Sepakbola
Share this on:

Ladeni Swedia, Italia Harus Waspada Penuh

  • Ladeni Swedia, Italia Harus Waspada Penuh
  • Ladeni Swedia, Italia Harus Waspada Penuh

SOLNA - Gianluigi Buffon seperti dalam siklus 20 tahunan. Sebab 20 tahun lalu Gigi (sapaan akrabnya) melakoni laga debutya untuk timnas Italia dalam playoff Piala Dunia 1998 melawan Rusia. Dan tahun ini Buffon kembali berhadapan dengan playoff yang bisa saja menutup mimpi bermain di Piala Dunia untuk kali terakhir.

Leg pertama playoff Piala Dunia 2018 zona UEFA menghadapi Swedia di Friends Arena, Solna, dini hari nanti WIB bisa jadi salah satu penentunya (siaran langsung RCTI pukul 02.45 WIB). ''Ini akan selalu menjadi keterkaitan yang bagus. Meski tanpa itu pun saya masih mampu melewatinya,'' kata Buffon, dalam wawancaranya kepada RAI Sport.

Buffon menjalani laga debutnya bagi Azzurri pada leg pertama playoff melawan Rusia di Moskow sebagai pengganti Gianluca Pagliuca. Hasilnya, bersamanya di Moskow Italia mampu menahan Rusia 1-1. Baru di San Paolo, Naples, Italia menyingkirkan Rusia setelah menang 1-0 pada leg kedua, dan Buffon hanya duduk manis di bench.

Meski tidak lagi duduk di bench pada leg kedua (14/11), performanya dalam leg pertama bakal menentukan jalan Italia. Catat, Swedia selama era Janne Andersson susah dikalahkan saat bermain di negaranya sendiri. Di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA, Swedia unbeaten di kandang sendiri dengan hanya sekali imbang dan empat lainnya menang.

Tak hanya itu. Agresivitas Andreas Granqvist dkk di kandang pun sejajar dengan negara-negara top Eropa, seperti Spanyol. Di kandang, rata-rata mereka mampu menciptakan lebih dari tiga gol. Berkebalikan dengan Italia yang bisa kebobolan lebih dari satu gol dalam laga tandang mereka.

''Selalu beresiko menghadapi tim seperti ini. Yang terpenting adalah hasil akhirnya bakal sama seperti 20 tahun lalu,'' klaim kiper yang berusia 39 tahun itu. Buffon punya modal sebagai pemain berpengalaman. Buffon sudah pernah tiga kali berhadapan dengan Blagult dalam ajang-ajang yang berbeda.

Dua kali di Euro (2004 dan 2016) dan sekali di laga uji coba. Tak satu pun Italia kalah di saat Buffon bermain, dan dia hanya kebobolan satu gol. Tahu siapakah pencetak golnya? Zlatan Ibrahimovic. Ya, hanya Ibra pemain timnas Swedia yang mampu menjebol gawang kiper senior Juventus tersebut.

Karenanya, tak ada yang meragukan Buffon mampu menyempurnakan siklusnya apabila berhadapan dengan playoff Piala Dunia. Seperti pada blog yang diposting Football Italia. ''Saya saat masih debut sangat berhati-hati dengan lawan. Setelah merasakan banyak kemenangan dan kekalahan, banyak kesalahan, banyak juga pelajaran, saya kini semakin matang,'' klaim penjaga gawang dengan 173 caps itu.

Berbicara pada Corriere della Serra, mantan kiper timnas Swedia Thomas Ravelli sudah menyebut tak ada deja vu bagi Buffon di Friends Arena. ''Maaf Buffon, tidak ada ada rekor bagi karir timnasmu di Piala Dunia,'' sebut Ravelli. Buffon bisa mencatatkan rekor bermain dalam 6 edisi berbeda Piala Dunia.

