Sepakbola
Share this on:

Kaya Pengalaman Bukan Jaminan

  • Kaya Pengalaman Bukan Jaminan
  • Kaya Pengalaman Bukan Jaminan

Hernan Dario Gomez.(zimbio.com)

**** - Piala Dunia 2018 juga memunculkan sejumlah pelatih kutu loncat. Yakni, pelatih yang sudah beberapa kali menangani timnas berbeda di Piala Dunia. Mereka antara lain Hernan Dario Gomez (Panama), Carlos Queiroz (Iran), Bert van Marwijk (Australia), Jorge Sampaoli (Argentina), dan Jose Pekerman (Kolombia). Dari nama-nama tersebut, hanya Gomez yang pernah melatih tiga negara yang berbeda.

Ya, sebelum membawa Panama ke Rusia, Gomez pernah menangani Kolombia di Piala Dunia 1998. Empat tahun berselang, dia ikut berpartisipasi di edisi 2002 bersama Ekuador.

Namun, pengalaman menangani negara berbeda di Piala Dunia tak bisa dijadikan patokan sukses. Apalagi, tim yang ditanganinya saat ini adalah Panama, Sebab, Kolombia 1998 dan Ekuador 2002 yang dibesutnya hanya bertahan hingga fase grup. Kans Panama di Rusia semakin berat. Pasalnya, mereka satu grup bersama Inggris, Belgia, dan Tunisia.

''Ini (membawa Panama lolos ke Rusia, Red) adalah salah satu momen terindah dalam hidup saya. Tampil di Piala Dunia juga sangat penting pengaruhnya bagi masyarakat Panama,'' ucap Gomez kepada Sky Sports. ''Kami sadar bahwa perbedaan kualitas antara Inggris dan Panama sangat besar. Namun, kami harus bisa melakukan sesuatu yang membanggakan negara,'' sambung pelatih berkewarganeraan Kolombia itu.

Praktis, hanya Van Marwijk yang memiliki prestasi paling moncer dibanding pelatih kutu loncat lainnya. Sebelum menangani Australia menggantikan Ange Postecoglou, pelatih 65 tahun tersebut pernah menukangi Belanda selama empat tahun (2008-2012). Bersama Der Oranje, prestasi terbaik Marwijk adalah membawa Belanda menjadi runner up di Piala Dunia 2010.

''Saya rasa Marwijk bisa membawa tim lolos dari fase penyisihan grup. Dia bisa, terutama dengan tim ini," ucap Postecoglou kepada Goal soal sosok penggantinya. (io/bas/jpg)

Berita Sebelumnya

Ramos Terancam Sanksi Tambahan
Ramos Terancam Sanksi Tambahan

Berita Berikutnya

Dominasi Penggawa City
Dominasi Penggawa City

Berita Sejenis

La Pulga Terlalu Istimewa

La Pulga Terlalu Istimewa

Joaquin Sanchez bukan satu-satunya yang layak dapat sebutan tua-tua keladi.


Pengin Jadi Presiden Klub

Pengin Jadi Presiden Klub

Spanyol bukan tempat yang asing bagi Ronaldo. Di sana, dia pernah sukses dengan dua klub raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid.


Nomor 7 untuk Coutinho, bukan Malcom

Nomor 7 untuk Coutinho, bukan Malcom

Ternyata, nomor 7 Barcelona bukan milik Malcom seperti kabar yang santer beredar.


Juara Grup, Timnas U-16 Langsung Pantau Calon Lawan

Juara Grup, Timnas U-16 Langsung Pantau Calon Lawan

Janji timnas U-16 untuk tetap rakus di laga pemungkas grup A bukan isapan jempol belaka.


Reina Bukan Serep Gigio

Reina Bukan Serep Gigio

Untuk apa mendatangkan kiper tua Pepe Reina saat memiliki Gianluigi Donnarumma di tim?


Argentina Bukan Favorit Lagi

Argentina Bukan Favorit Lagi

Babak 16 besar Piala Dunia akan bergulir mulai besok (30/6) di Kazan Arena.


Pulang atau Kalahkan Nigeria

Pulang atau Kalahkan Nigeria

Argentina dalam krisis. Bukan hanya krisis konfidensi setelah gagal meraup angka penuh dari dua Matchday pertama Grup D Piala Dunia 2018.


Bukan Reuni Sekadar Memori Vazquez-Benatia

Bukan Reuni Sekadar Memori Vazquez-Benatia

Memori buruk itu kembali datang ke Medhi Benatia.


Cari Pengalaman dari Timnas U-23 Korsel

Cari Pengalaman dari Timnas U-23 Korsel

Timnas U-23 Indonesia sejatinya memang kalah kelas dibandingkan Korea Selatan U-23.


Enzo Perez Gantikan Posisi Lanzini

Enzo Perez Gantikan Posisi Lanzini

Bukan Mauro Icardi, Diego Perotti, atau Erik Lamela pengisi satu slot kosong Argentina usai ditinggalkan Manuel Lanzini



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!