Sepakbola
Share this on:

Jerman vs Belanda, Der Panzer Masih Lemah di Belakang

  • Jerman vs Belanda, Der Panzer Masih Lemah di Belakang
  • Jerman vs Belanda, Der Panzer Masih Lemah di Belakang

BERLIN - Dua rival lama antara Timnas Jerman dan Belanda bakal kembali saling berhadapan dalam lanjutan Kualfikasi EURO 2020 Grup C, Sabtu (7/9) dini hari pukul 01.45 WIB. Dalam laga yang bakal berlangsung di Volksparkstadion, Hamburg, itu, tuan rumah dinilai memiliki kekurangan, khususnya di sektor lini belakang.

Para pemain lini belakang Jerman yang dipanggil pelatih Joachim Loew dinilai masih belum banyak memiliki pengalaman. Hanya, Matthias Ginter dan Niklas Sule yang cukup baik. Pasalnya, Timnas Jerman kali ini tak melibatkan Antonio Rudiger dan mats Hummels.

Meski demikan hal itu nampaknya tak dipedulikan penjaga gawang Timnas Jerman, Manuel Neuer yang mengaku bahwa timnya sudah siap untuk menghadapi tim Orange tersebut. Apalagi di akui Neuer, timnya juga memiliki tekad kuat untuk terus melanjutkan tren positifnya.

Ya, hingga kini Jerman telah menjalani tiga pertandingan dan semua laga tersebut dilahapnya dengan kemenangan. Di laga perdana, Jerman telah melumat Belanda 3-2 di hadapan pendukung tim Orange, mengalahkan tuan rumah Belarusia 2-0 sebelum akhirnya membantai 8-0 Estonia.

Riahan tiga kemenangan itu, membuat Jerman kini menempati peringkat kedua klasemen Grup C dengan sembilan poin. Mereka selisih 3 poin dari Irlandia Utara yang kini menempati peringkat satu dengan koleksi 12 angka dari empat pertandingannya.

"Kami bakal bermain menghadapi tim terkuat di Grup C (Belanda, red). Tentunyabkami ingin terus meneruskan tren positif yang sudah kita dapat," ungkap Neuer.

Meski pernah meraih kemenangan atas Belanda pada laga sebelumnya, namun Neuer enggan menanggap remeh pasukan Ronald Koemen itu. Ia mengatakan, Belanda merupakan tim yang sangat berbahaya jika sudah mulai keluar menyerang.

"Belanda tim yang sangat berbahaya, apalagi si situasi bola mati. Mereka juga memiliki banyak variasi serangan dan bisa mencetak gol kapanpun," tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Marco Reus. Seperti dikutip situs resmi Federasi Sepak Bola Jerman, Reus mengatakan bahwa laga menghadapi Belanda merupakan persaingan besar yang tidak terjadi di lapangan saja, melainkan di sektor penggemar di seluruh dunia. Oleh sebab itu, timnya sangat bertekad untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut.

"Kami akan mencoba untuk bisa memenangkan pertandingan dan menujukkan kepada penonton permainan yanh bagus dan menerapkan apa yang telah diinstruksikan oleh pelatih. Bagi kami ini adalah pengalaman yang luar biasa, karena kita bermain di hadapan pendukung sendiri dengan tiket yang terjual habis," tutur Reus.

"Selalu ada permainan besar, klasik dimana Anda pergi dan berpikir. Karena Anda akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk negaranya. Tidak ada yang lebih baik dalam permainan seperti itu selain menjadi pemenang setelah 90 menit," tambahnya.

Disisi lain, Timnas Belanda bakal mendapat ujian untuk membuktikan asa mereka tanpa seorang penyerang murni saat menjalani laga tersebut. Dipanggilnya Justin Kluivert bahkan diyakini publik tidak akan banyak memberikan pengaruh terhadap ketajaman Belanda.

Ya, Kluivert mendapatkan kesempatan bergabung skuat Belanda dalam laga nanti menggantikan gelandang sayap, Steven Bergwijn yang mengalami cedera.