Ravelli menyebut Buffon bisa senasib seperti Dino Zoff saat kualifikasi Euro 1984. Pada saat itu, Italia yang segrup dengan Swedia gagal lolos. ''Saya ingat, Dino Zoff itu idola saya dan kami mampu lima kali menaklukannya. Kalau saat itu kami mampu, kenapa sekarang tidak bisa meski ada Buffon di sana,'' lanjutnya.

Granqvist, kapten Swedia, menyebut tekanan ada pada Buffon dan skuad Italia. Kenapa? Bukan hanya karena nama besar Italia lebih mentereng ketimbang Swedia. Begitu pun dengan adanya beberapa pemain Italia yang bermain di Serie A. Dari skuad yang dipanggil untuk laga playoff ini saja, tiga di antaranya bermain di Serie A.

Seperti duo Bologna Filip Helander dan Emil Krafth, plus Marcus Rohden yang bermain di Crotone. Granqvist pun pernah bermain di Genoa antara musim 2011 hingga 2013 silam. ''Itu yang membuat kami bisa mempelajari permainan mereka, termasuk Gigi,'' klaim pemain paling senior di timnas Swedia itu. (ren/Zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Kuncinya di Lini Belakang
Kuncinya di Lini Belakang

Berita Sejenis

Gagal ke Piala Dunia, FIGC Terancam Rugi Miliaran

Gagal ke Piala Dunia, FIGC Terancam Rugi Miliaran

Piala Dunia tanpa Italia? Bukan hanya fans Italia di penjuru dunia yang merugi.


Setelah 60 Tahun, Italia Gagal Lagi Lolos ke Piala Dunia

Setelah 60 Tahun, Italia Gagal Lagi Lolos ke Piala Dunia

Piala Dunia 2018 tanpa Italia. Ya, Italia harus tersingkir dari helatan akbar empat tahunan itu, setelah ditahan imbang 0-0 oleh Swedia.


Rekor Menanti San Siro

Rekor Menanti San Siro

Besarnya arti laga menjamu Swedia diprediksi bakal berpengaruh pada jumlah penonton di San Siro, Milan, dinihari nanti WIB.


Kalah 1-0, Italia Terancam Lolos ke Rusia

Kalah 1-0, Italia Terancam Lolos ke Rusia

Nasib Italia benar-benar di ujung tanduk. Gli Azzurri (julukan Italia) harus menelan pil pahit kalah 1-0 dari tuan rumah Swedia


Bisa-bisa "Khianati" Kakeknya

Bisa-bisa "Khianati" Kakeknya

Tren oriundi tidak hanya berlaku kepada timnas Italia. Di Swedia, ada satu pemain yang bahkan memiliki darah ganda antara Swedia dan Italia.


Begini Nyentrik ala Ibrahimovic

Begini Nyentrik ala Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic memang sudah pensiun dari karirnya di timnas Swedia. Namun, pesonanya memang tidak pernah luntur.


Inginkan Big Sam, Everton Harus Siapkan Rp31,5 Miliar

Inginkan Big Sam, Everton Harus Siapkan Rp31,5 Miliar

Selepas Ronald Koeman lengser, performa Everton tidak kunjung membaik.


Chelsea Tumbang, Barca Imbang

Chelsea Tumbang, Barca Imbang

Chelsea bernasib nahas dalam kunjungannya ke ibu kota Italia, tepatnya di Stadio Olimpico, markas AS Roma.


Persija Jamu Persib di Solo

Persija Jamu Persib di Solo

Pendukung fanatik Persija Jakarta, The Jakmania, harus mengeluarkan biaya tambahan bila ingin menyaksikan tim kebanggaan mereka melawan Persib Bandung.


Jumpa Swedia, Italia Berdoa Pemain Segera Pulih

Jumpa Swedia, Italia Berdoa Pemain Segera Pulih

Jalanan nasib menuntun Italia bersua dengan Swedia di playoff Piala Dunia 2018 zona Eropa.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!