Sepakbola
Share this on:

Kunci Ada di Hak Siar Televisi

  • Kunci Ada di Hak Siar Televisi
  • Kunci Ada di Hak Siar Televisi

MANCHESTER - Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) dua klub yang pernah tersandung kasus Financial Fair Play (FFP) dari UEFA musim 2014-2015. Tapi, PSG kembali dihampiri bayang-bayang sanksi pembatasan transfer dan skuad di Liga Champions lagi, karena pelanggaran FFP.

Apalagi setelah musim ini merugi EUR 144,6 juta (Rp2,46 triliun) dari transfer. Meski lebih besar angka kerugian City di angka EUR 220,2 juta (Rp3,75 triliun), kunci terhindarnya The Citizens dari sanksi FFP ada di besaran yang mereka raup di hak siar televisi.

Nilai kerugian City nyaris tertutupi dengan jumlah pemasukannya dari hak siar televisi. Angka hak siar yang didapat City sebagai juara Premier League senilai EUR 184 juta (Rp3,13 triliun).

Bandingkan dengan jauhnya angka hak siar yang dibayarkan LFP bagi PSG sebagai tim juara Ligue 1. Perbandingannya bahkan lebih dari separonya, EUR 88 juta (Rp1,49 triliun). Di sisi lain, ketergantungan Les Rouge et Bleu (julukan PSG) dengan income dari sponsor terlalu besar.

Forbes menyebut, nilai sponsor termasuk dari investor Qatar ke PSG mencapai di angka EUR 318,4 juta (Rp5,42 triliun). Meski begitu, pihak PSG masih konfiden bakal terhindar dari sanksi UEFA dari dugaan pelanggaran FFP ini.

''Kami (pasca 2014-2015) sudah dimonitor oleh UEFA secara ketat, jadi tak mungkin kami mengulanginya,'' sebut juru bicara PSG dalam salah satu pernyataannya.

PSG bahkan menganggap kabar ini sebagai isu belaka. ''Kami akan bertemu lagi dengan UEFA pada 20 April nanti untuk membahas persoalan ini,'' lanjut sumber tersebut.

Sebuah klub bisa terhindar dari pelanggaran FFP, jika suplai uang dari sponsorship dan owner klub tak lebih dominan dari ticketing dan hak siar. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Deg-degan Menuju Semifinal
Deg-degan Menuju Semifinal

Berita Berikutnya

Masanya Para Bielsista
Masanya Para Bielsista

Berita Sejenis

Belum Ada yang Sesukses Eriksson

Belum Ada yang Sesukses Eriksson

Langkah Freddie Ljungberg sebagai pelatih Arsenal U-23 menghidupkan lagi asa Swedia punya pelatih dengan rekam jejak jempolan.


Nomor 10 Hanya buat Messi

Nomor 10 Hanya buat Messi

Selama Lionel Messi belum memutuskan pensiun, maka tidak akan ada pemain timnas Argentina yang mengenakan nomor 10.


Tolak Beri Tanda Tangan, Messi Dihujat

Tolak Beri Tanda Tangan, Messi Dihujat

Meski bermain di Barcelona akan tetapi hati Lionel Messi masih tetap ada di Argentina.


Liverpool Bisa Ada Di Grup Neraka

Liverpool Bisa Ada Di Grup Neraka

Runner-up Liga Champions Liverpool memiliki peluang bertarung dengan klub-klub elit di fase grup Liga Champions 2018-2019 ini.


Bantah Ada Perpecahan

Bantah Ada Perpecahan

Rentetan hasil buruk yang diderita Manchester United, berimbas pada harmonisasi tim. Kabarnya, ada perpecahan di ruang ganti United.


Masih Ada Musim Kelima

Masih Ada Musim Kelima

Sebelum ngetop dengan jersey nomor 10-nya, Eden Hazard mengenakan jersey yang nomor punggung 17 di Chelsea dalam dua musim pertamanya (2012-2014).


Mahesa Jenar Tambah Striker

Mahesa Jenar Tambah Striker

Nama Airlangga Sutjipto tidak ada dalam skuad Persib yang bertolak ke Surabaya kemarin (24/7).


Perisic Berharap Tambahan Amunisi

Perisic Berharap Tambahan Amunisi

Winger Inter Milan Ivan Perisic berharap akan ada 'pergerakan' yang lebih agresif dari timnya.


Uruguay vs Portugal, Laga 16 Besar Rasa La Liga

Uruguay vs Portugal, Laga 16 Besar Rasa La Liga

Uruguay lawan Portugal mendapatkan olok-olok jadi partai 16 besar Piala Dunia 2018 paling pragmatis. Tidak ada sepak bola indah di laga ini.


Persembahan (Terakhir) Meneer Van Marwijk

Persembahan (Terakhir) Meneer Van Marwijk

Pelatih Australia Bert van Marwijk ada di penghujung tugasnya.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!