Sepakbola
Share this on:

Loew Ingin Tenang Dulu

  • Loew Ingin Tenang Dulu
  • Loew Ingin Tenang Dulu

KAZAN - Pasca kekalahan Jerman di tangan Korsel Rabu (27/6) malam lalu tekanan kepada der trainer Jerman Joachim Loew untuk mundur semakin membesar. Publik merasa periode Loew sudah terlalu lama dan permainan Jerman menemui titik jenuh.

Akan tetapi bukan perkara mudah untuk memecat Loew. Sebab sebelum Piala Dunia 2018 bergulir tepatnya Mei lalu, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) baru saja memperpanjang kontrak sampai 2022 mendatang atau hingga Piala Dunia Qatar.

Seperti diberitakan Standard kemarin (28/6) Loew masih belum mau berpikir tentang pemecatan dirinya. Selain kontrak pria berusia 58 tahun itu yakin dirinya masih layak di posisi nahkoda Die Mannschaft.

“Rasanya masih terlalu dini menjawab pertanyaan (tentang pengunduran diri) itu. Saya membutuhkan beberapa saat untuk berpikir jernih sebelum mengambil keputusan,” kata Loew.

Tentang kekalahan 0-2 oleh Korsel itu Loew juga memasang badan untuk melindungi anak buahnya. Nama playmaker Arsenal Mesut Oezil paling dicaci maki karena performanya yang dianggap paling buruk.

“Tersingkirnya kami bukan hanya disebabkan performa Oezil yang tak apik. Beberapa pemain juga ada di bawah standar permainan yang biasanya,” kata pria yang mengantar Jerman juara dunia 2014 itu.

Para suporter Jerman yang marah di Kazan Arena seperti diberitakan Mirror kemarin meneriaki Oezil ketika berjalan di lorong masuk stadion. Oezil pun terjepret sempat terpancing emosi dan terlibat pertengkaran sebelum akhirnya dilerai oleh ofisial Jerman.

Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018 ini menimbulkan berbagai analisis. Yang paling dangkal ada yang mengkaitkan dengan kutukan Piala Konfederasi. Yakni siapapun yang juara Piala Konfederasi pasti sial di Piala Dunia. Dan kebetulan Jerman menjuarai Piala Konfederasi 2017 lalu.

Ada juga yang menalikan dengan kutukan juara bertahan yang tersisih di fase grup. Prancis di 2002, Italia di 2010, Spanyol di 2014, dan yang terbaru tentu Jerman di 2018.

Pundit The Guardian Uli Hesse kemarin menuliskan kemarahan para suporter Jerman bisa dipahami karena memang sejak Piala Dunia 2006, Euro 2008, Piala Dunia 2010, Euro 2012, Piala Dunia 2014, dan Euro 2016, Jerman selalu menapak ke semifinal. Dengan capaian prestasi itu maka tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018 ini rasanya sangat menukik tajam.

Hesse juga menyoroti tentang terlalu banyak drama yang menghinggapi tim sebelum memulai perjalanan menuju Piala Dunia 2018 ini. Misalnya penyerang Sandro Wagner yang gagal terpilih timnas lalu mengundurkan diri.

Kemudian ada Oezil dan Ilkay Guendogan yang membuat kehebohan karena bertemu dengan Presiden Turki Recep Erdogan sebelum Piala Dunia 2018.

“Kemudian ada juga faktor pemilihan pemain yang kurang jeli oleh Loew. Misalnya menyisihkan Leroy Sane yang merupakan pemain muda terbaik Premier League musim 2017-2018 ini,” tulis Hesse.

Bukan hanya Sane, pemilihan kiper utama dimana Loew masih mempercayakan posisi itu kepada Manuel Neuer patut dipertanyakan. Padahal Neuer selama sembilan bulan tak pernah main karena menjalani pemulihan tulang metatarsal. Sedangkan pelapis Neuer, yakni Marc-Andre Ter Stegen menjalani musim yang baik di Barcelona dengan mencatatkan double winners. Yakni di La Liga dan Copa del Rey.

Kalau Loew mundur siapakah yang pantas untuk naik menggantikannya Jerman termasuk federasi sepak bola yang memiliki banyak pelatih berkualitas bagus. Namun kabar yang terdengar setelah Hoffenheim tak memperpanjang kontrak Julian Nagelsmann yang kontraknya usai 2019, Jerman menaruh hati pada pelatih muda itu.

Di sisi lain, Hesse juga mengkritik kalau kompetisi Bundesliga yang tak seimbang. Dominasi Bayern terlalu kuat. Selain Bayern selalu juara dalam enam musim terakhir, di kancah Eropa pasca Jerman juara dunia tak ada klub Jerman selain Bayern yang rutin menembus perempat final kejuaraan Eropa. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Lawan Sepadan yang Familiar
Lawan Sepadan yang Familiar

Berita Sejenis

Persib Bandung Tak Ingin Kecolongan Lagi

Persib Bandung Tak Ingin Kecolongan Lagi

Persib Bandung bakal menjamu Borneo FC dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2019 di Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu (14/8) malam ini.


Neymar Dibanderol Rp3,2 Triliun

Neymar Dibanderol Rp3,2 Triliun

Raksasa Ligue 1 Paris Saints Germain dikabarkan membanderol 200 juta Euro atau Rp3,2 triliun bagi klub manapun yang ingin meminang bintang Brasil, Neymar.


Rumit dan Terlalu Mahal, Neymar Tetap di Paris

Rumit dan Terlalu Mahal, Neymar Tetap di Paris

Tak terbantahkan, saat ini Neymar Jr ingin segera hengkang dari klubnya Paris Saint Germain (PSG)


Juventus Terus Buru Lukaku dan Pogba

Juventus Terus Buru Lukaku dan Pogba

Raksasa Italia Juventus ingin memboyong Romelu Lukaku dari Manchester United.


Neymar Akan Dibarter dengan Bale Plus Sejumlah Uang

Neymar Akan Dibarter dengan Bale Plus Sejumlah Uang

Meski Barca terus terang ingin menggaet Neymar, namun Paris Saint Germain (PSG) tak mau melepas begitu saja pemainnya itu.


Griezmann Datang, Coutinho Ingin Hengkang

Griezmann Datang, Coutinho Ingin Hengkang

Kedatangan Antoine Griezmann dari Atletico Madrid ke Barcelona mengancam masa depan Phillippe Coutinho.


Hai Yamaha, Quartararo Ingin Lebih!

Hai Yamaha, Quartararo Ingin Lebih!

Meski mengendari Yamaha YZR-M1 dengan spek terendah, Fabio Quartararo ternyata mampu tampil menggila di paruh pertama musim balap MotoGP 2019.


Barca Ingin Tuntaskan Transfer Neymar

Barca Ingin Tuntaskan Transfer Neymar

Juara La Liga 2018/19 Barcelona ingin segera menuntaskan transfer Naymar dari Paris Saint Germain (PSG).


Tolak Kontrak Baru, Origi Ingin Tinggalkan Liverpool

Tolak Kontrak Baru, Origi Ingin Tinggalkan Liverpool

Divock Origi benar-benar ingin meninggalkan Liverpool. Pemain timnas Belgia itu ingin segera hengkang dari Anfield.


Argentina Harus Menang, Jika Tak Ingin Malu

Argentina Harus Menang, Jika Tak Ingin Malu

Berstatus sebagai tim unggulan di Copa America 2019, Tango (julukan Argentina) menjalani start yang buruk.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!