Sepakbola
Share this on:

Masih Butuh Cavani-Di Maria

  • Masih Butuh Cavani-Di Maria
  • Masih Butuh Cavani-Di Maria

Angel Di Maria.

NANTES - Andai Neymar tidak cedera jelang laga kontra Nantes kemarin dinihari, nama Edinson Cavani diyakini tidak akan menghuni starting line up PSG. Nah, pelatih Unai Emery terpaksa memainkan striker timnas Uruguay itu saat PSG menang 1-0 pada laga yang dihelat di Stade de la Beaujoire itu.

Namun, Cavani hanya di lapangan selama 68 menit sebelum digantikan Thomas Meunier. Kendala fisik yang belum kembali 100 persen jadi faktor utama.

Hal itu pula yang membuatnya diparkir Emery di dua laga sebelumnya. Sebagaimana diketahui, bersama Javier Pastore, Cavani terlambat kembali pasca menikmati liburan Natal dan tahun baru.

Meski tidak turun 90 menit, striker 30 tahun itu membukukan assist bagi gol semata wayang Angel Di Maria di menit ke-12. Hal tersebut menegaskan bahwa kontribusi keduanya masih sangat dibutuhkan PSG musim ini.

''Pertandingan yang ketat dengan waktu istirahat kami yang minim. Kami berhasil mengatasi tekanan mereka di babak kedua dan kemenangan ini memang sangat layak bagi kami,'' ucap Emery kepada L'Equipe. ''Untuk Neymar, dia kemungkinan kembali saat menghadapi Dijon (18/1). Namun, sebelum itu kami harus berkonsultasi kepada tim medis mengenai kondisinya,'' lanjut pelatih berkebangsaan Spanyol itu.

Memang, Emery terkesan menganakemaskan kapten timnas Brasil itu. Sebagaimana diketahui, baik Cavani dan Di Maria posisinya terancam seiring kedatangan Neymar dan Kylian Mbappe.

Untuk Di Maria, dia termasuk tetap profesional dan tampil maksimal meski waktu bermainnya tergerus. Dari 21 laga yang sudah dimainkan, winger timnas Argentina itu sudah mencetak 7 gol dan 8 assist.

nah, untuk Cavani, kehadirannya lebih vital. Dia juga saat ini menjadi top scorer PSG dengan 25 gol dari 25 pertandingan di semua ajang.

Lebih dari itu, Cavani hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai torehan gol Zlatan Ibrahimovic sebagai top scorer sepanjang masa Les Parisiens dengan 156 gol. Setidaknya, bila jadi dilego, Cavani minimal akan pergi akhir musim ini.

Namun, kepergiannya bisa mendapat tentangan dari fans PSG. Meski jumlah golnya hampir sama dengan Ibrahimovic, namun secara personal mantan striker Napoli itu lebih ramah ketimbang Ibra.

Eks penggawa timnas Prancis Bixente Lizarazu mengatakan bahwa friksi yang terjadi antara Neymar dan Cavani menjadi penyebab utama isu kepergian Cavani. Friksi yang dimaksud adalah saat PSG menang 2-0 dari Lyon. Kala itu, keduanya sempat terlibat adu mulut dan berebut eksekusi penalti.

Hal tersebut diperparah dengan Neymar yang memang mendapat keistimewaan dari PSG. ''Neymar tidak boleh merasa lebih besar daripada klub," ucap penggawa Prancis saat kampiun Piala Dunia 1998 dan EURO 2000 itu.

"Gesekan antara Neymar dan Cavani adalah masalahnya. Bahkan, Neymar sempat meminta izin istirahat selama empat hari di Brasil dan hal yang sama dilakukan Cavani dengan waktu ekstra untuk istirahat selama dua hari. Harusnya perlakuan yang diperoleh keduanya juga sama,'' ungkap Lizarazu. (io/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Oblak (Sementara) yang Terbaik
Oblak (Sementara) yang Terbaik

Berita Sejenis

Masih Ada Musim Kelima

Masih Ada Musim Kelima

Sebelum ngetop dengan jersey nomor 10-nya, Eden Hazard mengenakan jersey yang nomor punggung 17 di Chelsea dalam dua musim pertamanya (2012-2014).


Merindukan Trio MCN

Merindukan Trio MCN

Salah satu daya tarik Thomas Tuchel menerima pinangan PSG adalah kesempatannya melatih Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan Neymar.


Giroud Masih Belum Hot

Giroud Masih Belum Hot

Olivier Giroud seolah ''menghilang'' dari komposisi lini depan Prancis.


Lawan Jepang, Belgia Butuh Magic Lukaku

Lawan Jepang, Belgia Butuh Magic Lukaku

Romelu Lukaku tak pernah setajam ini ketika berkostum timnas Belgia. Lukaku bahkan tak pernah menciptakan dua kali brace (dua gol) dalam satu major tournament.


Handsball Rojo Seharusnya Pinalti

Handsball Rojo Seharusnya Pinalti

Nigeria nampaknya masih belum legowo dengan kekalahnya dari Argentina. Sebab, dari hasil itu Nigeria gagal lolos ke babak 16 besar.


Fokus Bikin Griezmann Nyaman

Fokus Bikin Griezmann Nyaman

Prancis untuk sementara memuncaki klasemen grup C. Namun permainan Hugo Lloris dkk masih kurang dari kata memuaskan.


Ambisi Tinggi Generasi Emas Belgia

Ambisi Tinggi Generasi Emas Belgia

Timnas Belgia masih dimaafkan bila optimal di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016 dengan dalih skuad belum matang.


Tim Promosi Bisa Jadi Bulan-bulanan

Tim Promosi Bisa Jadi Bulan-bulanan

Zona degradasi masih menjadi habitat tim promosi PSIS Semarang pada awal musim ini.


Amunisi Tua Siap-siap Hangatkan Rusia

Amunisi Tua Siap-siap Hangatkan Rusia

Muka-muka lama masih akan bertebaran pada Piala Dunia di 2018. Bahkan, mereka yang usianya sudah di atas 38 tahun pun, tetap menjadi pilihan utama.


Kondisi Andri Masih Tanda tanya

Kondisi Andri Masih Tanda tanya

Stok lini belakang Persebaya Surabaya terancam kian menipis kala menjamu Arema FC di stadion Gelora Bung Tomo (6/5).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!