Sepakbola
Share this on:

Lebih Dijagokan, Argentina Tetap Waspadai Kekuatan Venezuela

  • Lebih Dijagokan, Argentina Tetap Waspadai Kekuatan Venezuela
  • Lebih Dijagokan, Argentina Tetap Waspadai Kekuatan Venezuela

DE JANEIRO - Penampilan Argentina di Copa America 2019 sejauh ini masih jauh dari kata memuaskan. Lionel Messi dan kawan-kawan, belum menunjukkan tanda-tanda sebagai tim calon juara. Hingga babak perempat final, Argentina mencatat sekali menang, sekali seri dan sekali kalah.

Nah, mengambil tempat di Estadio do Maracana pada partai perempat finalCopa America 2019, Sabtu (29/6) pukul 02.00 WIB, Argentina akan meladeni tantangan Venezuela. Jelas, calon lawan mereka bukanlah tim sembarangan meskipun Argentina tetap lebih diunggulkan.

Sejarah mencatat, Argentina selaluy kesulitan saat melawan tim asuhan Rafael Dudamel tersebut. Dari lima kali pertemuan terakhir, Argentina mencatat dua kali menang, dua kali seri dan sekali kalah.

Kekalahan Argentina mereka derita saat friendly match pada 23 Maret 2019 lalu. Saat itu, Argentina menyerah 1-3. Sedangkan di kualifikasi Piala Dunia, dari dua kali pertemuan, semuanya berakhir dengan skor imbang.

Pertemuan pertama pada 7 September 2016, Venezuela yang bertindak sebagai tuan rumah bermain imbang dengan skor 2-2. Du pertemuan kedua di kandang Argentina, lagi-lagi Venezuela berhasil merepotkan Argentina dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Dua kemenangan diraih Argentina atas Venezuela adalah saat mereka bentrok di Copa America 2016 lalu. Argentina menang dengan skor mencolok 4-1. Satu kemenangan lainnya diraih Argentina saat bentrok di kulifikasi Piala Dunia pada tahun 2013 silam di mana Argentina menang dengan skor 3-0.

Belakangan, kekuatan Venezuela memang terus mengalami peningkatan. Di gelaran Copa America 2019 ini, Venezuela mampu menunjukkan kekuatannya. Di laga perdana, Venezuela sukses menahan Peru dengan skor 0-0. Lalu, Brasil yang lebih difavoritkan juga berhasil mereka tahan imbang dengan skor kacamata. Di pertandingan terakhir penyisihan grup, Venezuela sukses menggasak Bolivia dengan skor 3-0.

Kebangkitan kekuatan Venezuela ini ternyata cukup diwaspadai pelatih Argentina Lionel Scaloni. "Mereka terus berkembang, dan mereka memiliki pemain yang kemampuannya cukup merata," kata Scaloni di Sky Sports.

Argentina memang harus ekstra waspada. Apalagi, sejauh ini penampilan Argentina kurang begitu meyakinkan. Argentina lolos sebagairunner-upGrup B di bawah Kolombia. Pasukan Lionel Scaloni itu memastikan kelolosan mereka dengan kemenangan 2-0 atas tim undangan Qatar di laga terakhir penyisihan grup, setelah sebelumnya ditumbangkan Kolombia 0-2 dan imbang 1-1 melawan Paraguay.

Sejauh ini, ujung tombak Argentina juga belum begitu tajam. Mereka baru mencetak tiga gol di Copa America 2019. Lionel Messi, Sergio Aguero dan Lautaro Martinez masing-masing menyumbang satu gol.

Di laga melawan Venezuela, sepertinya Scaloni tetap mengandalkan trio Messi, Aguero dan Martinez. Sementara di kubu Venezuela, pelatih Rafael Dudamel tetap akan menerapkan pola 4-5-1 dengan menempatkan Jose Salomon Rondon sebagai striker tunggal.

Dudamel akan menumpuk lima gelandang di tengah. Mereka adalah Machis, Rincon, Moreno, Herrera, dan Savarino. Pola ini ternyata juga cukup ampuh untuk meredam keganasan penyerang-penyerang Brasil di babak penyisihan grup.

Sama seperti Argentina, Venezuela juga mencetak tiga gol di penyisihan grup, tapi mereka kebobolan lebih sedikit. Jika Argentina kebobolan tiga gol, Venezuela cuma kemasukan sekali. Dua dari tiga gol Venezuela dicetak oleh Darwin Machis, sedangkan satu gol lainnya diciptakan oleh Josef Martinez.

Venezuela adalahrunner-upGrup A dengan lima poin. Venezuela lolos setelah menang 3-1 atas Bolivia, yang didahului dua hasil imbang tanpa gol melawan Peru dan Brasil. Pemenang partai ini akan berhadapan dengan salah satu dari tuan rumah Brasil atau Paraguay di semifinal. Brasil sendiri sangat diunggulkan menang atas Paraguay. (wsa/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Liverpool Memang Lebih Pantas dan Beruntung

Liverpool Memang Lebih Pantas dan Beruntung

Liverpool berhasil keluar menjadi juara UEAF Super Cup atau Piala Super Eropa 2019. Hasil itu didapat setelah The Reds berhasil mengalahkan Chelsea.


Sanksi Manchester City Lebih Ringan Ketimbang Chelsea

Sanksi Manchester City Lebih Ringan Ketimbang Chelsea

Manchester City akhirnya membayar denda 370 ribu franc Swiss sekitar Rp5,3 miliar, setelah FIFA memberi sanksi atas pelanggaran kontrak anak di bawah umur.


West Ham vs Man City, Laga 150 Juta Pound

West Ham vs Man City, Laga 150 Juta Pound

Mempertahankan gelar memang lebih sulit ketimbang merebutnya.


Jangan Anggap Remeh The Villians, Spur

Jangan Anggap Remeh The Villians, Spur

Tottenham Hotspur telah menghabiskan lebih dari 101 juta pound (Rp1,74 triliun) untuk menambah amunisi barunya.



Rumit dan Terlalu Mahal, Neymar Tetap di Paris

Rumit dan Terlalu Mahal, Neymar Tetap di Paris

Tak terbantahkan, saat ini Neymar Jr ingin segera hengkang dari klubnya Paris Saint Germain (PSG)


Tak Ngotot di Community Shield, Klopp Lebih Pentingkan Liga

Tak Ngotot di Community Shield, Klopp Lebih Pentingkan Liga

Pertarungan laga pembuka liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di ajang Community Shield 2019, akan digelar di Stadion Wembley, Minggu (4/8), pukul


Nasib James Rodriguez Lebih Buruk dari Bale

Nasib James Rodriguez Lebih Buruk dari Bale

Selain Gareth Bale, sejatinya ada dua pemain yang nasibnya sama buruknya di Real Madrid. Dia adakag Daniel Ceballos dan James Rodriguez.


Real Madrid vs Atletico, Duel Sarat Gengsi

Real Madrid vs Atletico, Duel Sarat Gengsi

La Liga belum bergulir. Namun, derby Madrid yang mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid sudah tersaji lebih awal.


Skuat Timnas U-19 Semakin Sempurna

Skuat Timnas U-19 Semakin Sempurna

Menjelang Piala AFF U-18 di Vietnam 4 Agustus mendatang, kekuatan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia semakin sempurna.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!