kemudian digantikan oleh Billy Keraf pada menit ke-65.

"Tentu itu mengganggu. Seharusnya pergantian pemain itu stategis. Tapi apa yang terjadi, ya terjadilah,'' paparnya. ''Billy lebih cocok di posisi yang dibutuhkan ketimbang Todd (Rivaldo Ferre). Untuk itu memang Billy yang disiapkan," ungkap Indra.

Nah, untuk menjaga peluang lolos, timnas harus bisa menang melawan Malaysia besok (20/2). Pertandingan kedua nanti bakal berat. Apalagi, tadi malam Malaysia kalah 0-1 dari Kamboja.

Disisi lain, hasil imbang ini begitu melegakan bagi Myanmar. Pelatih Myanmar Velizar Popov mengatakan, di atas kertas Indonesia dan Malaysia memang diunggulkan. "Jika seseorang meremehkan kami, maka mereka akan kesulitan. Indonesia sedikit arogan. Mereka pernah mengalahkan kami 7-1 (perebutan tempat ketiga Piala AFF U-19 2017),'' paparnya. (gil/bas/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dikaitkan dengan Inter, Mourinho Mulai Capai Nganggur

Dikaitkan dengan Inter, Mourinho Mulai Capai Nganggur

Sudah lebih dari tiga bulan pascadipecat manajemen Manchester United, Jose Mourinho masih saja jobless alias jadi pengangguran.


Ujian Skuat Muda Jerman

Ujian Skuat Muda Jerman

Usai Piala Dunia 2018, Jerman akan memainkan laga internasional pertamanya.


Timnas U-23 Siap Terbang ke Vietnam

Timnas U-23 Siap Terbang ke Vietnam

Timnas Indonesia U-23 semakin matang. Saat ujicoba melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (17/3), Timnas U-23 menang meyakinkan 3-


Timnas Dapat Pelajaran Berharga dari Negeri Kanguru

Timnas Dapat Pelajaran Berharga dari Negeri Kanguru

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia senior melakukan persiapannya menjelang laga uji coba internasional menghadapi Myanmar 25 Maret 2019, mendatang.


Chelsea Buru Kemenangan di Kiev

Chelsea Buru Kemenangan di Kiev

Chelseamemang belum pernah menang di Ukraina. Kali ini, klub berjuluk The Blues itu ingin menghapus catatan buruk saat menghadapi Dynamo Kiev.


Real Madrid Bangkit, Permalukan Real Valladolid 4-1 di Jose Zorrilla

Real Madrid Bangkit, Permalukan Real Valladolid 4-1 di Jose Zorrilla

Dua gol Karim Benzema membawa Real Madrid meraih poin penuh setelah menang 1-4 saat melawat ke kandang Real Valladolid, Senin (11/3) dinihari WIB.


Paris Saint-Germain (PSG) Waspadai Semangat Man United

Paris Saint-Germain (PSG) Waspadai Semangat Man United

Kendati menang 0-2 di leg pertama 16 Besar di Stadion Old Trafford, bukan berarti PSG akan dengan mudah lolos ke perempat final Liga Champions musim ini.


Tersingkir di Santiago Bernabeu, Musim Terburuk Real Madrid

Tersingkir di Santiago Bernabeu, Musim Terburuk Real Madrid

Juara bertahan Real Madrid tersingkir secara menyakitkan dari Liga Champions musim ini.


Kalahkan Thailand, Timnas U-22 Juara Piala AFF

Kalahkan Thailand, Timnas U-22 Juara Piala AFF

Timnas U-22 akhirnya berhasil menjuarai Piala AFF U-22. Di final, Garuda Muda berhasil mengalahkan Thailand 2-1.


Timnas U-22 Wajib Menang

Timnas U-22 Wajib Menang

Kamboja hanya menjadi pelengkap di Piala AFF U-22 2019? Buang jauh-jauh anggapan semacam itu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!