Sepakbola
Share this on:

Menanti Singa Frankfurt Mengamuk di Bundesliga

  • Menanti Singa Frankfurt Mengamuk di Bundesliga
  • Menanti Singa Frankfurt Mengamuk di Bundesliga

FRANKFURT - Bagi semua orang, bila bicara mengenai Bundesliga nama yang paling banyak disebut adalah Bayern Munchen. Meski tidak salah, namun sedikit yang tahu bahwa klub yang paling banyak disorot soal kemewahan dan keberingasannya adalah Eintracht Frankfurt.

Ya, klub sepakbola kebanggaan warga Frankfurt ini adalah klub tertua di dunia. Berdiri pada 8 Maret 1899, klub ini merupakan klub termewah yang dimiliki Bundesliga pasca Perang Dunia kedua meletus. Die Adler- sebutan Eintracht Frankfurt identik dengan kelas elit di kota metropolitan terbesar kedua di Jerman itu. Hingga banyak yang menyebutnya sebagai Diva.

Di tengah berkecamuknya perang dingin, Eintracht Frankfurt membuat mata pencinta sepakbola eropa terbelalak. Secara mengejutkan, mereka menembus final Liga Champions yang saat itu disebut Piala Eropa musim 1959/60.

Lawannya adalah raksasa Spanyol, Real Madrid. Jumlah penontonnya masuk dalam rekor Piala Eropa dalam dua dekade terakhir. Sebanyak 127.621 orang mengerubungi Stadion Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, tempat diselenggarakanya partai final tersebut.

Kendati kalah 3-7 dari Madrid, tepuk tangan menggema mengiringi pemain Frankfurt ke ruang ganti. Partai final tersebut menjadi bukti bahwa klub semenjana itu mampu menghadapi klub mapan sehebat Madrid.

Musim lalu, Eintrach Frankfurt tampil cukup meyakinkan di liga Jerman. Tampil dengan kemenangan sebanyak 15 kali dan hanya mampu menang 10 kali sepanjang musim, membuatmereka menembus posisi 7 klasemen.

Kendati demikian, pencapaian Eintracht Frankfurt di Liga Eropa 2018-2019 patut diacungi jempol. Mereka tampil mengesankan hingga menembus partai semifinal. Nama seperti Luka Jovic, Sebastien Haller dan Ante Rebic hampir mengulangi kejayaan mereka di Partai Final Liga Eropa 1980.

Sebanyak 57 gol di semua kompetisi dan 41 di Bundesliga dari kaki para trisula itu membuat Borussia Dortmund dan Bayern Munchen ketar ketir. Sejak di paruh kedua, Eintracht sempat mengancam lolos jatah Liga Champions sebelum akhirnya finis di urutan ketujuh.

Dari sekian nama yang paling menonjol adalah Luka Jovic. Pemain Serbia itu menorehkan 27 gol dari 48 laga di semua kompetisi. Ia juga mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sementara Bundesliga 2018/19 hingga pekan ke-9. Torehanquintuple,alias 5 gol.

Sayang pada bursa transfer musim panas lalu. Trisula Die Adler harus pindah ke klub raksasa Eropa. Juni lalu, Real Madrid mendaratkan Luka Jovic dengan mahar transfer sekitar 53 juta euro. Dikabarkan Eintracht Frankfurt mendapat untung besar 900 persen.

Sementara, West Ham United resmi membeliSebastien Haller dariEintracht Frankfurtdengan biaya sekitar 45 juta paun pada Rabu (17/7). Pembelian itu membuar The Hammers memecahkan rekor transfer termahal milik mereka.

Top skor ketiga Die Adler Ante Rebic, bergabung ke AC Milan dengan status pinjaman selama dua tahun, sementara Andre Silva pindah ke kubu berlawanan.

