Sepakbola
Share this on:

Jamu City, The Gunners Harus Lebih Sabar

  • Jamu City, The Gunners Harus Lebih Sabar
  • Jamu City, The Gunners Harus Lebih Sabar

LONDON - Sampai kapan Arsenal terus bersabar bersama Arsene Wenger? Hingga bulan ke-8 musim ini, The Gunners sudah kehilangan dua trofi juara, Piala FA dan Piala Liga. Arsenal juga terancam gagal juara Liga Europa bulan depan. Dan, kembali ke Liga Champions musim depan pun hanya tinggal mimpi.

Terlebih, jika mengulang petaka di Wembley saat dihancurkan Manchester City 0-3 pada final Piala Liga di Wembley, London, Minggu lalu WIB (25/2). Ya peluang revans-nya atas The Citizens itu bakal diusung saat matchweek ke-28 Premier League di Emirates, London, dini hari nanti WIB (Siaran Langsung beIN Sports 1 pukul 02.45 WIB).

Kekalahan kesembilan Premier League akan makin membentangkan gap Arsenal dengan City jadi 10 kemenangan, atau 30 poin. Kembali ke zona Liga Champions pun sudah terpaut 10 poin dari Tottenham Hotspur yang ada di posisi keempat.

''Tak ada yang bisa membuatnya tetap bertahan di klub ini musim depan,'' kritik mantan striker Arsenal Ian Wright kepada BBC Sport.

Wright ingin Arsenal segera bersikap meski durasi kontrak Sang Profesor masih berakhir pada musim panas 2019. ''Klub ini butuh sosok baru, yang lebih muda, lebih ambisius, dan juga lebih punya inovasi terbaru,'' tambah Wright. Bagaimana Wenger? Tactician 68 tahun itu belum berubah.

Muka Wenger tetap tebal. Wenger masih konfiden untuk melanjutkan era 21 tahunnya di London Colney sampai dengan 2019 mendatang. ''Saya sudah di sini 21 tahun. Banyak tawaran dari luar negeri yang saya tolak, saya masih tak percaya jika Anda menanyakannya lagi (terkait kontrak),'' ucap Wenger, dalam konferensi pers sebelum laga menjamu City, di London Colney, tadi malam WIB.

Pelatih bergaji GBP 8,9 juta (Rp 169,5 miliar) itu tak khawatir jika posisinya tergusur di pekan ini. Apalagi setelah dia dikabarkan bertemu Dewan Direksi Arsenal kemarin WIB (28/2). Pertemuan yang disebut-sebut media Inggris meninggalkan keretakan antara Wenger dan pihak petinggi klub.

''Posisi saua tetap posisi saya,'' sebut Wenger. Dia tak khawatir dengan posisinya. Pelatih pengoleksi tiga trofi juara Premier League itu lebih khawatir andai Arsenal kembali jadi tumbal keganasan skuad City musim ini. Tak hanya di final Piala Liga kemarin Arsenal disikat City. Di matchweek 11 Premier League, Arsenal juga disikat City 1-3 di Etihad, Manchester (5/11).

Hancur lagi, maka ini jadi performa terburuk Arsenal-nya Wenger saat bertemu City. Dia paling mentok sekali kalah tiap head to head dalam semusim dengan City, tak sampai mencatat hat-trick kalah besar dari City. ''Jujur saja, itu kekhawatiran terakhir saya saat ini,'' kata Wenger. Meski, Wenger bisa bersembunyi dari rekor buruk City di kandang Arsenal.

Terutama sejak berkandang di Emirates. City tak pernah mengalahkan Arsenal saat main di Emirates sejak musim 2013-2014. Empat kali menjamu City, sekali Arsenal memenangi duel itu, dan tiga sisanya menahan City. Pep Guardiola musim lalu pun hanya bisa membawa pulang skor 2-2 dari Emirates.

Bukan isu masa depannya yang jadi fokus Wenger. ''Tugas saya fokus pada performa dan tugas saya juga menunjukkan klub ini masih bisa. Silakan orang lain menghakimi saya. Soal itu bukan urusan saya,'' seloroh Wenger. Guardiola, kepada BBC Radio 5 Live menyebut Wenger di saat ini tetap jadi pelatih top Premier League.

''Pengadian 20 tahunnya di Arsenal sudah mampu menjadi buktinya,'' puji Guardiola. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Super Simic Makin On Fire
Super Simic Makin On Fire

Berita Sejenis

Donnarumma Dipuja sekaligus Dicerca

Donnarumma Dipuja sekaligus Dicerca

Gianlugi Donnarumma harus mulai belajar bersikap sebagai seorang superstar.


Kunci Ada di Hak Siar Televisi

Kunci Ada di Hak Siar Televisi

Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) dua klub yang pernah tersandung kasus Financial Fair Play (FFP) dari UEFA musim 2014-2015.


Dominasi Penggawa City

Dominasi Penggawa City

Kebangetan kalau bukan pemain Manchester City yang memenangi gelar Pemain Terbaik Premier League Musim Ini versi PFA.


Kembalikan Lagi Gairah Eropa

Kembalikan Lagi Gairah Eropa

Andai yang lolos ke semifinal Liga Champions adalah Barcelona dan Manchester City, mungkin sensasi yang terjadi kemarin dinihari biasa saja.


Barcelona Tersingkir Menyakitkan

Barcelona Tersingkir Menyakitkan

Barcelona akhirnya kalah juga. Selah melakoni 19 lagi di semua kompetisi tanpa terkalahkan, Lionel Messi dkk harus mengakui keuanggulan AS Roma 3-0.


Persebaya Tumbang di Kandang

Persebaya Tumbang di Kandang

Penguasaan bola dominan dan peluang lebih banyak dengan catatan 18 tembakan, belum cukup membawa Persebaya Surabaya terhindar dari kekalahan.


DDG Bisa Jadi Kunci

DDG Bisa Jadi Kunci

Hanya Sergio Aguero generasi striker Manchester City yang mampu menjebol gawang David De Gea di Etihad, Manchester, pada laga Premier League.


Mimpi Buruk Itu Bernama Mikhi

Mimpi Buruk Itu Bernama Mikhi

''Dia (Henrikh Mkhitaryan) lagi, dia lagi,'' itulah komentar pelatih CSKA Moscow Viktor Goncharenko saat harus berjumpa kembali dengan Mikhitaryan.


Penahbisan yang Terbaik di Premiership

Penahbisan yang Terbaik di Premiership

Pep Guardiola selalu datang ke Anfield sebagai pecundang. Musim lalu, Sang Filsuf melihat skuad Manchester City-nya takluk 0-1 di Premier League.


Canda Zidane, Gol Saya Lebih Baik

Canda Zidane, Gol Saya Lebih Baik

Entrenador Real Madrid Zinedine Zidane melempar candaan saat ditanya soal gol Ronaldo, yang lahir dalam laga Juventus vs Real Madrid di Turin.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!