Sepakbola
Share this on:

Lawan Perancis, Main Aman Bukan Pilihan

  • Lawan Perancis, Main Aman Bukan Pilihan
  • Lawan Perancis, Main Aman Bukan Pilihan

ROTTERDAM - Timnas Prancis hanya berjarak satu poin dari aib. Ya, Les Bleus yang berstatus juara Piala Dunia 2018 hanya membutuhkan hasil seri saat menghadapi Belanda dalam lanjutan penyisihan League A grup 1 Nations League dini hari nanti demi satu tiket ke empat besar.

Tetapi, tim polesan Didier Deschamps itu diyakini tidak akan sekadar main aman demi hasil imbang. Apalagi, skuad mereka tidak komplet lantaran banyak pemain yang cedera. Antara lain Paul Pogba, Benjamin Mendy, Anthony Martial, dan Alexandre Lacazette. Raphael Varane yang fisiknya juga tidak 100 persen diragukan bisa tampil pada laga yang dihelat di De Kuip itu.

''Kami juara dunia dan harus bersikap seperti itu. Datang ke sana (De Kuip, Red) untuk menang,'' ujar Didi pede seperti dilansir AFP.

Pernyataan eks pelatih Juventus tersebut merujuk kepada ancaman terhadap timnya andai kalah dari Belanda. Sebab, Der Oranje masih menyimpan satu pertandingan melawan Jerman (20/11).

Andai tim polesan Ronald Koeman itu berhasil sapu bersih dua pertandingan, maka yang lolos ke empat besar mewakili grup 1 adalah Belanda. Bila hal tersebut terjadi, maka aib sebagai juara dunia yang sebelumnya sudah dirasakan Jerman dengan jadi juru kunci grup, juga diderita Prancis.

Namun, rekor laga dengan status away Les Bleus selama 2018 juga bukan hal remeh. Dari 4 pertandingan di semua ajang, mereka 2 kali menang dan 2 kali imbang. Lebih jauh, sepanjang tahun ini, Hugo Lloris dkk hanya sekali kalah dari 15 pertandingan mereka.

Koeman yang tengah merintis lagi fondasi Belanda menyadari hal itu. Menurut dia, Prancis sangat mungkin tampil lebih ganas ketimbang saat mereka "hanya" menang 2-1 di pertemuan pertama yang dihelat di Stade de France (10/9).

Kala itu, Prancis langsung meledak dengan mencetak gol cepat di menit ke-14 babak pertama melalui Kylian Mbappe. Namun, Belanda bisa mengimbangi di paro kedua dengan menyamakan kedudukan melalui Ryan Babel (67') sebelum Olivier Giroud memastikan kemenangan perdana Prancis di Nations League itu.

''Tentu saja kami ingin mendominasi di rumah sendiri. Namun, Prancis memiliki koordinhasi dengan lini serang yang mematikan dengan skema counter attack,'' kata pelatih berjuluk Tintin itu merujuk kepada kombinasi sernagan Prancis yang dimotori Mbappe dan Antoine Griezmann.

Koeman kemudian menyoroti penampilan bek termahal di dunia miliknya Virgil van Dijk yang jadi penyebab terjadinya gol kedua Prancis di pertemuan pertama. Menurut eks pelatih Ajax Amsterdam dan Everton itu, dengan kekuatan fisik yang dimiliki, bek Liverpool tersebut terlalu santai.

Namun, kritik dari Koeman ternyata ditanggapi santai oleh Van Dijk. Menurut dia, kritik dari Koeman bisa membuatnya menjadi lebih baik lagi dan tidak melupakan hal sekecil apa pun ketika melakukan marking terhadap striker lawan.

''Itu (kritik Koeman, Red) sama sekali tidak mengganggu saya. Hal tersebut biasa terjadi ke banyak pemain,'' ucap bek yang menjadi kapten Belanda itu. (io/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Timnas Harus Redam Teror Predator AFF
Timnas Harus Redam Teror Predator AFF

Berita Sejenis

Lawan Myanmar, Timnas U-22 Akan Tampil Menyerang

Lawan Myanmar, Timnas U-22 Akan Tampil Menyerang

Tiga kali melakoni uji coba, tiga kali berakhir seri. Itulah bekal tim nasional (timnas) U-22 Indonesia menuju pergelaran Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.


Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Sebelum menang 3-0 atas Sassuolo pada giornata ke-23 Serie A (11/2), Juventus bermasalah dengan barisan pertahanan.


Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Pekan lalu Tottenham Hotspur tersisih dari Piala Liga usai takluk 2-4 dalam adu penalti lawan Chelsea (25/1) di babak semifinal.


Lawan yang Bikin Trauma Real Madrid

Lawan yang Bikin Trauma Real Madrid

Seolah tidak ada tim utama dan cadangan di Real Madrid musim ini. Terutama di era Santiago Solari.


Dembele Makin Mirip Neymar

Dembele Makin Mirip Neymar

Predikat Ousmane Dembele sebagai suksesor striker PSG Neymar di Barcelona kian mendekati kenyataan. Namun, kali ini bukan mengenai performa di lapangan.


Poin Didekati Chelsea dan MU, Sarri Mulai Frustrasi

Poin Didekati Chelsea dan MU, Sarri Mulai Frustrasi

Margin poin yang memisahkan Chelsea dengan Arsenal di klasemen sementara bukan lagi enam angka. Melainkan tinggal tiga angka (47-44).


Bisa Berantakan tanpa HurriKane

Bisa Berantakan tanpa HurriKane

Penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane terduduk sambil meringis kesakitan di penghujung laga Spurs lawan Manchester United (14/1) lalu.


Lawan Leganes, Eksperimen Apa Lagi Solari?

Lawan Leganes, Eksperimen Apa Lagi Solari?

Real Madrid sudah unggul agregat 3-0 di leg pertama 16 besar Copa del Rey melawan Leganes.


Tak Diturunkan saat Lawan Betis, Isco Mulai Tersingkir

Tak Diturunkan saat Lawan Betis, Isco Mulai Tersingkir

Santiago Solari seolah memiliki seribu cara untuk menyingkirkan Isco dari timnya.


Lawan Levante, Kans Pembuktian Coutinho untuk Barcelona

Lawan Levante, Kans Pembuktian Coutinho untuk Barcelona

Per Minggu 6 Januari lalu, Philippe Coutinho tepat setahun menjadi penggawa Barcelona. Dia membuat rekor transfer pembelian termahal dalam sejarah klub.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!