Sepakbola
Share this on:

Pelukan Terakhir di El Clasico

  • Pelukan Terakhir di El Clasico
  • Pelukan Terakhir di El Clasico

BARCELONA - Sulit untuk membenci Andres Iniesta, termasuk entrenador Real Madrid Zinedine Zidane. Meski Zidane dongkol dan menolak pasillo buat Barca di el clasico kemarin, toh pria 45 tahun tersebut tetap menyelipkan respek kepada kapten Barca tersebut.

Seperti diberitakan Marca kemarin (7/5) Zidane tertangkap kamera Movistar Plus menunggu lima menit di lorong Camp Nou hanya untuk memberikan pelukan terakhir buat Iniesta. El clasico kemarin menjadi edisi terakhir buat Iniesta.

“Saya bertemu dan mengobrol dengannya dua sampai tiga kali. Dia (Iniesta, red.) adalah sosok yang ramah dan saya menyenangi pemain yang bisa melakukan apapun di lapangan, tapi tetap rendah hati,” kata Zidane kepada Marca.

Bapak empat anak itu hanya memiliki kata dan kenangan yang indah soal Iniesta. Bahkan menurut Zidane, pemain sekelas Iniesta setidaknya sekali pernah memenangi trofi individu prestisius. Seperti Ballon d'Or atau pemain terbaik FIFA.

“Sangat sulit melihatnya berpamitan seperti saat ini. Saya tidak melihat sosoknya sebagai seorang pemain Barca tetapi sebagai seorang pesepak bola,” ucap Zidane.

Di sisi lain, Iniesta menyadari kalau el clasico kemarin merupakan keterlibatannya terakhir dalam pertarungan dua tim terbaik Spanyol. Karena itu, pria 33 tahun itu ingin memanfaatkan setiap momen yang dimiliki.

“Pasca final Copa del Rey (25/4) saya merasa tak pernah benar-benar fit. Namun saya berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam setiap momen pamungkas bersama tim ini,” ujar Iniesta.

Soal adanya kartu merah di laga kemarin, pencetak gol tuggal Spanyol di final Piala Dunia 2010 itu menuturkan el clasico selalu berjalan dalam tensi yang tinggi. Jadi ketidaktegasan wasit akan selalu menjadi sorotan tajam.

“Akan selalu ada debat dalam pengambilan keputusan oleh wasit. Karena ini adalah el clasico, pertandingan terhebat dari dua tim terbaik Spanyol,” tutur Iniesta kepada Marca. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Kalah pun Tetap Lolos
Kalah pun Tetap Lolos

Berita Berikutnya

Kartu Pertama Mo Salah
Kartu Pertama Mo Salah

Berita Sejenis

Tantangan Brasileiro Pertama Era Mourinho

Tantangan Brasileiro Pertama Era Mourinho

Andreas Pereira. Ya, hanya Andreas-lah Brasileiro yang ada di Manchester United-nya Jose Mourinho dua musim terakhir.


Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Italia selalu membosankan tiga musim terakhir. Juventus selalu mendominasi semua pesta juara domestiknya. Baik scudetto Serie A, ataupun juara Coppa Italia.


Kartu Pertama Mo Salah

Kartu Pertama Mo Salah

Paceklik gol dalam tiga laga terakhir membuat Mohamed Salah frustrasi.


Drama dan Kontroversi El Clasico Jilid II

Drama dan Kontroversi El Clasico Jilid II

El Clasico jilid II Barcelona menghadapi seterunya, Real Madrid, Senin (7/5) dinihari, di Camp Nou memang hanya berakhir 2-2.


Sarat Kontroversi, El Clasico Kedua Tanpa Pemenang

Sarat Kontroversi, El Clasico Kedua Tanpa Pemenang

El Clasico kedua musim ini berakhir tanpa pemenang.


Belakang Tengah Bagus, Depan Loyo

Belakang Tengah Bagus, Depan Loyo

Berakhir sudah PSSI Anniversary Cup 2018. Bahrain yang dalam pertandingan terakhir kemarin menang atas Korea Utara 4-1 keluar sebagai juara.


Latihan Terakhir dengan Wenger

Latihan Terakhir dengan Wenger


Para Matador Kembali, Chelsea pun Menang

Para Matador Kembali, Chelsea pun Menang

Sudah lama matador-matador dari Stamford Bridge tak pernah menggila. Kali terakhir, matador-matador Chelsea mengamuk dalam Boxing Day, 26 Desember.


Obsesi Lain si Badak

Obsesi Lain si Badak

Bila melihat tren pertandingan terakhir AC Milan dan Arsenal, leg pertama 16 besar Liga Europa dini hari nanti sudah pasti milik Rossoneri.


Kans Bale-Ceballos Unjuk Gigi

Kans Bale-Ceballos Unjuk Gigi

Habiskan karir Gareth Bale musim ini di Real Madrid ? Apalagi dalam empat pertandingan terakhir Real, Bale hanya menjadi starter satu kali.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!