Sepakbola
Share this on:

Pengalaman Final Spaso dan Wawan

  • Pengalaman Final Spaso dan Wawan
  • Pengalaman Final Spaso dan Wawan

@ibachdim/Instgram

**** - Lolosnya Bali United ke final Piala Presiden 2018 begitu istimewa bagi Ilija Spasojevic dan Wawan Hendrawan. Mereka berdua pernah merasakan atmosfer final turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air tersebut.

Meski sudah merasakan laga final, tapi nasib keduanya bertolak belakang. Spaso merasakan manisnya gelar juara usai Persib Bandung mengandaskan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sedangkan, Wawan gagal mengangkat trofi setelah timnya kala itu, Borneo FC digilas Arema FC 1-5 di Stadion Pakansari, Bogor. Sekalipun pernah merasakan final Piala Presiden, keduanya tetap antusias bisa mengulanginya.

”Ini luar biasa. Setelah juara (Piala Presiden, Red) bersama Persib, kemudian musim lalu bersama Bhayangkara di Liga 1, saya ingin tambah koleksi gelar lagi,” ungkap Spaso.

Wawan juga tidak kalah semangatnya. Final melawan Persija pada 17 Februari nanti sangat istimewa. ”Saya ingin juara tahun ini. Sudah kepalang tanggung,” tambahnya.

Berbeda dengan musim lalu ke final bersama Borneo FC yang turun dengan pasukan keduanya, kali ini Wawan lebih percaya diri. Sebab, Bali United sangat serius dan motivasinya berlipat. ”Kalau melihat materi pemain saat ini, saya sangat optimistis,” jelasnya.

Adapun Spaso yang pernah merasakan juara, tetap bernafsu mengulanginya. ”Ini sudah tinggal satu langkah. Jangan sampai lengah. Kami harus all out melawan Persija nanti,” sambung pemain naturalisasi itu.

Kemenangan di laga final memang cukup krusial. Sebab, mereka menilai gelar Piala Presiden 2018 bisa mengangkat moral tim sebelum terjun ke Liga 1 musim ini. Karena itu, kemenangan seolah menjadi harga mati bagi tim berjuluk Serdadu Tridatu itu. (gus/ham/jpg)

Berita Sebelumnya

Duel Dua Macan Lapar
Duel Dua Macan Lapar

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Seleksi Rampung, Timnas U-19 Mulai Fokus

Seleksi Rampung, Timnas U-19 Mulai Fokus

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri mulai menegaskan rencana matangnya untuk tak lagi melakukan seleksi pemain dan memilih okus pada pemantapan tim.


Ambisi Tinggi Generasi Emas Belgia

Ambisi Tinggi Generasi Emas Belgia

Timnas Belgia masih dimaafkan bila optimal di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016 dengan dalih skuad belum matang.


Der Panzer Antisipasi jika Oezil Cedera

Der Panzer Antisipasi jika Oezil Cedera

Lini tengah Jerman dihuni demikian banyak pemain berkualitas dan merata.


The Citizen Dominan, Blaugrana Merata

The Citizen Dominan, Blaugrana Merata

Laga final Piala Dunia 2018 baru dihelat 15 Juli. Namun, "juara" sudah bisa diketahui sejak sekarang.


Tampil Memikat Berkat Wejangan Andritany

Tampil Memikat Berkat Wejangan Andritany

Kebobolan empat gol dalam dua laga beruntun di Liga 1 dan klub yang dibelanya menelan kekalahan. Itulah yang dialami kiper Persija Jakarta Daryono.


Allison atau Buffon The Reds!

Allison atau Buffon The Reds!

Malam memalukan di Kiev, Minggu dinihari kemarin WIB (27/5), sudah cukup jadi momen pengingat bagi Liverpool dan Juergen Klopp.


Final Bisa Jadi Pembuka

Final Bisa Jadi Pembuka

Pertemuan Cristiano Ronaldo melawan Mohamed Salah bisa saja berlanjut ke ajang lainnya yakni Piala Dunia 2018.


Turki Jadi Host Final Liga Champions Tahun Depan

Turki Jadi Host Final Liga Champions Tahun Depan

Ataturk Olympic Stadium kembali mendapat kepercayaan menggelar final Liga Champions.


Laskar Joko Tingkir Tantang Raja Kandang

Laskar Joko Tingkir Tantang Raja Kandang

Barito Putera dan Persela Lamongan sama-sama meraih hasil positif pada pekan kesembilan Liga 1.


Jelang Final Liga Champions, Salah Tetap Berpuasa

Jelang Final Liga Champions, Salah Tetap Berpuasa

Penggawa Liverpool Alberto Moreno mengaku kagum dengan rekannya, Mohamed Salah, yang tetap berpuasa di tengah persiapan final Liga Champions 2017/2018.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!