Sepakbola
Share this on:

Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!

  • Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!
  • Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!

LONDON - Sejak Roman Abramovich menjadi pemilik Chelsea pada Juni 2003 hanya ada dua kata yang membuat seorang pelatih nyaman di kursinya. Piala dan stabil. Kalau seorang pelatih gagal menghadirkan keduanya, siap-siap saja mengepak koper dan pergi dari The Blues.

Dua kekalahan beruntun di Premier League membuat ruang ganti Chelsea bergejolak. Dan kemenangan di matchweek 25 melawan tim juru kunci Huddersfield malam ini (2/2) di Stamford Bridge akan mereduksi goncangan di tubuh Chelsea (siaran langsung MNCTV/beIN Sports 1 pukul 22.00 WIB).

Pasca dibantai empat gol oleh Bournemouth di Vitality Stadium (31/1), pelatih Chelsea Maurizio Sarri menumpahkan amarahnya di ruang ganti pemain selama 50 menit. Semua pemain kena semprot Sarri.

Kapten Chelsea Cesar Azpilicueta dalam situs resmi klub menyatakan sejak menit pertama babak kedua bergulir timnya acap kali melakukan kesalahan. Jebol dua menit setelah babak kedua berjalan, gagal menyamakan skor, dan malah kalah empat gol di akhir laga.

“Kekalahan ini tak bisa diterima. Setelah pembantaian itu seluruh pemain berbicara dengan pelatih di ruang ganti dengan gamblang dan jantan,” kata Azpilicueta. “Kami berharap hasil yang lebih baik di laga selanjutnya,” tambah bek berusia 28 tahun itu.

Azpilicueta mengatakan kebangkitan di matchweek 25 ini akan memperbaiki posisi mereka di klasemen. Setelah kekalahan beruntun, posisi Chelsea melorot ke peringkat lima atau di luar zona Liga Champions.

“Kami harus menjaga konsistensi penampilan antara babak pertama dan kedua. Juga kami ingin meniru sukses di Piala FA dan Piala Liga menular di ajang Premier League,” kata mantan bek Osasuna dan Olympique Marseille tersebut.

Pundit ESPN Mark Ogden menulis kalau sabar dan proses adalah kata yang sulit ditemui pada era Abramovich ini. Dalam 16 tahun di bawah kendalinya ada 11 pelatih keluar masuk Stamford Bridge. Kalau di rata-rata maka periode seorang pelatih bertahan di kursi arsitek Chelsea ini cuma 1 tahun 4 bulan!

Ogden mencontohkan dua nama pelatih yang di awal musim demikian moncer dan menjanjikan namun belum rampung menjabat semusim mereka sudah ditendang. Kedua pelatih itu adalah Luiz Felipe Scolari dan Andre Villas-Boas.

Felipao, sapaan Luiz Scolari, memulai musim dengan cemerlang pada musim 2008-2009. Pria yang mengantar Brasil juara Piala Dunia 2002 itu memenangi sembilan dari 13 laga di awal musim.

Namun gagal menang di tiga laga beruntun (kalah 0-2 dari Liverpool (1/2/2009), seri 1-1 lawan Southend United (3/2/2009), dan seri 0-0 lawan Hull City (7/2/2009)) membuat Felipao dipecat Abramovich.

Setali tiga uang dengan Felipao, maka Villas-Boas juga dipecat setelah hanya sekali menang dalam lima laga terakhir. Mulai kalah 0-2 dari Everton (11/2/2012), seri 1-1 lawan Birmingham (18/2/2012), kalah 1-3 oleh Napoli (21/2/2012), lalu menang 3-0 dari Bolton Wanderers (25/2/2012), dan kalah 0-1 dari West Brom (3/3/2012)).

“Situasinya mirip dengan Sarri di Chelsea sekarang. Mereka demikian berjaya dalam 18 pertandingan di semua ajang namun dalam lima pertandingan terakhir mereka kalah tiga kali dan menang dua kali,” tulis Ogden di ESPN.

Bagaimana cara menyematkan karir Sarri yang dalam 29 tahun tak pernah meraih barang satu trofi pun ? Akurlah dengan pemain dan stop menyalahkan para pemain seperti yang dilakukan saat kalah dari Arsenal (19/1) lalu.

Sementara itu, dalam pre match press conference kemarin Sarri mengatakan tugasnya sebagai pelatih Chelsea ini yang terberat dalam karirnya. Namun Sarri akan mengupayakan spirit dan komunikasi dengan timnya kembali.

“Saya tak pernah berniat menyerang para pemain. Saya berbicara kepada mereka karena (strategi) saya butuh dimengerti oleh mereka,” ucap Sarri. “Saya ingin mengubah mentalitas mereka (yang naik turun),” tambah mantan bankir itu. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Chelsea Tetap Waspadai Slavia Praha

Chelsea Tetap Waspadai Slavia Praha

Chelsea punya beban relative lebih ringan dibandingkan Slavia Praha untuk lolos ke babak semifinal Europa League.


Tantang Lazio, Udinese Butuh Keajaiban

Tantang Lazio, Udinese Butuh Keajaiban

Kalah dua kali dan main imbang di tiga laga terakhirnya, bukanlah catatan yang bagus bagi Lazio.


Jangan Ceroboh Lagi Juve!

Jangan Ceroboh Lagi Juve!

Juventus gagal mengunci gelar Serie A, padahal mereka cukup membutuhkan hasil seri untuk merenggut scudetto tahun ini.


Huesca Ogah Jadi Bulana-bulanan Barcelona Lagi

Huesca Ogah Jadi Bulana-bulanan Barcelona Lagi

Sociedad Deportiva (SD) Huesca akan berjuang mati-matian untuk menghindari posisi juru kunci.


Satu Poin Lagi, Juventus Siap-siap Berpesta

Satu Poin Lagi, Juventus Siap-siap Berpesta

Juventus hanya membutuh tambahan satu poin untuk menjadi juara Serie A yang ke-8. Peluang meraih juara lebih dini itu sangat terbuka lebar.


Kalah Beruntung, Manchester United Ogah Menyerah

Kalah Beruntung, Manchester United Ogah Menyerah

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer meyakini timnya masih berpeluang untuk bisa melenggang ke babak selanjutnya.


Ajax Amsterdam Bisa Bikin Kejutan Lagi

Ajax Amsterdam Bisa Bikin Kejutan Lagi

Ajax mampu menahan imbang Juventus 1-1, saat kedua raksasa Eropa itu bertemu di leg pertama babak perempat final Liga Champions.


Chelsea Waspadai Kejutan Slavia Praha

Chelsea Waspadai Kejutan Slavia Praha

Untuk pertama kalinya, Slavia Praha lolos ke babak perempat final usai menyingkirkan pemilik lima gelar Sevilla.


Hazard Memang Laur Biasa

Hazard Memang Laur Biasa

Eden Hazard sukses mempertontonkan aksi magisnya, saat membawa Chelsea menang 2-0 atas tamunya West Ham United.


Satu Poin Lagi, Juventus Segel Gelar Serie A

Satu Poin Lagi, Juventus Segel Gelar Serie A

Hasil imbang 1-1 yang dipetik Napoli atas Genoa, Senin (6/3) dinihari, memberikan keuntungan bagi Jeventus.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!