Sepakbola
Share this on:

Menanti Pembuktian Bale di kandang Villareal

  • Menanti Pembuktian Bale di kandang Villareal
  • Menanti Pembuktian Bale di kandang Villareal

MADRID - Gareth Bale membuktikan kelasnya selama 2018. Bale mengoleksi 27 gol dari 48 kali penampilannya bersama Real Madrid tahun lalu. Selama hampir enam musim memperkuat Los Merengues, 2018 sudah menjadi tahun paling produktif winger berjuluk Welsh Wizard itu. Nah, bagaimana dengan 2019?

''Tahun lalu tahun yang hebat. Sekarang, 2019, saya ingin lebih tajam dan lebih baik lagi bagi Real,'' sebut Bale dalam status di akun Instagram-nya @garethbale11, kemarin WIB (2/1). Kali terakhir Bale mampu mengoleksi lebih dari 20 gol per tahun itu pada 2014. Tahun itu, ada 24 gol yang dikoleksi Bale.

Ambisi pada 2019 itu dibuka saat Real menyambangi Estadio de la Ceramica, Villarreal, dini hari nanti WIB (siaran langsung SCTV/beIN Sports 2 pukul 03.30 WIB). Kebetulan, Bale mempunyai pengalaman menarik saat bertandang ke markas Yellow Submarine itu. Ingat, Bale mengawali golnya sebagai galactico Real di tempat yang dulunya bernama El Madrigal itu.

Gol debutnya itu terjadi pada jornada 4 La Liga 2013-2014. Ambisi pemain berumur 29 tahun itu juga berlipat dengan potensinya menjadi salah satu centurion Real. Sekadar diketahui, hat-trick Bale ke gawang Kashima Antlers dalam semifinal Piala Dunia Antar Klub lalu adalah koleksi gol ke-99.

''Kembali dengan 100 persen. Awal yang bagus sebelum menjalani 2019,'' klaim pemain termahal dunia ketika bursa transfer musim panas 2013 itu. Ya, kondisi Bale yang terbebas dari cedera dapat menjadi salah satu indikator penentu comeback-nya ketajaman Bale. Selama 2018 hanya dua kali dia absen karena cedera.

Cedera aduktor kaki kanan dan engkel kaki kanannya tahun ini pun juga cuma membuat Bale absen masing-masing satu laga. Tidak sampai berlangsung berminggu-minggu seperti saat tahun-tahun sebelumnya. Kondisi kebugarannya tahun lalu juga menjadi kondisi terbaik selama menjejakkan kaki di Valdebebas, kamp latihan Real.

''Dia (Bale) akan menjadi pemain yang rakus saat kondisinya dalam keadaan 100 persen fit,'' ungkap entrenador Real Santiago Solari, dikutip El Confidencial. Dia sudah menunjukkan kalau dia mampu dan kapabilitasnya membantu agresivitas Real di lini depan. Terutama setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan Estadio Santiago Bernabeu musim panas lalu.

Ronaldo hampir selalu jadi top scorer klub dari musim ke musim. Dalam musim ini, gol-gol Bale hanya kalah banyak dari striker Karim Benzema. Indiecito (julukan Solari) mengklaim, Bale musim ini sudah lebih fleksibel dalam menjalankan perannya di lapangan. ''Dia bak dapat melahap setiap jengkal area permainan. Dia mampu menjalankan peran sebagai playmaker atau striker,'' puji Solari.

Walaupun, musim ini Bale hanya sekali menjalankan peran sebagai pemain nomor 9. Di musim ini, dia lebih sering bermain sebagai flank. Meski, Bale lebih banyak menjalankan tugas sebagai winger kanan dengan 14 kali. Ketika ditunjuk lebih melebar ke kiri winger versatile itu justru lebih produktif.

Dari tujuh kali dia menempati posisi winger kiri, Bale sukses menyumbangkan 7 gol dan hanya sekali assists. ''Saya harap tekanan fans kami sedikit membantu meredamnya (Bale), dan itu yang kami butuhkan,'' sebut tactician Villarreal Luis Garcia, seperti dikutip di dalam Mundo Deportivo.

Padahal, justru di kandang Villarreal-lah ketajaman Bale selalu muncul. Bukan hanya di musim pertamanya, Bale juga selalu berhasil mencatatkan namanya di papan skor El Madrigal dua musim terakhir. Yaitu di dalam jornada 24 La Liga 2016-2017 dan ketika jornada terakhir musim lalu. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Posisi runner-up Real Madrid di La Liga hanya berusia sepekan.


Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Aral terjal menghadang Real Madrid yang tengah merajut langkah untuk bangkit.


Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Real Madrid menunjukkan kapasitasnya sebagai juara bertahan Liga Champions.


Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

Filippo Inzaghi punya nama besar di Serie A semasa menjadi pemain.


Menunggu Kejutan Pochettino di Kandang Chelsea

Menunggu Kejutan Pochettino di Kandang Chelsea

Seberapa hebatkah kemampuan Mauricio Pochettino dalam meracik strategi?


Lawan Levante, Kans Pembuktian Coutinho untuk Barcelona

Lawan Levante, Kans Pembuktian Coutinho untuk Barcelona

Per Minggu 6 Januari lalu, Philippe Coutinho tepat setahun menjadi penggawa Barcelona. Dia membuat rekor transfer pembelian termahal dalam sejarah klub.


Kalah 2-0 di Kandang, Real Madrid Tertahan di Posisi Kelima

Kalah 2-0 di Kandang, Real Madrid Tertahan di Posisi Kelima

Real Madrid harus menahan malu di hadapan pendukungnya, setelah dikalahkan Real Sociedad 0-2.


Kalah 2-1, Laju Liverpool Terhenti di Kandang Manchester City

Kalah 2-1, Laju Liverpool Terhenti di Kandang Manchester City

Laju Liverpool tertahan di Etihad Stadium (kandang Manchester City), Jumat (4/1) dinihari WIB.


Menanti Laga ke-500 Fabregas di Premier League bersama Chelsea

Menanti Laga ke-500 Fabregas di Premier League bersama Chelsea

Kontrak Cesc Fabregas akan purna musim panas tahun ini di Chelsea. Kebijakan The Blues kepada para pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun pun tegas.


Napoli Kalah, Koulibaly Jadi Korban Rasisme

Napoli Kalah, Koulibaly Jadi Korban Rasisme

Napoli gagal memanfaatkan tertahannya Juventus di kandang Atalanta dalam giornata ke-18 Serie A.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!