Meski kehilangan para pemain kunci. Die Adler tak ambil pusing. Sejumlah nama pun diboyong Commerzbank-Arena, Markas Eintracht Frankfurt. Sambil mengantongi untung besar, Pemilik Eintracht Adi Hutter memboyong Bas Dost dari Sporting Lisbon dan kompatriot Luka Jovic, Dejan Joveljic dari Red Star Belgrade.

Striker Eintracht Bas Dost bukan pemain baru di Bundesliga, sebelum berlaga di Portugal, ia telah menghabiskan empat musim bersama Wolfsburg. Di Eintracht, ia menandatangani kontrak tiga tahun. Pemain Belanda itu menjadi pengganyi Luka Jović dan Sbastien Haller.

Minggu (1/9), Dost mencetak gol pertamanya untuk Frankfurt pada menit ke-57 saat melawan Fortuna Dsseldorf. Eintracht menang 2-1. Dia mencetak gol setelah masuk sebagai pengganti Dejan Joveljić di babak pertama.

Untuk dapat tampil di kompetisi Eropa, klub manapun termasuk Eintracht Frankfurt harus punya tekad yang kuat. Mereka tak mau lagi dikategorikan klub Runner Up. (fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Icardi Merapat, PSG Semakin Garang
Icardi Merapat, PSG Semakin Garang

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Juventus vs Bologna, Menanti Kejutan Sarrismo Lagi

Juventus vs Bologna, Menanti Kejutan Sarrismo Lagi

La Vecchia Signora (sebutan Juventus) punya kesempatan besar melumat Bologna yang tak pernah menang di empat laga sebelumnya.


Tottenham Spurs VS Bayern Muenchen, Menanti Dendam Die Roten

Tottenham Spurs VS Bayern Muenchen, Menanti Dendam Die Roten

Pertandingan big match bakal tersaji di matchday kedua babak penyisihan Grup B UEFA Champion (Liga UEFA Champion) 2019/2020.


Atletico vs Juventus, Menanti Cojones Ronaldo

Atletico vs Juventus, Menanti Cojones Ronaldo

Perasaan Cristiano Ronaldo tiba-tiba membuncah. Di depan tribun suporter Atletico Madrid, sang bintang Juventus itu langsung melakukan selebrasi khasnya, memuta


Napoli vs Liverpool, Duel Bernada Revans

Napoli vs Liverpool, Duel Bernada Revans

Lorenzo Insigne merupakan satu dari sekian nama pemain Napoli yang sudah tak sabar menanti laga melawan Liverpool.


Menanti Kejutan Tim Kuda Hitam Liga Champions

Menanti Kejutan Tim Kuda Hitam Liga Champions

Liga Champions baru akan bergulir, Selasa (17/9), mulai pukul 23.00 WIB.


Fiorentina vs Juventus, Menanti Pembuktian Sarri

Fiorentina vs Juventus, Menanti Pembuktian Sarri

Kondisi Maurizio Sarri mulai membaik pasca pemulihannya dari pneumonia yang mengerogoti tubuhnya hampir sebulan lebih.


Menanti Pembuktian Kualitas Neymar

Menanti Pembuktian Kualitas Neymar

Uji coba Timnas Brasil versus Kolombia besok pagi, akan menjadi ajang pembuktian Neymar.


Slovakia vs Kroasia, Menanti Kejutan Lovren

Slovakia vs Kroasia, Menanti Kejutan Lovren

Dua pemain Kroasia sempat berada dalam ketidakpastian masa depan di bursa transfer musim panas ini.


Hadapi Bulgaria, Skuat Inggris Didominasi Singa Muda Three Lions

Hadapi Bulgaria, Skuat Inggris Didominasi Singa Muda Three Lions

Dua bek Manchester City, John Stones dan Kyle Walker tidak masuk skuad Inggris dalam kualifikasi Euro 2020, pekan depan.


Inter vs Lecce, Menanti Kembaloinya Antonio Conte

Inter vs Lecce, Menanti Kembaloinya Antonio Conte

Antonio Conte sudah lima tahun lebih tak merasakan atmosfer laga Serie A, sejak Mei 2014 silam..



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!