Sepakbola
Share this on:

Kalah 5-0 di Fase Grup, Bukan Jaminan Brasil Menang vs Peru di Final

  • Kalah 5-0 di Fase Grup, Bukan Jaminan Brasil Menang vs Peru di Final
  • Kalah 5-0 di Fase Grup, Bukan Jaminan Brasil Menang vs Peru di Final

PORTO ALEGRE - Peru membuat kejutan di Copa America 2019 kali ini. Datang dengan status tak diunggulkan, Peru menyegel satu tempat tersisa di final untuk bertemu dengan tuan rumah Brasil. Pada babak semifinal, Peru sukses membantaiCiledengan skor 3-0 di Arena do Gremio, Porto Alegre, Kamis (4/7) pagi WIB.

Mengandalkan pemain berpengalamanPaolo Guerrero, Peru tampil agresif sejak menit awal laga. Cile yang punya materi pemain lebih bagus, ternyata lebih cenderung bermain defensif. Peru membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui Edison Flores usai menerima umpan dari Andre Carillo. Bola tendangan kaki kiri Flores tidak mampu dibendung oleh penjaga gawang Gabriel Arias.

Cile sempat memberikan ancaman lewat aksi Charles Aranguiz, Alexis Sanchez dan Eduardo Vargas. Namun, justru Peru yang menambah gol sebelum babak pertama usai. Pada menit ke-38, Yoshimar Yotun membawa Peru unggul dengan skor 2-0.

Pada babak kedua, Cile berusaha keluar dari tekanan. Mereka tampil lebih agresif. Pada menit ke-51, peluang dari Vargas hanya mengenai mistar gawang. Penjaga gawang Peru, Pedro Gallese, dibuat jatuh bangun pada laga babak kedua.

Terus menyerang, ternyata Cile tak mampu menembus rapatnya pertahanan Peru yang dikawal Luis Advincula, Carlos Zambrano, Luis Abram, dan Miguel Trauco. Justru Peru yang kembali mencuri gol di pengujung laga. Pada menit 90+1, Peru memungkasi perlawanan Cile lewat gol Paolo Guerrero.

Pada menit 90+5, Cile mendapat penalti. Tapi, eksekusi Vargas bisa dimentahkan oleh Gallese. Peru menang dengan skor 3-0 dan akan menantang Brasil pada final Copa America 2019 yang digelar 8 Juli mendatang di Marcana.

"Ini adalah hari yang sangat istimewa, karena kami bisa sampai ke final," kata Paolo Guerrero di Sky Sports.

Ini adalah final kedua Peru di Copa America yang versi modern.Sebelumnya, Los Incas-julukan Peru-baru sekali bermain di babak final Copa America. Itu terjadi pada edisi 1975 silam. Waktu itu, Peru mengalahkan Kolombia dan meraih gelar mereka yang kedua di kompetisi ini.

Gelar pertama diraih Peru pada edisi 1939, ketika masih memakai format yang berbeda. Saat itu itu, Copa America yang masih bernama South American Championship hanya diikuti lima tim. Yaitu Peru, Uruguay, Paraguay, Cile, dan Ekuador. Saat itu, juaranya ditentukan lewat perolehan poin terbanyak.

Cile, yang merupakan juara beruntun dua edisi terakhir, gagal ke final. Namun Cile masih punya satu pertandingan tersisa, yakni perebutan tempat ketiga. Lawannya adalah Argentina, yang disingkirkan Brasil di semifinal lainnya.

Duel Peru melawan Cile ini seperti deja vu. Peru pernah menghajar Chile dengan skor yang sama pada 1949 silam. Lokasinya juga di Brasil. Dan, kemenangan dengan skor 3-0 ini adalah kemenangan terbesar Peru dalam laga kompetitif melawan Cile. Namun ini bukan yang pertama kali.

Sebelumnya, tepatnya pada 30 April 1949, Peru pernah menekuk Cile 3-0 juga di turnamen ini. Uniknya, edisi tersebut juga digelar di Brasil. Duel yang digelar di Estadio do Pacaembu, Sao Paulo itu juga dimenangkan Peru dengan skor 3-0 lewat dua gol Alfredo Mosquera dan satu gol Felix Castillo. (wsa/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Loew Sebut Jerman Bukan Favorit

Loew Sebut Jerman Bukan Favorit

Jerman harus menang atas Belarusia pada laga lanjutan kualifikasi Grup C di Borussia Park, dini hari nanti.


Brasil vs Argentina, Berharap Tuah Messi

Brasil vs Argentina, Berharap Tuah Messi

Pertarungan akbar akan tersaji di King Saud University Stadium, Riyadh, Sabtu (16/11) dini hari WIB.


Bosnia vs Italia, Gli Azzurri Incar Sembilan Winning Streak

Bosnia vs Italia, Gli Azzurri Incar Sembilan Winning Streak

Italia yang telah memastikan diri lolos ke putaran final EURO 2020 bakal mempertahankan catatan sempurnanya saat melawat ke Bilino Polje Stadium, markas Timnas



Netizen Minta Pertahankan Coach Fakhri

Netizen Minta Pertahankan Coach Fakhri

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19, Fakhri Husaini berpamitan usai membawa skuat Garuda Nusantara lolos ke putaran final Piala AFC U-19 202


Timnas U19 Waspadai Kejutan Hongkong

Timnas U19 Waspadai Kejutan Hongkong

Tim Nasional (Timnas) U19 akan kembali melanjutkan kiprahnya di babak Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 Grup K, Jumat (8/11) petang, nanti..


Lupakan Premier League Dulu The Red Devils!

Lupakan Premier League Dulu The Red Devils!

Manchester United kembali menjadi pesakitan di Liga Premier, usai kalah 0-1 dari Bournemouth, Sabtu (2/11) lalu.


Locomotiv vs Juventus, Hanya Satu Kata Menang!

Locomotiv vs Juventus, Hanya Satu Kata Menang!

Mister 33 (julukan Sarri) kembali ditantang untuk bereksperimen dengan komposisi Sarriball-nya.


Real Madrid vs Galatasaray, Tinggal Fokus Saja

Real Madrid vs Galatasaray, Tinggal Fokus Saja

Tim raksasa Spanyol, Real Madrid bakal menjamu Galatasaray di matchday keempat Grup A Liga Champions 2019-2020.


Barcelona vs Slavia Praha, Bukan Laga Mudah

Barcelona vs Slavia Praha, Bukan Laga Mudah

Barcelona akan menjamu Slavia Praha di matchday keempat Grup F Liga Champions, dinihari nanti.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!