Namun, dipanggilnya anak mantan penyerang legendaris Belanda, Patrick Kulivert itu oleh pelatih Ronlad Koeman sendiri cukup dipertanyakan. Pasalnya, pemain berusia 20 itu tidak memiliki banyak pengalaman setelah baru dua kali diturunkan bersama tim senior Belanda di laga ujicoba.

Kluivert sendiri heran dan terkejut dengan pemanggilannya tersebut, akan tetapi ia siap memberikan permaian terbaik dalam laga tersebut. "Cukup mengejutkan saya dipanggil. Setelah meninggalkan AFC Ajax ke AS Roma, musim panas tahun lalu, saya merasa lebih kuat dan matang. Saya mampu membuat lebih banyak assist dan gol," tuturnya seperti dikutip Bild.

Diketahui, Belanda saat ini hanya memiliki dua penyerang murni, yakni Luuk De Jong dan Donyell Malen. De Jong sudah 29 tahun dan baru mencetak empat gol dalam 19 kali dimainkan. Bahkan, gol terakhir penyerang yang kini memperkuat Sevilla CF itu dibuat hanya di laga ujicoba melawan Rumania, 14 November 2017 lalu.

Malen bahkan belum pernah dimainkan. Praktis, mesin gol Belanda saat ini hanya Memphis Depay yang posisi alaminya berada di sayap kiri. Belanda sendiri kini berada di posisi ketiga klasemen Grup C, dengan raihan tiga poin dari dua pertandingan. (wsa/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mesin Gol PSM Makassar Belum Produktif

Mesin Gol PSM Makassar Belum Produktif

Tersisa sepuluh laga lagi yang harus dijalani PSM. Namun, mesin gol masih lesu.


Smalling Dibanderol 20 Juta Euro, Roma Nawar Setengahnya

Smalling Dibanderol 20 Juta Euro, Roma Nawar Setengahnya

Jendela transfer musim dingin masih dua bulan lagi. Momen ini dipakai klub Serie A membuat daftar dan melakukan pendekatan pemain incarannya.


Adu Gensi Tim Elit dan Medioker

Adu Gensi Tim Elit dan Medioker

Piala Liga yang saat ini bernama Carabou Cup masih menjadi representasi harapan puluhan tim Football League Britania Raya.


Jamu Genoa, Juve Wajib Menang

Jamu Genoa, Juve Wajib Menang

Keberuntungan masih menghampiri Juventus pekan ini. Meski harus bermain imbang 1-1 melawan Lecce, namun posisi pemuncak Serie A berhasil diamankan.


Solksjaer Masih Belum Puas

Solksjaer Masih Belum Puas

Manchester United akhirnya meraih kemenangan perdana di laga tandang.


Tira Persikabo Masih Tertahan di Peringkat Lima

Tira Persikabo Masih Tertahan di Peringkat Lima

Tira Persikabo lagi-lagi gagal meraih poin penuh dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019.


Cedera Engkel, Pluim Belum Sembuh 100 Persen

Cedera Engkel, Pluim Belum Sembuh 100 Persen

Kapten PSM Wiljam Pluim tetap dimainkan sejak menit awal saat melawan Madura United. Padahal sang jenderal lapangan tengah tersebut masih cedera.


Duo Inggris Masih Perkasa

Duo Inggris Masih Perkasa

Manchester City dan Tottenham Hotspur tampil perkasa pada Matchday ketiga Liga Champions 2019/2020.


Arsenal vs Vitoria, Menanti Pembuktian Xhaka

Arsenal vs Vitoria, Menanti Pembuktian Xhaka

Rasa sakit atas kekalahan 1-0 dari tim promosi Sheffield United masih membekas di benak gelandang Arsenal, Granit Xhaka.


Manchester City Masih Belum Siap

Manchester City Masih Belum Siap

Menurut Pep Guardiola, The Citizens masih belum siap untuk meraih trofi Liga Champions di musim 2019/2020.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!