Sepakbola
Share this on:

Napoli Dikalahkan Juventus Bukan karena Salah Koulibaly

  • Napoli Dikalahkan Juventus Bukan karena Salah Koulibaly
  • Napoli Dikalahkan Juventus Bukan karena Salah Koulibaly

TURIN - Kemarin malam (1/9) mungkin menjadi momen yang sulit dilupakan bagi sang protagonis, Kalidou Koulibaly. Kegarangan bek Napoli asal Senegal itu seakan sirna di telan cahaya Allianz Stadium. Sontekan kakinya di injury time (47') membuat si kulit bundar melesat ke mulut gawang yang dijaga Alex Meret, Juventus menang dengan skor tipis 4-3 di injury time (92').

Ya, kecerdasan Koulibaly dalam mengawal lini belakang memang patut diajungi jempol. Tegas dan tak kenal kompromi terutama di babak kedua. Apalagi setelah Napoli Bangkit dari ketertinggalan 3-0. Koulibaly seakan menjadi motor penggerak rekan setim hingga mampu menyamakan kedudukan.

Fanatisme Fidanzata d'Italia tentu masih mengingat saat Koulibaly, membungkam Stadion Allianz pada 22 April 2018 lalu. Ia menyeret Napoli pada permainan yang memuaskan. Tapi kali ini, wajah pria kelahiran Saint-Di-des-Vosges, Perancis, 20 Juni 1991 itu, harus berulangkali ditutupi dengan jersey kebanggaannya. Ia dan tim pulang dengan hasil buruk.

Gol bunuh diri Koulibaly memang memutuskan hasil negatif. Apalagi saat dirinya dikelabui oleh manuver Higuain, hingga terciptanya gol kedua bagi Juventus di menit ke-19. Kondisi ini kian diperburuk saat CR7 beraksi. Koulibaly terlambat menghalau laju pergerakan pemain Portugal hingga membuahkan gol ketiga bagi Juventus di menit ke-62.

Carlo Ancelotti jelas kecewa. Ia mengaku tidak puas setelah kekalahan Napoli melawan Juventus. "Performa Napoli tidak cukup. Jam pertama kami tidak melakukannya dengan baik. Tetapi meskipun 3-0 kami bertahan di pertandingan, kami meluruskannya. Laga bisa imbang 3-3. Dan ini bukan hal gampang," tutur mantan pelatih Real Madrid ini kepada Gazzetta, usai pertandingan.

Mantan punggawa Timnas Italia di putaran final Piala Dunia 1990 itu menilai Juventus hanya mengandalkan serangan balik. "Kami yang lebih banyak mengontrol permainan, kami memberi Juve kesempatan untuk menekan dan percaya diri. Matuidi melakukan pekerjaan yang luar biasa, tetapi meninggalkan banyak ruang di sisi Fabian, yang tidak kami eksploitasi," imbuhnya.

Bagi Ancelotti, pertahanan Juventus masih lemah. "Mustahil untuk tidak menyebutkan lemah. Kami menyamakan kedudukan dengan rentang waktu yang cepat. Pertahanan adalah masalah kolektif. Ya, malam ini kami berkorban kecil," paparnya.

Disingung soal gol bunuh diri Koulibaly, dirinya hanya melempar senyum. "Drama itu biasa dalam laga. Yang jelas, ini malam yang buruk bagi kami, dan tentu baginya (Koulibaly, red)," tegasnya.

Kondisi Koulibaly, berbanding terbalik dengan debut perdana Hirving Lozano. Pemain anyar ini mampu membuktikan dirinya selalu selalu mencetak gol pada debutnya di sebuah klub. Ini tidak hanya terjadi saat dirinya berkostum Pachuca, atau PSV. Menghadapi La Veccia Signora (julukan Juventus), ia berhasil membuat Szczesny memungut bola di dalam gawangnya pada menit ke-68.

Lozano mampu bersaing dengan Kostas Manolas atau Giovanni Di Lorenzo yang juga berhasil menciptakan gol di menit ke-66 dan 81. Cara kerjanya di barisan depan, sempat membuat sang Allenatore Carlo Ancelotti tersenyum. Dan tidak menutup kemungkinan, bakal menjadi pemain utama I Ciucciarelli (si Keledai Kecil) (julukan Napoli).

"Anda akan menemukan bagaimana Napoli mencetak gol dengan tiga pemain baru. Bukan hanya gol, karena Lozano bergerak dengan baik, De Ligt bertaruh dan menyusulnya beberapa kali, dan memaksa Alex Sandro berjibaku," tandasanya.

