Sepakbola
Share this on:

Karius, Baru Dua Bulan Dua Blunder

  • Karius, Baru Dua Bulan Dua Blunder
  • Karius, Baru Dua Bulan Dua Blunder

MALMOE - Belum genap sepekan Loris Karius mendapat julukan baru dari fans Besiktas. Ya, julukan Spiderman didapatkan Karius. Julukan itu setelah dia mencatatkan clean sheet pertama di Super Lig Turki melawan Kayserispor (29/9). Tapi, Jumat dini hari kemarin WIB (5/10) fans Besiktas harus berpikir ulang soal julukan Spiderman itu.

Itu setelah Karius kembali jadi Karius seperti di klub asalnya, Liverpool. Karius kembali melakukan blunder ketika Besiktas ditaklukkan Malmoe FF 0-2 di Swedbank Stadion, Malmoe, pada Matchday kedua fase grup Liga Europa. Blunder itu yang jadi awal terjadinya gol pertama Di blae.

Awalnya, bek Malmoe Andreas Vindheim melakukan crossing. Lantas bola crossing-nya itu membentur bek Besiktas, Caner Erkin pada menit ke-53. Bola liar berbelok ke gawang yang dijaga Karius. Apesnya kiper yang jadi pujaan fans cewek Besiktas itu salah mengantisipasinya dan bola dengan mudah menjebol gawangnya.

Blunder yang sudah diprediksi fans Malmoe sebelumnya. Dilansir Expressen, sejak awal laga fans mantan klub Zlatan Ibrahimovic itu sudah membentangkan banner besar. Terutama di area tribun belakang gawang.

''Kepalanya masih sakit, bayang-bayang itu (blunder di final Liga Champions) masih menaunginya. Hebatnya, Karius sekarang berada di sini,'' tulis fans Malmoe dalam banner-nya.

Ini blunder pertama Karius di Liga Europa musim ini. Tetapi semenjak datang ke Nevzat Demir Tesisleri sebagai pinjaman The Reds, Karius telah dua kali blunder pada 35 hari pertama di Besiktas. Sebelumnya, kiper berusia 25 tahun itu juga melakukan blunder, ketika debutnya di Super Lig.

Tepatnya saat bertandang ke markas Bursaspor 2 September lalu. Besiktas yang sudah di ambang kemenangan sampai lima menit terakhir, malah harus tertahan 1-1, ketika blundernya di menit ke-86 berakhir gol Diafra Sakho.

''Saya tak pernah mengira bola itu datang lebih cepat ke arah saya,'' kilah Karius seperti dikutip Fanatik.

Selain gol dari blundernya, Karius memungut bola dari gawangnya untuk kedua kali saat Markus Rosenberg sukses mengeksekusi hadiah penalti. Wasit Aleksandar Stavrev memberikan hadiah penalti bagi Malmoe setelah pelanggaran Erkin pada Rosenborg pada menit ke-76. Nah, gol penalti itu jadi gol keenam yang menjebol gawang Karius musim ini.

Padahal, dia baru enam kali bermain. Artinya, per satu laga dia kebobolan satu gol. Pada saat baru datang di Melwood pada musim panas 2016, Karius bahkan lebih bagus ketimbang di Besiktas kali ini. Kala itu hanya empat gol yang menjebol gawang Liverpool selama dia berdiri di bawah mistar.

Tactician Besiktas Senol Gunes tak mau menyalahkan Karius. Cuma, dia mengakui yang jadi penyebab kekalahan ini karena konsentrasi anak asuhnya. ''Mereka gagal menunjukkan apa yang mereka miliki sebenarnya,'' keluh Gunes, dikutip Fotomac.

Selain Karius, Besiktas musim ini sudah pernah memainkan Utku Yuvakuran pada Putaran 2 Kualifikasi Liga Europa melawan Partizan Belgrade (30/8). Setelah itu, posisi nomor satu diberikan bagi Karius.

