Sepakbola
Share this on:

Kursi Titi Sudah Menanti

  • Kursi Titi Sudah Menanti
  • Kursi Titi Sudah Menanti

LONDON - John Terry gagal mengantar Aston Villa promosi ke Premier League. Saat playoff, Aston Villa disingkirkan Fulham 0-1. Kontrak Terry pun belum juga diperpanjang Villans. Nah, pilihan Terry saat ini ada tiga. Pergi dari Villa dan mencari klub lain di musim terakhirnya, atau pensiun untuk kemudian banting stir jadi pundit atau melatih.

Terry punya modal jadi pelatih dengan mengantongi Lisensi UEFA B. Minimal, bekal itu bisa membuatnya jadi pelatih tim U-21 atau klub kasta kedua Liga Inggris. Sayangnya, tak satu pun tawaran melatih dia dapatkan. Dan profesi sebagai pundit yang lebih besar peluangnya bisa dia kerjakan begitu memutuskan gantung sepatu.

Apalagi, seperti dilansir Daily Mail, satu spot bergengsi sebagai pundit Sky Sports sudah menantinya. Dia digadang-gadang jadi salah satu pundit newcomer-nya Sky Sports, sepeninggal Thierry Henry yang memutuskan untuk hengkang dari media 27 tahun itu, pekan lalu. Dia lebih memilih berkarir sebagai pelatih.

Padahal, Titi -sapaan akrab Henry- yang masih terikat kontrak sampai 2020 sempat akan diperpanjang kontraknya 2,5 tahun lagi. Angkanya pun fantastis, GBP 10 juta (Rp 190,1 miliar) dalam 2,5 musim itu. ''Kami ingin figur yang tak jauh beda dengannya (Henry),'' sebut Direktur Sky Sports, Barney Francis.

Dengan Sky Sports sebagai salah satu channel yang menyiarkan Premier League, ada sisi yang sama di antara Henry dan Terry. Sama-sama punya jam terbang tinggi. Di Premier League Terry sudah main 492 laga dalam 19 musim bersama Chelsea. Dia pun memenangi lima musim di antaranya.

''Dia bisa membawa pemirsa lebih dekat dengan laga,'' lanjut Francis, sosok yang disebut paling berpengaruh dalam kontrak tinggi Henry di Sky Sports. Begitu pula Terry. Andai dia jadi bergabung dengan Sky Sports maka Terry bisa bereuni dengan mantan rekan setimnya di timnas Inggris, seperti Gary Neville dan Jamie Carragher.

Terry sudah punya modal mulut nyinyir-nya. Terakhir, dia bermasalah dengan kritikan ke salah seorang komentator sepak bola BBC di Piala Dunia 2018 Vicki Sparks. Terry dilansir dari M&G, mengkritik Sparks yang kurang “gairah” saat mengawal laga Portugal melawan Maroko, 20 Juni.

''Saya seperti menyaksikan laga sepak bola tanpa volume,'' sindir Terry seperti dilansir di The Sun. Gara-gara ucapannya itu mantan kapten The Blues -julukan Chelsea- itu pun dianggap melakukan penghinaan gender. Terlebih, Sparks berstatus sebagai komentator sepak bola cewek pertama di Piala Dunia yang dipunyai BBC.

Tak hanya dengan Sparks. Terry pun kerap bermasalah dengan pundit-pundit lainnya, itu kerap dia alami saat masih main di Chelsea. Saat ambruknya Chelsea tiga musim lalu, ketika di tangan Jose Mourinho, Terry sampai terlibat adu mulut dengan pundit BBC, Robbie Savage. Itu setelah dia dikritik Savage lantaran performa lambannya. ''Saya takkan mendengarkan kritikan-kritikan dari orang yang tak lebih sukses dari saya,'' ungkap Terry.

Terlepas dari kansnya sebagai pundit Terry sejak awal bulan Juli menghabiskan waktu di London Cobham. Saat Antonio Conte dipecat klub London Barat itu, Terry juga mantan pemain yang paling awal mengucap perpisahan pada The Godfather -julukan Conte. Jika pensiun, maka Villa seperti dilaporkan The Times Villa diminta membayarkan gaji tambahan satu bulan senilai GBP 70 ribu (Rp 1,3 miliar) per pekan. Itu sesuai klausul kontraknya ketika pergi dari Stamford Bridge, musim panas 2017. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Tak Dihargai, Oezil pun Pergi
Tak Dihargai, Oezil pun Pergi

Berita Sejenis

Kandaskan Spanyol, Konfidensi Vatreni Sudah Kembali

Kandaskan Spanyol, Konfidensi Vatreni Sudah Kembali

Kroasia kini tak lagi lupa caranya berpesta seperti saat Piala Dunia 2018. Kroasia kini kembali jadi salah satu tim yang menakutkan di Eropa.


Sudah Siapkan Kejutan

Sudah Siapkan Kejutan

Kekalahan dari Singapura pada laga perdana grup B Jumat lalu (9/11), memang belum menutup peluang timnas untuk lolos ke semifinal.


Hadapi Timor Leste, Timnas Pikirkan Rotasi

Hadapi Timor Leste, Timnas Pikirkan Rotasi

Perbaikan mental setelah kekalahan dalam laga perdana Piala AFF 2018 melawan Singapura (9/11) sudah dilakukan kemarin.


Jamu PSM Makassar, Da Silva Berpeluang Comeback

Jamu PSM Makassar, Da Silva Berpeluang Comeback

David da Silva dan Nelson Alom sudah begitu lama absen. Da Silva sudah menepi usai laga kontra Arema FC (6/10) lalu.


Juve dan Man United Sama-sama Optimis

Juve dan Man United Sama-sama Optimis

Juventus masih superior awal musim ini. Juve sudah mencatatkan streak 14 laga tak pernah kalah di semua ajang dengan 13 kali menang dan sekali imbang.


Lanjutan Liga Champions, Barca Belum Butuh La Pulga

Lanjutan Liga Champions, Barca Belum Butuh La Pulga

Barcelona mendapat angin segar. Dua hari jelang lawatan ke Giuseppe Meazza, mereka sudah bisa menyertakan Lionel Messi.


Bauman Terancam Absen (Lagi)

Bauman Terancam Absen (Lagi)

Lengkap sudah kondisi Jonathan Bauman absen dari tim.


Kursi Lopetegui Masih Panas

Kursi Lopetegui Masih Panas

Julen Lopetegui berhasil memperpanjang napas sebagai entrenador Real Madrid.


Perez Sudah Kontak Conte, Lopetegui Bisa Pergi

Perez Sudah Kontak Conte, Lopetegui Bisa Pergi

Jeda internasional bulan ini sudah berakhir. Entrenador Real Madrid Julen Lopetegui kembali deg-degan.


Harus Sudah Bersiap Lawan Qatar

Harus Sudah Bersiap Lawan Qatar

Rintangan awal telah dilewati timnas U-19 yang berlaga di Piala AFC U-19 tadi malam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!