Sepakbola
Share this on:

Lolos Piala Eropa 2020 dengan Sempurna, Italia Bisa Jadi Juara

  • Lolos Piala Eropa 2020 dengan Sempurna, Italia Bisa Jadi Juara
  • Lolos Piala Eropa 2020 dengan Sempurna, Italia Bisa Jadi Juara

ROMA - Italia memastikan diri menjadi negara kedua yang lolos ke putaran Final Piala Eropa 2020 usai menundukkan Yunani, 2-0 di Stadion Olimpico, Roma, dini hari (13/10) kemarin. Meski masih ada tiga laga tersisa di Grup J, namun dengan 21 poin, Armenia dan Bosnia Herzegovina yang berada di posisi ke-4 dan 5 tak mungkin menggeser posisi Azurri (sebutan Italia). Dua negara Balkan hanya meraih 10 poin.

Ini menjadi rekor baru untuk Italia. Bukan hanya melenggang dengan sempurna, lini depannya disebut paling produktif dengan raihan 20 gol. Selain itu, sisi pertahanan menjadi sorotan karena hanya kebobolan tiga gol.

Dalam laga kemarin, Allenatore Italia Roberto Mancini banyak merotasi skuatnya. Pasalnya, mereka kehilangan sejumlah pemain kunci. Seperti; Alessandro Florenzi, Emerson Palmieri, Lorenzo Pellegrini, Giorgio Chiellini dan Stefano Sensi.

Yunani yang dikenal disiplin membangun pertahanan, memaksa Mancini menurunkan komposisi bombernya. Federico Chiesa, Ciro Immobile, Lorenzo Insigne didapuk sebagai starter di lini depan Italia.

Sementara lini belakang, Mancini tetap menurunkan defender Juventus, Leonardo Bonucci. Laga kemarin menjadi caps internasionalnya yang ke-92. Bek veteran menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak ke-10 sepanjang sejarah tim nasional Italia.

Bonucci menggeser kompatriot La Vecchia Signora (sebutan Juventus) lainnya, Alessandro Del Piero yang telah mengoleksi 91 penampilan bersama Azzurri. Untuk pertama kalinya, skuat Italia tampil dengan jersey spesial berwarna hijau. Seragam ini pertama kali dipakai sejak kemenangan 2-0 atas Argentina di Piala Dunia 1954.

Italia belum banyak melakukan serangan di awal babak pertama. Pada menit 12, Yunani lebih dahulu mengancam lewat sepakan winger PAOK Dimitrios Limnios beruntuk sontekan berbahaya itu berhasil ditepis Gianluigi Donnarumma.

Pola 4-3-3 yang dimainkan Jorginho dan kawan-kawan membuat Italia lebih banyak bermain dominan. Dilansir dari Whoscored, ball possession melebihi 70 persen di babak kedua. Sayangnya, distribusi bola hanya bertumpu pada sektor tengah lapangan tak berbanding lurus dengan intercept ke daerah lawan.

Di menit 39, Italia harus kehilangan salah satu tumpuan serangnnya, Federico Chiesa yang mengalami masalah paha. Federico Bernardeschi yang sudah bersiap di tepi lapangan langsung menggantikannya.

Yunani yang menolak takluk, dengan segenap tenaga menghindarkan kemelut gawang. Hingga akhir babak pertama, tak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang menyasar, Italia harus puas dengan skor 0-0 di babak pertama.

Diturunkannya Bernardeschi mampu mengubah skema serangan Azzuri makin kreatif. Gelandang Italia Marco Verratti yang lebih banyak bergerak ke depan berhasil masuk dalam kotak penalti Yunani, passing bolanya di menit ke 62, berhasil diterima Lorenzo Insigne dan dieksekusi ke mulut gawang.

Sayang tembakan akurat itu mengenai tangan Andreas Bouchalakis. Wasit lalu mengganjarnya kartu kuning dan memberi Italia hadiah penalti. Eksekutor penalti Chelsea Jorginho maju sebagai algojo dan dengan tenang mengkonversinya menjadi gol. Italia 1-0 Yunani.

Gol pertama menjadi pemecah kebuntuan lini depan Italia. Mereka semakin percaya diri merengsek ke depan. Di menit 78, sepakab silang Bernardeschi menembak menyilang dari sisi kanan langsung bersarang di sudut bawah gawang.

Yunani makin gamang dan Italia memegang kendali penuh. Sayang, hingga peluit panjang berbunyi tak ada gol lagi yang tercipta. Italia menjadi tim kedua setelah Belgia yang memastikan lolos ke putaran final Euro 2020. Belgia lolos dari Grup I usai meraih 21 poin dari tujuh kali berlaga. (fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Brendan Rodgers Pembeda Leicester City

Brendan Rodgers Pembeda Leicester City

Kemenangan atas Arsenal, Minggu (9/11) lalu, membuat Leicester City menjadi kandidat pemburu gelar juara Premier League musim ini, setelah Manchester City dan L


Ronaldo-Sarri Mulai Tak Harmonis

Ronaldo-Sarri Mulai Tak Harmonis

Juventus baru saja sukses mengalahkan Milan dengan skor tipis 1-0. Gol penentu kemenangan dicetak Paulo Dybala di menit 77.


Persaingan di Premier League Belum Berakhir

Persaingan di Premier League Belum Berakhir

Stadion Anfield benar-benar menjadi tempat yang bisa menggetarkan nyali lawan.


Netizen Minta Pertahankan Coach Fakhri

Netizen Minta Pertahankan Coach Fakhri

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19, Fakhri Husaini berpamitan usai membawa skuat Garuda Nusantara lolos ke putaran final Piala AFC U-19 202


Timnas U19 Lolos ke Uzbekistan

Timnas U19 Lolos ke Uzbekistan

Timnas Indonesia U-19 akhirnya memastikan satu tempat di Piala Asia, usai bermain imbang 1-1 atas Korea Utara, Minggu (10/11) kemarin.


Timnas U19 Waspadai Kejutan Hongkong

Timnas U19 Waspadai Kejutan Hongkong

Tim Nasional (Timnas) U19 akan kembali melanjutkan kiprahnya di babak Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 Grup K, Jumat (8/11) petang, nanti..


Selebrasi Minta Maaf, Son Belum Move On

Selebrasi Minta Maaf, Son Belum Move On

Di depan kamera yang menyorotnya, Son Heung Min melakukan selebrasi dengan gestur meminta maaf.


Skuat Juventus Semakin Matang

Skuat Juventus Semakin Matang

Skuat arahan Maurizio Sarri pulang dengan kepala tegak dari lawatannya ke Stadion RZD Arena, Kamis (7/11) dinihari WIB.


Locomotiv vs Juventus, Hanya Satu Kata Menang!

Locomotiv vs Juventus, Hanya Satu Kata Menang!

Mister 33 (julukan Sarri) kembali ditantang untuk bereksperimen dengan komposisi Sarriball-nya.


Real Madrid vs Galatasaray, Tinggal Fokus Saja

Real Madrid vs Galatasaray, Tinggal Fokus Saja

Tim raksasa Spanyol, Real Madrid bakal menjamu Galatasaray di matchday keempat Grup A Liga Champions 2019-2020.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!