Sepakbola
Share this on:

Penahbisan yang Terbaik di Premiership

  • Penahbisan yang Terbaik di Premiership
  • Penahbisan yang Terbaik di Premiership

LIVERPOOL - Pep Guardiola selalu datang ke Anfield sebagai pecundang. Musim lalu, Sang Filsuf melihat skuad Manchester City-nya takluk 0-1 di Premier League. Musim ini, 14 Januari lalu lagi-lagi Pep melihat Vincent Kompany dkk terhenti rekor 22 laga unbeaten-nya di Premier League.

Nah, akankah Pep kembali jadi pecundang pada lawatan ketiganya ke Merseyside ketika melakoni leg pertama perempat final Liga Champions 2017-2018 melawan Liverpool, dini hari nanti WIB? (Siaran Langsung beIN Sport 1 pukul 01.45 WIB).

''Kami tak boleh hilang kendali, jangan terbawa atmosfer Anfield,'' ucap Pep, menanggapi rivalitas pertamanya melawan Klopp di Eropa ini.

Pep berkaca dari kekalahan 3-4-nya Januari lalu. Tiga dari empat gol The Reds terjadi di dalam kurun waktu sembilan menit ketika penggawa City keluar menyerang saat 15 menit awal babak kedua. ''Cara main mereka sangat rumit. Kami tahu itu. Mereka sangat cepat, mereka pun sangat bagus dan tangguh,'' tutur Pep.

Dilansir Liverpool Echo Klopp akan tetap menerapkan permainan seperti dua bulan lalu. Jordan Henderson dkk akan melimitasi aliran bola-bola dari Kevin De Bruyne dan David Silva, dan memaksa armada Pep main lebih dengan garis pertahanan tinggi. Itulah yang akan kembali dimanfaatkan Liverpool dengan serangan cepatnya menekan defense City.

Pep tak mau itu kembali terjadi. ''Karena ini Liga Champions, bukan Premier League. Di sini pun kami sudah masuk di perempat final. Sehingga, kami tak mau kami kembali pada level permainan itu. Kami akan coba supaya itu (menang atas Liverpool di Anfield) menjadi mudah,'' beber pelatih dengan koleksi dua si Kuping Lebar (sebutan trofi juara Liga Champions) pada karirnya itu.

Intinya, leg pertama di Anfield bisa diamankan City andai mereka lebih sabar lagi. Tidak malah terbawa permainan cepat Liverpool yang bisa mencapai 10 meter per detik. Ini bakal jadi duel dengan potensi banyak gol apalagi dengan dua klub ini yang sudah sama-sama mengoleksi lebih dari 100 gol musim ini. Mohamed Salah bisa jadi ancaman pertahanan City.

Kloppo, secara terpisah, mengklaim bahwa dirinya sudah memahami karakter permainan klub mana pun yang ditangani Pep. Baik itu saat masih di Bayern Muenchen, dan sekarang jadi tactician City. ''Tak ada permainan bertahan melawan klub attacking football. Memainkan garis pertahanan tinggi takkan pernah mereka senangi. Andai kami mampu melakukannya, maka saat itulah mereka akan kesulitan untuk meredamnya,'' kata Kloppo, sapaan akrabnya.

Berbicara dalam situs resmi UEFA, der trainer yang lebih tua tiga tahun usianya dari Pep itu menyebut tak ada istimewanya City musim ini. Begitu pula klub-klub yang ditangani Pep di dalam karirnya. Klopp menganggap sukses Pep hanya karena dia lebih dibekali pemain-pemain bagus.

Tidak karena taktiknya yang hebat. ''Di Barca dia punya Xavi, (Andres) Iniesta, (Sergio) Busquets, atau Lionel Messi. Di Bayern, dia punya banyak pemain agresif. Sekarang, dia masih begitu. Ada (Ilkay) Guendogan, Silva, (Sergio) Aguero), (Leroy) Sane, (Raheem) Sterling, atau Gabriel Jesus.Mereka luar biasa,'' sindir Klopp.

Klopp pun menyindir filosofi Juego de Posicion-nya Pep. City musim ini sudah mampu menyempurnakan filosofi Pep. ''Perposisian itu penting. Tapi itu bukan satu-satunya faktor, dia akan lebih berfungsi jika dia punya kualitas individu yang bagus pula,'' imbuh Klopp.

Maklum, Klopp beberapa kali diserobot City di bursa transfer, termasuk transfer Sane dan Guendogan. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jelang Lawan Thailand, Status Ezra Walian Masih Menggantung

Jelang Lawan Thailand, Status Ezra Walian Masih Menggantung

Hingga, Kamis (21/3) kemarin, pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23, Indra Sjafri belum menentukan 23 pemain yang akan berlaga di Kualifikasi Piala AFC U


Vinicius Pilih Madrid, Padahal Barcelona Berani Bayar Lebih Mahal

Vinicius Pilih Madrid, Padahal Barcelona Berani Bayar Lebih Mahal

Vinicius Junior, menjadi salah satu talenta sepak bola Brasil yang menjadi incaran Barcelona di musim lalu.


Hari Ini, Indra Sjafri Coret Satu Pemain Timnas U-23 Lagi

Hari Ini, Indra Sjafri Coret Satu Pemain Timnas U-23 Lagi

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23, Indra Sjafri belum memutuskan 23 pemain yang akan berlaga di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020.


Gara-gara Selebrasi, Ronaldo Terancam Sanksi

Gara-gara Selebrasi, Ronaldo Terancam Sanksi

UEFA akhirnya menjatuhkan sanksi kepada megabintang Juventus Cristiano Ronaldo yang melakukan selebrasi tak senonoh di babak 16 besar Liga Champions.


Ronaldo Luar Biasa, Messi Jenius

Ronaldo Luar Biasa, Messi Jenius

Debat tentang siapa pesepak bola terhebat dunia yang menyandingkan dua pemain fenomenal, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, bukanlah hal baru di jagat sepak bo


Barcelona Lolos, Bayern Munchen Tersingkir

Barcelona Lolos, Bayern Munchen Tersingkir

Barcelona membuktikan diri sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Liga Champions musim ini.


Saddil Mulai Ikut Latihan, Egy Masih Ditunggu

Saddil Mulai Ikut Latihan, Egy Masih Ditunggu

Dua pilar Timnas U-23, Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri yang kini bermain di luar negeri siap membela Merah Putih.


Ditahan Imbang, Badai Cedera di Old Trafford

Ditahan Imbang, Badai Cedera di Old Trafford

Bukan hujan gol yang tersaji di Old Trafford kemarin (24/2) saat Manchester United menjamu tamunya Liverpool.


Ada Mourinho Lagi di El Clasico

Ada Mourinho Lagi di El Clasico

Perang komentar dengan Pep Guardiola, sampai mencolok mata Tito Villanova yang masih jadi asisten Pep pada 2011.


Garuda Muda Harus Menang Lawan Kamboja

Garuda Muda Harus Menang Lawan Kamboja

Hobi seri timnas Indonesia U-22 masih berlanjut. Begitu pula dengan tren Indra Sjafri yang belum pernah menang saat menghadapi Malaysia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!