Sepakbola
Share this on:

Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

  • Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna
  • Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

BOLOGNA - Filippo Inzaghi punya nama besar di Serie A semasa menjadi pemain. Selama lebih dari dua dekade membela klub-klub Italia seperti Juventus dan AC Milan, Inzaghi meraih tiga scudetto. Pemilik julukan Super Pippo itu juga menyabet predikat capocannoniere 1996–1997.

Namun, peruntungannya berbalik 180 derajat setelah duduk di kursi pelatih. Pippo tak lagi super. Dua kali pria 45 tahun tersebut menjadi allenatore klub Serie A, dua kali pula berakhir dengan pemecatan.

Setelah ditendang Milan pada akhir musim 2014–2015, kemarin WIB (29/1) ganti Bologna yang memberhentikannya. Rossoblu telah menunjuk Sinisa Mihajlovic sebagai pengganti. Bak deja vu karena Miha pula yang menangani Milan setelah kepergian Pippo.

Keputusan mengakhiri kerja sama dengan Inzaghi diambil setelah Bologna dihabisi Frosinone empat gol tanpa balas dalam giornata ke-21 di kandang sendiri, Renato Dall’Ara (27/1). Kekalahan yang melengkapi streak 14 laga tanpa kemenangan Rodrigo Palacio dkk di Serie A.

”Bologna bersama Filippo Inzaghi (musim ini) bukan Bologna yang sesungguhnya. Bagi saya, dia sudah kehabisan peluang gagalnya,” ucap Presiden Bologna Joey Saputo sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport.

”Kami telah kehilangan karakter kami,” lanjut Saputo. Selama lima musim pengusaha asal Kanada tersebut menduduki kursi orang nomor satu Bologna, baru di era Inzaghi Rossoblu hanya bisa melesakkan 16 gol dalam 21 giornata pertama.

Berbeda dengan Pippo, sang adik, Simone Inzaghi, masih ”berkibar” sebagai juru taktik Lazio. Tiga tahun menangani Biancocelesti, Simo juga sudah memenangi trofi (Supercoppa Italiana 2017).

Pippo bukan satu-satunya pelatih dengan latar belakang pemain top yang dipecat dalam sepekan. Thierry Henry malah didepak dari AS Monaco dengan durasi jabatan hanya 108 hari atau sekitar empat bulan.

Titi –sapaan akrab Henry– yang punya karir cemerlang sebagai striker Monaco, Arsenal, hingga Barcelona gagal menyelamatkan Monaco dari zona degradasi di Ligue 1. Di Liga Champions, Los Monegasques malah menjadi bulan-bulanan (sekali seri dan tiga kali kalah) serta hanya mampu mencetak sebiji gol.

Emmanuel Petit, rekan setimnya di Arsenal dan timnas Prancis, menyebut Henry belum punya jiwa melatih. Padahal, pria 41 tahun itu sempat menjadi asisten pelatih timnas Belgia selama hampir dua tahun. ”Saya melihat mindset-nya (Henry) masih sebagai pemain. Saat ini, dia seharusnya sudah seratus persen memahami kinerjanya sebagai pelatih,” ungkapnya sebagaimana dilansir Goal.

Background Henry sebagai pundit pun belum dapat dihilangkannya. Henry memang dikenal sebagai pundit Sky Sports sebelum terjun di dunia kepelatihan. ”Berkomentar sebagai pelatih itu beda dengan sebagai pundit. Ini bisa jadi bahan pelajaran untuknya bahwa tak mudah jadi pelatih,’’ imbuh Petit.

Di sisi lain, tidak semua mantan pemain top yang flop sebagai pelatih musim ini. Sebut saja mantan gelandang timnas Inggris Steven Gerrard dan Frank Lampard yang menjalani debut sebagai tactician. Gerrard, misalnya, bisa nyetel dengan Rangers. The Gers masih bersaing dengan Celtic di Scottish Premiership. Sementara itu, Lampard masih menempatkan Derby County di enam besar Championship.

Hanya, ada perdebatan terkait survive-nya Gerrard-Lampard. Tak lain karena Stevie G, sapaan akrab Gerrard, maupun Super Frenkie –julukan Lampard– menangani klub yang bukan di level elite Eropa. (ren/c17/dns/jpg)

Berita Sebelumnya

Higuain Tak Cukup Pede Jadi Algojo
Higuain Tak Cukup Pede Jadi Algojo

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Verratti Pastikan Italia Belum Pernah Kalah

Verratti Pastikan Italia Belum Pernah Kalah

Italia berhasil mempertahankan rekor sempurna dalam kualifikasi Euro 2020.


Rilis Jersey Baru di Laga Terakhir

Rilis Jersey Baru di Laga Terakhir

AS Roma akhirnya merilis kostum kandang anyarnya untuk musim 2019-2020. Motif petir tersablon dalam kerah dan ujung lengan jersey tersebut.


Arsenal Tinggal Berharap Tottenham Hotspur Kalah

Arsenal Tinggal Berharap Tottenham Hotspur Kalah

Arsenal gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang 1-1 Brighton and Hove Albion di Emirates Stadium, Minggu (5/5) kemarin.


Jika Kalah dari Newcastle, Liverpool Game Over

Jika Kalah dari Newcastle, Liverpool Game Over

Kekalahan 0-3 dari Barcelona di leg pertama babak semifinal Liga Champions masih menyisakan rasa perih di benak pemain-pemain Liverpool.


Pochettino: Tottenham Hotspur Masih Hidup

Pochettino: Tottenham Hotspur Masih Hidup

Kalah 0-1 dari Ajax Amsterdam di babak semifinal Liga Champions, Rabu (1/5) dinihari WIB, bukanlah akhir dari perjalanan Spurs di kompetisi tahunan ini.


Kalah di Final, PSG Gagal Kawinkan Gelar

Kalah di Final, PSG Gagal Kawinkan Gelar

Paris Saint Germain (PSG) gagal mempertahankan gelar juara Coupe de France setelah kalah secara dramatis dalam drama adu penalti melawan Rennes, Minggu (28/4) d


Kalah Lagi, Spurs Terancam Tak Lolos Liga Champions

Kalah Lagi, Spurs Terancam Tak Lolos Liga Champions

Gol semata wayang Michail Antonio di menit 67 menutup kemenangan West Ham dalam laga tandang atas Tottenham Hotspur, Sabtu (27/4) malam.


Kalah Lagi, Persija Dalam Periode Buruk

Kalah Lagi, Persija Dalam Periode Buruk

Persija Jakarta lagi-lagi menelan kekalahan saat mengarungi pertandingan di turnamen resmi.


Don Carlo Murka Lagi

Don Carlo Murka Lagi

Napoli gagal mengumpulkan poin penuh usai kalah 1-2 atas tamunya Atalanta, di pekan ke-33 yang dihelat di stadion Sao Paolo, Selasa (23) dini hari WIB.


Manchester United Bisa Terlempar dari Zona Liga Champions

Manchester United Bisa Terlempar dari Zona Liga Champions

Manchester United menyerah dengan skor telak 0-4 di kandang Everton Stadion Goodison Park, Liverpool, Minggu (21/4) malam WIB.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!