Sepakbola
Share this on:

Jangan Sampai Kalah The Blues

  • Jangan Sampai Kalah The Blues
  • Jangan Sampai Kalah The Blues

ROMA - Bagi Chelsea, pertemuan kembali dengan AS Roma adalah keuntungan dan dilema. Bagaimana tidak, sejak imbang 3-3 melawan Giallorossi di Stamford Bridge (19/10), skuad besutan Antonio Conte itu selalu menang dalam tiga laga.

Tren menanjak datang di saat yang tepat karena kemenangan membuat mereka kian dekat dengan tiket ke fase knock out. Itulah yang membuat The Blues harus menurunkan pasukan terbaik.

Hanya saja, menjadi dilema karena Chelsea juga harus memikirkan laga mereka di Premier League. Akhir pekan ini, mereka sudah ditunggu Manchester United di Stamford Bridge yang juga sama krusialnya untuk memangkas jarak dengan pemuncak Manchester City.

So, Chelsea harus memilih. Menuntaskan The Italian Job demi kian mantapnya peluang ke fase knock out Liga Champions atau memprioritaskan pertandingan kontra United.

''Sungguh. Pekan ini sangat krusial bagi kami. Kami harus memikirkannya pelan-pelan, laga demi laga,'' kata Conte kepada ESPN. ''Untuk saat ini, pertandingan melawan Roma jadi yang terpenting setelah itu United. Bagaimanapun, kami harus tampil lebih baik dari pertemuan pertama,'' sambung mantan pelatih Juventus dan timnas Italia itu.

Pernyataan pelatih 48 tahun itu memang benar. Saat imbang 3-3, timnya bahkan sudah unggul dulu 2-0. Conte juga mengakui bahwa teror lebih besar bagi timnya akan diterima di Stadion Olimpico.

Dia juga mengakui bahwa Romanisti adalah suporter yang sangat fanatik. Benar saja. Saat di Stamford Bridge, mereka yang minoritas jumlahnya dibanding fans Chelsea saja berani bernyanyi rasis kepada mantan bek Roma Antonio Ruediger. Belakangan, aksi tersebut akan dijatuhi sanksi oleh UEFA.

''Kami di sana (Olimpico, Red) untuk bermain sepakbola. Pemain saya sudah kebal dengan teror semacam itu,'' kata Conte. ''Roma mengejutkan kami di London. Menurut saya, mereka lebih berbahaya ketimbang Atletico Madrid,'' timpal striker Chelsea Alvaro Morata.

Meski begitu, ancaman tidak hanya datang dari tribun. Sama halnya dengan Chelsea, Roma pasca imbang 3-3 juga selalu menang dalam tiga pertandingan mereka. Bahkan, mereka selalu menang dengan clean sheet.

Apalagi, dalam sepuluh musim terakhir, Chelsea tidak pernah menang tiap kali away ke Italia. Bahkan, Roma pernah menang 3-1 di fase grup Liga Champions musim 2008-2009. Kala itu, Roma berhasil menjadi juara grup dan Chelsea berstatus runner up.

Ancaman nyata bagi Chelsea datang dari Edin Dzeko. Penyerang 31 tahun itu saat ini tengah on fire. Dia sudah mencetak 10 gol dalam 13 laga dengan dua gol dilesakkannya di Stamford Bridge.

''Bagi pemain belakang, menang 1-0 lebih bagus daripada 3-2. Akan lebih baik bila hal itu bisa kami raih saat melawan Chelsea. Meski, satu poin juga tidak terlalu buruk bagi kami,'' kata bek Roma Federico Fazio kepada Corriere della Serra. (io/jpnn)

Berita Sebelumnya

Kans Raih Trofi Zamora
Kans Raih Trofi Zamora

Berita Berikutnya

Setan Merah Optimis Amankan Tiga Poin
Setan Merah Optimis Amankan Tiga Poin

Berita Sejenis

The Blues Bakal Samai The Magpies

The Blues Bakal Samai The Magpies

Tactician Chelsea Maurizio Sarri sepertinya hanya menghitung hari untuk ditendang dari Chelsea.


Bayern Muenchen Waspadai Kecepatan Pemain Liverpool

Bayern Muenchen Waspadai Kecepatan Pemain Liverpool

Jangan ragukan produktivitas gol Liverpool dan Bayern Muenchen musim ini.


Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Posisi runner-up Real Madrid di La Liga hanya berusia sepekan.


Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!

Jamu Huddersfield, Jangan Sampai Kalah Lagi Chelsea!

Sejak Roman Abramovich menjadi pemilik Chelsea pada Juni 2003 hanya ada dua kata yang membuat seorang pelatih nyaman di kursinya. Piala dan stabil.


Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

Filippo Inzaghi punya nama besar di Serie A semasa menjadi pemain.


Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Pekan lalu Tottenham Hotspur tersisih dari Piala Liga usai takluk 2-4 dalam adu penalti lawan Chelsea (25/1) di babak semifinal.


Real Madrid Kalah, tapi Tetap Lolos

Real Madrid Kalah, tapi Tetap Lolos

Kalah tidak selalu buruk. Lihat saja Real Madrid. Meski keok 0-1 oleh Leganes di Stadion Butarque kemarin dini hari WIB (17/1)


Tottenham Hotspur Kalah, Dua Pilar Langsung Tumbang

Tottenham Hotspur Kalah, Dua Pilar Langsung Tumbang

Apes benar Tottenham Hotspur. Selain ditumbangkan 0-1 oleh Manchester United di Stadion Wembley kemarin (14/1), Spurs juga kehilangan dua pemain kuncinya.


Barcelona Kalah, Coutinho Disorot Lagi

Barcelona Kalah, Coutinho Disorot Lagi

Label panic buying pasca kepergian Neymar Jr ke PSG pernah tersemat kepada Philippe Coutinho ketika setahun lalu dibeli Barcelona dari Liverpool.


Kalah di LA Liga, Real Madrid Incar Kemenangan di Copa del Rey

Kalah di LA Liga, Real Madrid Incar Kemenangan di Copa del Rey

Sergio Ramos dan Luka Modric mengakui bahwa mental sebagian besar penggawa Real Madrid tengah terpuruk.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!