Sepakbola
Share this on:

Menang dari Hasil Database Milla

  • Menang dari Hasil Database Milla
  • Menang dari Hasil Database Milla

CIKARANG - Timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan pada laga persahabatan melawan Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, kemarin malam.

Memang kemenangan hanya tipis 1-0. Namun, hasil itu positif karena timnas hanya melakukan persiapan selama dua hari plus belum punya pelatih kepala.

Pelatih dari Spanyol Luis Milla sampai kemarin belum memutuskan untuk memperpanjang masa kerja bersama Merah Putih. Padahal, PSSI sudah menyodorkan kontrak baru.

Sebagai gantinya, induk sepak bola tertinggi di Indonesia itu menggunakan Bima Sakti sebagai pelatih kepala. Dia didampingi Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy di posisi asisten.

Hasilnya memang cukup bagus. Timnas tetap bermain seperti ketika dipegang Milla.

Hansamu Yama dkk sukses mendominasi permainan dan kerap membangun serangan mulai dari lini pertahanan. Gol kemenangan Indonesia lahir dari sontekan Evan Dimas pada menit ke-89. Evan memanfaatkan tendangan keras Dedik Setiawan yang mental dan tak mampu dihalau dengan baik oleh penjaga gawang Mauritius Kevin Jean-Louis.

Asisten pelatih timnas Kurniawan Dwi Yulianto bersyukur dengan apa yang diraih anak asuhnya. Dia memang tidak melakukan banyak perubahan dalam tim. Dia tetap menerapkan strategi dan racikan yang selama ini digunakan oleh Milla.

”Coach Bima juga sering berkomunikasi dengan Milla sebelum pertandingan. Skuad yang ada saat ini juga merupakan bekas Asian Games 2018 dan hasil dari database milik Milla,” paparnya.

Yang terpenting dari pertandingan kemarin, kelebihan dan kekurangan timnas sudah terlihat menjelang Piala AFF November mendatang. Apalagi, Kurus (panggilan akrab Kurniawan Dwi Yulianto) menuturkan bahwa Mauritius bermain sangat baik. Compact defence dan pressing yang dilakukan pemain lawan memberikan banyak pelajaran untuk pemainnya.

”Pemain kami juga sabar sekali. Itu nilai plus ke depan. Kalau kami tidak sabar menghadapi pertahanan yang solid begitu, bola long pass banyak dilakukan. Namun, itu tidak terlihat di pertandingan tadi (kemarin, Red),” terangnya.

Kurniawan hanya berharap PSSI segera menunjuk pelatih baru. Bagi dia, dua bulan menuju Piala AFF bukanlah waktu yang lama. Banyak hal yang harus dipersiapkan.

”Idealnya memang harus sesegera mungkin. Tapi, syukur, timnas sudah punya fondasi yang bagus di U-23 yang turun di Asian Games 2018. Tinggal menambahi beberapa posisi yang dibutuhkan saja,” paparnya.

Striker legendaris Indonesia itu menegaskan siap jika ditunjuk sebagai pelatih timnas di Piala AFF. Kurniawan yang merasa gagal mempersembahkan prestasi bagi timnas ketika menjadi pemain ingin menebusnya dengan menjadi pelatih.

”Tapi, saya tidak terpikir untuk itu. Tetapi, kalau dipanggil negara, apa pun bentuknya, saya siap,” tegasnya.

Sementara itu, Evan Dimas berharap kemenangan kemarin tidak membuat rekan-rekannya berpuas diri. Piala AFF yang sudah dekat harus dilihat dengan sangat serius. Banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk nanti beradaptasi dengan pelatih baru atau jika Milla kembali.

”Saya rasa, meski nanti coach Kurniawan yang ditunjuk, juga tidak ada masalah, nggak beda dengan coach Luis. Sama,” kata pemain Selangor FA itu.

Sementara itu, pelatih Mauritius Francisco Filho mengatakan bahwa lawannya memang layak menang. Sebab, Indonesia bermain lebih bagus. Dia juga memuji permainan timnas Indonesia. Menurut dia, timnas Indonesia sudah memainkan sepak bola modern.

”Mereka tidak tergesa-gesa saat menyerang. Punya striker bagus dan bek yang kuat. Kecepatan dan variasi serangannya juga mengagumkan,” tutur pelatih kelahiran Sao Paulo, Brasil, itu.

Menurut Filho, andai kiper Kevin Jean-Louis tidak bermain bagus, mungkin gol yang bersarang ke gawangnya lebih banyak. ”Kami mendapat pelajaran yang berharga. Ya, ternyata sepak bola Asia berkembang sangat cepat. Kami harus segera berbenah,” katanya. (rid/c11/nur/jpg)

Berita Sebelumnya

Seedorf Puas Meski Seri
Seedorf Puas Meski Seri

Berita Berikutnya

Habisi Dominasi Wakil Bianconeri
Habisi Dominasi Wakil Bianconeri

Berita Sejenis

The Blues Bakal Samai The Magpies

The Blues Bakal Samai The Magpies

Tactician Chelsea Maurizio Sarri sepertinya hanya menghitung hari untuk ditendang dari Chelsea.


Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia

Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia

Timnas U-22 meraih tiga kali hasil imbang dalam uji coba sebelum tampil di Piala AFF U-22 di Kamboja.


Gaji Bisa Lebihi Grizzi, Tetapi Mono Bisa Pergi

Gaji Bisa Lebihi Grizzi, Tetapi Mono Bisa Pergi

Bayaran pelatih lebih rendah dari pemainnya? Siapa bilang. Diego Simeone bisa jadi salah satu buktinya.


Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Sebelum menang 3-0 atas Sassuolo pada giornata ke-23 Serie A (11/2), Juventus bermasalah dengan barisan pertahanan.


Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Real Madrid menunjukkan kapasitasnya sebagai juara bertahan Liga Champions.


Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Thaibaut Courtois memang berstatus kiper utama Real Madrid untuk Liga Champions dan La Liga. Sedangkan jatah Keylor Navas "hanya" Copa del Rey.


Lionel Messi, si Kutu yang Mati Kutu

Lionel Messi, si Kutu yang Mati Kutu

Entrenador Ernesto Valverde sebenarnya tidak ingin memaksakan Lionel Messi yang baru pulih dari cedera hamstring turun di El Clasico kemarin.


Tottenham Hotspur Mulai Terbiasa tanpa Harry Kane

Tottenham Hotspur Mulai Terbiasa tanpa Harry Kane

Baik Tottenham Hotspur maupun Newcastle memiliki kabar baik yang datang dari Amerika Serikat menjelang pertemuan kedua tim pada matchweek 25.


Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Pekan lalu Tottenham Hotspur tersisih dari Piala Liga usai takluk 2-4 dalam adu penalti lawan Chelsea (25/1) di babak semifinal.


Alexis Sanchez Tambah Semangat Kalau Dapat Boo

Alexis Sanchez Tambah Semangat Kalau Dapat Boo

Pada Selasa (22/1) lalu tepat satu tahun wide attacker Alexis Sanchez berganti kostum. Dari Arsenal menjadi Manchester United.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!