Sepakbola
Share this on:

Harus Bisa Berdamai dengan Media

  • Harus Bisa Berdamai dengan Media
  • Harus Bisa Berdamai dengan Media

MADRID - Tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2018 membuat pelatih Spanyol Fernando Hierro meletakkan jabatannya. Tak sampai dua minggu, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sudah menunjuk pelatih anyar buat La Roja.

Kemarin (10/7) RFEF mengumumkan kalau eks pelatih Barcelona, Celta Vigo, dan AS Roma Luis Enrique diangkat sebagai nahkoda Spanyol. Enrique dengan segala catatannya merupakan kandidat utama dan satu-satunya.

Presiden RFEF Luis Rubiales seperti diberitakan Marca kemarin membantah sebelum bersepakata dengan Enrique, RFEF melakukan pembicaraan dengan pelatih Real Betis Quique Setien atau eks pelatih Malaga Michel.

“Sejak awal fokus kami hanya tertuju pada Lucho (Enrique, red.) dan tak ada yang lain. Dan kesepakatan itu akhirnya terjadi antara RFEF dengan Lucho,” kata Rubiales.

Penunjukkan Enrique sebagai nahkoda Spanyol kemarin meninggalkan catatan buat beberapa pemain. Khususnya penggawa Spanyol yang berkostum Real Madrid. Meski pernah berkostum Real, namun Enrique tak punya relasi yang baik dengan pemain-pemain seperti Sergio Ramos, Isco, Dani Carvajal, atau Nacho Fernandez.

Pun demikian relasi Enrique dengan Madridista. Pria asal Asturia itu lebih mendapat afeksi ketika bermain untuk Barcelona periode 1996-2004 dibandingkan saat berkostum Real pada 1991-1996.

“Memperbaiki relasi Enrique dengan fans Madrid sangat penting karena bagaimanapun juga Spanyol berkandang di Santiago Bernabeu. Kalau tidak mendapat dukungan disana maka hal itu menyusahkan timnas,” tulis Marca.

Problem selanjutnya menurut Marca adalah hubungan yang tak akur antara Enrique dengan media. Ketika menjadi pelatih Barca, terutama pada musim kedua dan ketiganya di Camp Nou, Enrique sering menyerang dengan pedas setiap mendapat pertanyaan yang sifatnya kritik dari media.

“Kami mengetahui masalah itu. Namun bagaimanapun juga Enrique adalah seseorang dengan tipe dan karakter tertentu namun ketika bersama timnas hal itu situasinya akan lain,” ujar Rubiales.

Nah, pertanyaan yang tak kalah penting yakni bermain seperti apakah nantinya Spanyol di bawah Enrique ? Pada era Vicente del Bosque, dilanjut Julen Lopetegui gaya passing pendek serta cepat dengan mengutamakan ball possession menjadi ciri khas Spanyol.

Padahal ketika terakhir menangani Barca selama musim 2014-2017, Enrique lebih senang memainkan bola-bola direct ke area pertahanan lawan. Dan pria berusia 48 tahun itu senang dengan tipe penyerang kuat dan bisa menang dalam duel one on one seperti Diego Costa.

AS kemudian menulis kalau ada beberapa nama pemain yang diprediksi akan kembali masuk ke timnas Spanyol. Padahal pada era Lopetegui, pemain-pemain itu kurang mendapatkan kepercayaan.

Di antaranya gelandang Bayern Muenchen Javi Martinez, gelandang Chelsea Pedro Rodriguez, playmaker Manchester United Juan Mata, bek kanan Sergi Roberto, dan gelandang Manchester United Ander Herrera. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ada Mourinho Lagi di El Clasico

Ada Mourinho Lagi di El Clasico

Perang komentar dengan Pep Guardiola, sampai mencolok mata Tito Villanova yang masih jadi asisten Pep pada 2011.


Sevilla Bisa Sulitkan Barcelona

Sevilla Bisa Sulitkan Barcelona

Barcelona belakangan ini seperti bukan Barcelona. Barca bak kehilangan giginya di depan gawang lawan.


Garuda Muda Harus Menang Lawan Kamboja

Garuda Muda Harus Menang Lawan Kamboja

Hobi seri timnas Indonesia U-22 masih berlanjut. Begitu pula dengan tren Indra Sjafri yang belum pernah menang saat menghadapi Malaysia.


Gaji Bisa Lebihi Grizzi, Tetapi Mono Bisa Pergi

Gaji Bisa Lebihi Grizzi, Tetapi Mono Bisa Pergi

Bayaran pelatih lebih rendah dari pemainnya? Siapa bilang. Diego Simeone bisa jadi salah satu buktinya.


Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Aral terjal menghadang Real Madrid yang tengah merajut langkah untuk bangkit.


Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Sebelum menang 3-0 atas Sassuolo pada giornata ke-23 Serie A (11/2), Juventus bermasalah dengan barisan pertahanan.


Dua Assist Di Maria, Kandaskan Manchester United 2-0 di Old Trafford

Dua Assist Di Maria, Kandaskan Manchester United 2-0 di Old Trafford

Manchester United harus menanggung malu di hadapan publik Old Trafford, Rabu (13/2) dinihari WIB.


Jika Tanpa Simic, Persija Pantang Panik

Jika Tanpa Simic, Persija Pantang Panik

Tugas pertama di babak eliminasi Liga Champions Asia (LCA) sudah dijalankan Persija Jakarta dengan mantap. Mereka menyingkirkan klub Singapura Home United.


Manchester United Fokus Tembus Empat Besar

Manchester United Fokus Tembus Empat Besar

Manchester United tampil fantastis dengan rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan.


El Clasico Seri, Barcelona Tolak Kaos Away Warna Putih

El Clasico Seri, Barcelona Tolak Kaos Away Warna Putih

Tradisi El Clasico yang selalu panas memang tidak bisa dihapus.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!