Sepakbola
Share this on:

Kans Persembahan Terakhir Enrique

  • Kans Persembahan Terakhir Enrique
  • Kans Persembahan Terakhir Enrique

MADRID - Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang. Entrenador Barcelona Luis Enrique pun tak mau pergi dari Camp Nou tanpa nama yang harum.

Di antara tiga musim bersama Barca, 2014-2017, Enrique sudah menambahkan delapan trofi dalam kabinet Barca. Dan menang Copa del Rey musim ini akan menyelamatkan perjalanan Barca musim ini setelah tersisih di perempat final Liga Champions dan kalah oleh Real Madrid dalam perburuan titel La Liga.

Tak mau hat-trick jadi pecundang musim ini, maka Enrique membawa ambisi yang berapi-api buat menaklukkan Alaves di partai puncak Copa del Rey dini hari nanti (28/5) di Vicente Calderon. Dalam dua pertemuan Barca dengan Alaves musim ini di La Liga, Barca menang sekali dan kalah sekali.

Alaves pun jadi tim pertama yang mencorengkan arang di kandang Barca Camp Nou dengan kemenangan 2-1 (10/9). Seperti diberitakan Marca kemarin (26/5), Enrique berkata seandainya menang maka angka sembilan trofi sepanjang karirnya yang berumur tiga musim ini bukan angka yang jelek.

Jika dirata-rata, tiga trofi per musim. Namun hal tersebut, tambah Enrique, tak perlu dilebih-lebihkan. ?Saya memiliki kemungkinan menutup lingkaran karir saya di Barca dengan gelar lagi. Saya mau memanfaatkan sebagus mungkin kans tampil di final ini,? tutur pria asal Gijon tersebut.

Pada final ini, Barca kehilangan Luis Suarez akibat akumulasi kartu. Sedang Gerard Pique dan Javier Mascherano sudah bergabung dengan latihan bersama Andres Iniesta dkk kemarin.

Enrique punya substitusi yang pas untuk Suarez yang absen di laga ini. Francesco 'Paco' Alcacer yang menemukan ketajaman pada paruh kedua musim ini jadi penambal Suarez. Alcacer musim ini membikin tujuh gol, enam di La Liga dan satu di Copa del Rey.

Nah, mantan pelatih AS Roma dan Celta Vigo ini menuturkan kalau final akan susah untuk diprediksi. Walau dalam pertemuan terakhir di kandang Alaves (11/2), Barca menang setengah lusin gol bukan berarti kali ini Blaugrana, julukan Barca, menang gampang.

?Perjalanan kami maupun Alaves menuju ke partai puncak tidaklah gampang. Jadi, kalau kedua tim adalah tim yang tangguh juga layak ada di final,? kata Enrique.

Enrique juga melihat hasil pertemuan pertama keduanya musim ini dimana Barca kalah adalah satu kelengahan. Barca yang terkena serangan balik Alaves terkejut dan tak siap. Dua gol Alaves keduanya lahir dari skema yang sama.

Enrique pun kepada media menyatakan akan membuat pengumuman penting pada hari dimana dirinya dikontrak oleh Barca tiga musim lalu. ?Pada 10 Juli saya akan memberimu kejutan, bahkan ini bisa membuat kamu jantungan,? ujar Enrique.

Bek Barca Jordi Alba kepada EFE berujar musim ini bukanlah musim yang gampang dilalui. Termasuk setelah melakoni comeback luar biasa saat lawan Paris Saint-Germain (PSG) di second leg 16 besar Liga Champions dengan menang 6-1, Barca malah kemudian kalah oleh Juventus di delapan besar.

?Kami berhak untuk memenangi Copa del Rey musim ini. Kami mengalahkan Athletic Bilbao di 16 besar, lalu Real Sociedad di perempat final, dan Atletico di semifinal,? ucap Alba. ?Tinggal selangkah lagi maka mimpi kami juara akan terealisasi,? tambah bek timnas Spanyol itu.

Di sisi lain, entrenador Alaves Mauricio Pellegrino mengatakan kepada Marca kemarin kalau dirinya tak gentar dengan nama besar Barca. Meski cuma semusim di Camp Nou, Pellegrino optimis bekas timnya itu akan kesulitan.

?Saya punya sekumpulan pemain yang kompetitif musim ini. Kami akan berusaha mencari bagaimana caranya sesimpel mungkin dan memakai senjata yang kami punya,? ucap Pellegrino.

Musim ini Alaves yang promosi pada akhir musim finis di posisi sembilan klasemen. Dengan tujuh pemain pinjaman, Pellegrino berhasil mengoptimalkan pemain-pemain seperti Theo Hernandez (pinjaman Atletico Madrid), Rodrigo Ely (pinjaman AC Milan), Deyverson (Levante), dan Ruben Sobrino (pinjaman Manchester City). (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tak Ingin Bernasib seperti Three Lions

Tak Ingin Bernasib seperti Three Lions

Memiliki generasi emas memang memperbesar kans berbicara banyak di major event. Namun, bukan berarti sudah digaransi trofi.


Tantangan Brasileiro Pertama Era Mourinho

Tantangan Brasileiro Pertama Era Mourinho

Andreas Pereira. Ya, hanya Andreas-lah Brasileiro yang ada di Manchester United-nya Jose Mourinho dua musim terakhir.


Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Italia selalu membosankan tiga musim terakhir. Juventus selalu mendominasi semua pesta juara domestiknya. Baik scudetto Serie A, ataupun juara Coppa Italia.


Kartu Pertama Mo Salah

Kartu Pertama Mo Salah

Paceklik gol dalam tiga laga terakhir membuat Mohamed Salah frustrasi.


Pelukan Terakhir di El Clasico

Pelukan Terakhir di El Clasico

Sulit untuk membenci Andres Iniesta, termasuk entrenador Real Madrid Zinedine Zidane.


Belakang Tengah Bagus, Depan Loyo

Belakang Tengah Bagus, Depan Loyo

Berakhir sudah PSSI Anniversary Cup 2018. Bahrain yang dalam pertandingan terakhir kemarin menang atas Korea Utara 4-1 keluar sebagai juara.


Latihan Terakhir dengan Wenger

Latihan Terakhir dengan Wenger


Kans Gelar United Musim Ini

Kans Gelar United Musim Ini

Wembley Stadium masih menjadi arena bermain bagi Alexis Sanchez. Dua kali Alexis mengangkat trofi Piala FA di Wembley, masing-masing pada 2015 dan 2017.


Kans Mignolet dan Donnarumma

Kans Mignolet dan Donnarumma

Krisis juga terjadi di bawah mistar. Belgia, misalnya. Mereka harus mengganti posisi Thibaut Courtois saat uji coba melawan Arab Saudi.


Para Matador Kembali, Chelsea pun Menang

Para Matador Kembali, Chelsea pun Menang

Sudah lama matador-matador dari Stamford Bridge tak pernah menggila. Kali terakhir, matador-matador Chelsea mengamuk dalam Boxing Day, 26 Desember.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!