Sementara itu, asisten pelatih Juventus, Giovanni Martusciello tak puas dengan pencapaian ini. "Mereka agresif di paruh kedua. Napoli membuat kami dalam kesulitan, memiliki dribble lebih tinggi dari rata-rata. Dan ini soal mental," terangnya.

Hasil pertandingan ini, sambung dia, tentu menjadi bahan evaluasi. "Ini adalah tim yang kami pikir dibangun dengan meninggalkan ego. Pjanic adalah contoh dalam hal ini. Ia bermain sesuai arahan Pelatih Sarri, meski tidak berada di bench," imbuhnya.

Dirinya pun memberikan pujian pada debut Danilo, yang musim panas kemarin didatangkan dari Manchester City. Masuk menggantikan De Sciglio di pos bek kanan. Hanya 29 detik berselang, bek sayap Brasil itu mencetak gol dengan sentuhan pertamanya sebagai seorang pemain Juventus. Gol ini tercipta lewat sebuah serangan balik cepat yang dipimpin Douglas Costa.

Sebelum Danilo, pemain terakhir yang mencetak gol lebih cepat dalam laga debut di Serie A bersama klub barunya adalah Duvan Zapata pada September 2017 lalu. Disingung soal transfer pemain, ia menegaskan jika Juventus masih membuka kemungkinan karena ada beberapa intervensi managemen.

"Setiap penyesuaian yang harus kami lakukan, harus fungsional dengan konsep tim yang kami buat. Performa De Ligt bagus selama satu jam, lalu jatuh seperti sahabat lainnya. Dia masih sedikit pengalaman bermain di Seri A, tetapi dia adalah anak yang sangat cerdas," pungkasnya. (fin/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Rapor Sanchez Dipantau MU
Rapor Sanchez Dipantau MU

Berita Sejenis

Juventus Mulai Tunjukkan Dominasi

Juventus Mulai Tunjukkan Dominasi

Juventus mengudeta Inter Milan setelah memenangi Derby dItalia pada giornata ketujuh Serie A.


Di Dubai, Simon Enggan Beri Latihan Berat

Di Dubai, Simon Enggan Beri Latihan Berat

Tim Nasional Indonesia terus berlatih serius di Uni Emirat Arab (UEA). Salah satunya menggelar internal game di Lapangan Al Arabi Sports Club, Sabtu (5/10) mala


Tottenham Bukan Tim Inggris Pertama yang Dikalahkan Telak

Tottenham Bukan Tim Inggris Pertama yang Dikalahkan Telak

Kekalahan Tottenham Hotspur 2-7 dari Bayern Munchen menjadi momen terburuk dalam sejarah 137 tahun klub yang bermarkas di White Hart Lane tersebut.


Juventus Memang Sudah Menang Pamor

Juventus Memang Sudah Menang Pamor

Tampil perkasa di hadapan pendukung yang memadati Allianz Stadium, Juventus membenamkan mimpi Bayer Leverkusen yang menargetkan mencuri poin di pertemuan pertam


Juventus vs Leverkusen, Kans Amankan Poin Penuh

Juventus vs Leverkusen, Kans Amankan Poin Penuh

Juventus bakal kedatangan tamu dari tim Jerman, Bayer Leverkusen. Di Liga Champions, menjadi pertemuan pertama mereka di Allianz Stadium Turin, Rabu (2/10) dini


Revolusi Ngotot ala Sarri

Revolusi Ngotot ala Sarri

Tre Difensori atau tiga bek memang selalu menjadi andalan Juventus pada musim-musim sebelumnya.


Juventus vs SPAL, Saatnya Kembali Rebut Takhta

Juventus vs SPAL, Saatnya Kembali Rebut Takhta

Berita kematian sang nenek membuat Alex Sandro harus kembali ke Brasil. Kepergiannya membuat kekosongan di lini pertahanan Juventus.


Kalahkan Lazio 1-0, Inter Kudeta Juventus

Kalahkan Lazio 1-0, Inter Kudeta Juventus

Inter Milan akhirnya memupus dominasi Juventus. Skuat Antonio Conte melanjutkan laju kemenangannya di Liga Italia.


Formasi Alternatif Juventus Sama Kuatnya

Formasi Alternatif Juventus Sama Kuatnya

Raksasa Italia, Juventus berhasil meraih kemenangan kala bertandang ke markas Brescia dalam laga lanjutan Serie A Italia 2019/2020.


Kalah Lagi, Ronaldo Dua Kali Absen

Kalah Lagi, Ronaldo Dua Kali Absen

Entah perasaan apa yang menyelimuti hati Cristiano Ronaldo. Bintang Juventus itu lagi-lagi tak nongol dalam gala The Best FIFA.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!