Meski begitu, Gunes yang berlatar belakang sebagai kiper semasa masih bermain itu pun punya analisis. Kenapa Karius blunder? ''Di babak pertama bagus. Tetapi begitu di babak kedua pemain malah jadi panik mainnya. Apalagi setelah blundernya. Itu bukan permainan yang kami harapkan,'' kritisi mantan kiper timnas Turki pada era 1975-1987 itu.

Dia meminta pemainnya agar belajar dari kesalahan di Malmoe. ''Tebus di Konya,'' sebut pelatih 66 tahun itu. Besiktas pada pekan kedelapan Super Lig bakal bermain lawan Konyaspor di Konya (8/10). Selain Karius, ada pemain yang sempat dilabeli pecundang dari fans jadi buah bibir pada Matchday kedua fase grup Liga Europa ini.

Santi Cazorla dan Yaya Toure juga jadi mantan bintang Premier League yang mencuat di Matchday kedua Liga Europa kemarin WIB. Toure dalam debut Liga Europa-nya tidak berhasil mengantar Olympiacos selamat dari kekalahan 1-3 atas AC Milan di San Siro, Milan.

Beda dari Cazorla yang menyelamatkan Villarreal dari kekalahan atas Spartak Moskow. Dia mencetak gol dari titik penalti pada injury time menit keenam. Gol yang membuat skor berakhir 3-3. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Spirit Ganda Welsh Wizard
Spirit Ganda Welsh Wizard

Berita Berikutnya

Bersyukur si Gurita Hengkang
Bersyukur si Gurita Hengkang

Berita Sejenis

Tetap Rindu Ronaldo

Tetap Rindu Ronaldo

Portugal melanjutkan tren apik tanpa kehadiran sang kapten Cristiano Ronaldo. Tim juara Euro 2016 tersebut mencatatkan dua kemenangan dan sekali seri.


Debut Langsung Borong Dua Gol

Debut Langsung Borong Dua Gol

Legenda atletik dunia Usain Bolt ternyata langsung bisa dahsyat di sepak bola.


Bisa Nomor Satu Lagi

Bisa Nomor Satu Lagi

Sergio Romero berpotensi kembali mengawal gawang Timnas Argentina. Padahal, Romero sudah enam bulan tersisih dari skuad La Albiceleste.


Jangan Bobol di Babak Pertama

Jangan Bobol di Babak Pertama

Dalam dua pertandingan terakhir Bayern Muenchen selalu ada noda buat sang kapten Manuel Neuer. Gawang Neuer selalu jebol oleh lawan-lawannya.


Ada Fathier dan Vizcarra di Timnas Senior

Ada Fathier dan Vizcarra di Timnas Senior

Kendati Luis Milla belum resmi diperkenalkan lagi sebagai pelatih timnas Indonesia, PSSI sudah menetapkan dua calon lawan untuk FIFA Matchday.


Butuh Seri, Garuda Asia Tetap Kejar Kemenangan

Butuh Seri, Garuda Asia Tetap Kejar Kemenangan

Dalam dua laga, India memang hanya mencetak satu gol. Itu pun dari titik penalti, ketika melawan Vietnam.


Ayo... Segel Satu Tiket Garuda Asia!

Ayo... Segel Satu Tiket Garuda Asia!

Start mantap dengan menang 2-0 atas Iran U-16 pada laga perdana (21/9), membuat tugas timnas U-16 Indonesia lebih ringan dalam dua laga sisa grup C Piala AFF U-


Giliran Bungkam Vietnam Garuda Asia!

Giliran Bungkam Vietnam Garuda Asia!

Timnas U-16 memang baru menjalani satu laga di fase grup C Piala AFC U-16.


Misi Antara Dua Messi

Misi Antara Dua Messi

Lionel Messi punya banyak “kembaran”. Ya, banyak pemain yang mendapat julukan “Messi” di negaranya masing-masing.


Noda di Musim Perdana

Noda di Musim Perdana

Karir Frank Lampard di Premier League termasuk 'bersih'. Dalam 609 penampilan di kompetisi level tertinggi Inggris itu, Lampard hanya kena kartu merah dua kali.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!