Sepakbola
Share this on:

Dua London Berebut Zona Champions

  • Dua London Berebut Zona Champions
  • Dua London Berebut Zona Champions

Aaron Ramsey.

LONDON - Tottenham dan Arsenal kembali bertemu. Dan, untuk ketiga kali St Totteringham's Day tak lagi berlaku ketika Spurs dan Arsenal bertemu lagi dalam Derby London Utara episode ke-195 malam nanti WIB. Dengan hanya terpisah satu strip (Spurs posisi ke-5 dan Arsenal ke-6) dan Arsenal empat poin di belakang Spurs, maka St Totteringham's Day belum pupus.

Serahkan semuanya pada dua aktor drama yang sedang top di London Utara. Dele Alli di balik The Lilywhites dan Mesut Oezil sebagai kreator serangan Arsenal (Siaran langsung beIN Sports 1 pukul 19.30 WIB). Ya baik Alli dan Oezil sama-sama jago drama di luar lapangan. Jika drama transfer Oezil sudah berakhir setelah meneken kontrak sampai 2021 di London Colney.

Sementara, Alli sedang jadi aktor paling hot setelah jadi buah bibir media-media Inggris dalam sepekan terakhir. Setelah dicap sebagai aktor diving terbanyak di Premier League dalam tiga musim terakhir saat melawan Liverpool (4/2), Pemain Muda Terbaik Premier League versi PFA musim lalu itu juga tersandung skandal video seks.

Video seks berdurasi 12 detik gelandang berusia 21 tahun itu tersebar luas pasca diving-nya di Anfield, Liverpool. Terlebih, media Inggris menduga bek Arsenal Hector Bellerin ada di balik kamera yang merekam adegan seks Alli itu. ''Pertunjukan tetap akan berlanjut,'' sebut Alli pada akun Instagram-nya @dele.

Terlepas dari drama negatifnya itu, Alli tetap Delstroyer. Terutama saat melakoni derby London Utara tidak di Emirates, kandang Arsenal. Dua musim pertama di The Lilywhites, Alli selalu jadi pembeda bagi di kandang sendiri. Meski tidak di Wembley. Namun, di White Hart Lane.

Alli mengirim assist di balik gol dari Harry Kane saat ditahan 2-2 Arsenal dalam pekan ke-29 Premier League 2015-2016. Alli pulalah yang jadi salah satu pencetak gol ketika Spurs menang 2-0 atas Arsenal pada derby London Utara terakhir di The Lane, musim lalu. Statistik dan citranya sebagai aktor drama dengan diving-diving-nya itu yang mampu membuat Arsene Wenger sebagai tactician Arsenal ketar-ketir.

''Pemain-pemain Inggris memang masternya diving,'' sebut Wenger, sebagaimana yang dikutip The Guardian. Wenger tak menyebut pemain Inggris mana yang dia maksud. Tapi, itu disinyalir tudingan yang dialamatkan Wenger pada Alli dan Harry Kane. Dua pemain ini yang jadi bulan-bulanan media saat menahan Liverpool. Keduanya pemain timnas Inggris.

Selain itu, Wenger juga punya pengalaman buruk dengan pemain Inggris lainnya, yaitu Raheem Sterling. Diving Heemio yang membuat Laurent Koscielny dkk dibekuk Manchester City 3-1 di Etihad, Manchester, 5 November 2017. ''Jangan ada lagi diving di derby ini,'' ucap pelatih yang cuma sekali memenangi derby London Utara di Premier League pada tiga musim terakhir itu.

Kreativitas Oezil-lah yang diharap Wenger bisa mengatasi drama-drama Spurs. Oezil di balik on fire-nya langsung klop dengan Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang. Apalagi, dalam duel pertama di Emirates lalu dia juga jadi pengirim assist di satu dari dua gol Arsenal.

Mauricio Pochettino, pelatih Spurs, menyebut melawan Arsenal saat ini akan jauh lebih berat dibandingkan paro musim pertama lalu. ''Sejak mereka membeli pemain baru, mereka itu sudah lebih menakutkan. Kini mereka jadi salah satu tim terbaik di Premier League,'' ungkap Poche, dikutip London Evening Standard.

Poche pun tak mau tinggal diam ketika Alli dan Kane disebut sebagai tukang diving di Premier League. ''Semua tentang kami saat ini sangat sensitif. Saya menyukai ancaman berbau sepak bola. Dan, sepak bola bagi saya kini lebih kreatif. Bagi saya, ini (diving) bukan menipu. Tapi bagaimana mengelabui lawan dengan cara yang bagus,'' tambahnya. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Fokus Dulu Conte
Fokus Dulu Conte

Berita Sejenis

Argentina Wajib Menang di Laga Pamungkas Grup

Argentina Wajib Menang di Laga Pamungkas Grup

Argentina mengulangi hasil Piala Dunia 2018 di Copa America 2019 ini. Yakni gagal menang dalam dua matchday yang dijalaninya.


Luis Suarez Belum Bisa Move On

Luis Suarez Belum Bisa Move On

Luis Suarez belum bisa move on dari pengalamannya di musim lalu, utamanya setelah gagal membawa Barcelona menjuarai Liga champions.


Juarai Liga Champions, Harga Pemain Liverpool Naik Tajam

Juarai Liga Champions, Harga Pemain Liverpool Naik Tajam

Sukses membawa Liverpool menjuara Liga Champions 2018/19 membawa berkah bagi sang pelatih Jurgen Klopp.


Adu Gengsi Duo London di Eropa

Adu Gengsi Duo London di Eropa

Chelsea akan baku hantam melawan Arsenal di final Liga Europa 2018/19, Kamis (30/5) dinihari pukul 02.00 WIB.


Gagal Tembus Liga Champions, Gattuso Mundur dari Milan

Gagal Tembus Liga Champions, Gattuso Mundur dari Milan

Kabar mengejutkan datang dari AC Milan. Sang pelatih Gennaro Gattuso dikabarkan memilih mundur dari jabatannya musim depan.


Nganggur, Duel Mourinho Versus Wenger Tetap Dinanti

Nganggur, Duel Mourinho Versus Wenger Tetap Dinanti

Rivalitas Jose Mourinho dengan Arsene Wenger dalam derby London sudah tak terjadi lagi sejak 19 September 2015 silam.


111 Tahun Menunggu, Atalanta Akhirnya Tembus Liga Champions

111 Tahun Menunggu, Atalanta Akhirnya Tembus Liga Champions

Liga Italia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Serie A 2018/19 telah resmi berakhir.


Ranieri Gagal Bawa AS Roma ke Liga Champions

Ranieri Gagal Bawa AS Roma ke Liga Champions

Kemenangan AS Roma 2-1 atas Parma di stadion Olimpico, Roma, Minggu (26/5) lalu, menjadi catatan manis bagi pelatih Roma Claudio Ranieri.


Ter Stegen Cedera, Peluang Bagi Cillessen

Ter Stegen Cedera, Peluang Bagi Cillessen

Di Barcelona ada dua penjaga gawang yang saat ini terus berebut tempat sebagai kiper nomor satu di klub Catalan itu.


Final Liga Champions, Pergantian Pemain Bisa Empat Kali

Final Liga Champions, Pergantian Pemain Bisa Empat Kali

Musim lalu, hanya tujuh pemain yang duduk di bench pada final Liga Champions.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!