Sepakbola
Share this on:

Penunjukan Gusti Randa Dinilai Langgar Statuta PSSI

  • Penunjukan Gusti Randa Dinilai Langgar Statuta PSSI
  • Penunjukan Gusti Randa Dinilai Langgar Statuta PSSI

JAKARTA - Salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Gusti Randa resmi menjabat sebaai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PSSI menggantikan Joko Driyono.

Joko Driyono sendiri terpaksa nonaktif dari jabatannya lantaran harus menjalani proses hukum terkait permasalahannya yang diduga melakukan pengerusakan barang bukti pengaturan skor.

Di saat Jokdri -sapaan akrab Joko Driyono sedang menjalani pemeriksaan berulang kali, rapat Exco PSSI yang digelar pada Selasa (19/3) kemarin, memutuskan mantan Ketua Asrov PSSI DKI Jakarta itu sebagai Plt Ketum PSSI.

Gusti Randa sendiri-pun membenarkan bahwa dirinya mendapatkan mandat sebagai Plt Ketua Umum PSSI. "Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini," tutur Gusti.

Dengan kembali berpindahnya tampuk kepemimpinan, PSSI berupaya untuk bisa menjaga agar semua rencana yang sudah dijadwalkan PSSI bisa terlaksana dengan baik, termasuk menyelnggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dan juga pelaksanaan Liga 1 2019 yang akan dimulai pada awal Mei mendatang.

"Selain itu (KLB, red), saya ingin memastikan Liga 1 on the track (tetap pada jalurnya). Karena waktu sudah dekat. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan ini," tutur Gusti.

Namun, penunjukkan Gusti Randa mejadi Plt Ketum PSSI mendapat respon keras dari Ketua Asprov PSSI Maluku, Sofyan Lestaluhu. Menurutnya PSSI sudah dalam status darurat jika menunjuk Gusti Randa sebagai Plt Ketum PSSI.

Ia menjelaskan, menurut statuta PSSI Pasal 39 ayat D poin 6 tertulis apabila ketua umum tidak ada atau berhalangan, wakil ketua umum dengan usia tertua akan menggantikannya. Dengan kata lain, menurutnya, semestinya ketika Joko Driyono tidak aktif di posisinya, Iwan Budianto selaku Wakil Ketua Umum PSSI yang akan mengambil alih.

"Ini darurat, ini darurat, saya mau tanggapi soal Gusti Randa. Menurut saya, sesuai statuta, kalau seandainya Joko Driyono mengundurkan diri, yang menjadi Plt itu seharusnya Iwan Budianto, ia kan?," tutur Sofyan dalam keterangan tertulis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (19/3) kemarin.

"Kalau Gusti Randa hari ini (kemarin, Red.) jadi Plt ketum PSSI, berarti ini PSSI dalam status darurat, iya kan? Dalam tanda kutip," sambung Sofyan.

Menilai kondisi PSSI yang dalam status darurat, Sofyan meminta agar PSSI untuk segera menggelar KLB. Ia menambahkan, penunjukkan Gusti Randa sebagai Plt Ketum PSSI sudah keluar dari statuta PSSI.

"Saya sebagai ketua Asprov PSSI Maluku, menghimbau agar PSSI segera mengagendakan KLB segera mungkin. Apakah ini hasil koordinasi (penujukkan Gusti), kalau memang mau melakukan sesuatu, seharusnya sesuai dengan statuta PSSI," tutur Sofyan.

"Dalam statuta jelas, kalau ketua umum mengundurkan diri, digantikan oleh wakil, dalam hal ini kan Iwan Budianto wakil ketum PSSI kan masih ada. Kalau sudah seperti ini, berarti kita tahu, PSSI saat ini dalam status darurat," tambah Sofyan.

"Oleh sebab itu, kami mendesak untuk PSSI menyelenggarakan KLB, dengan seluruh tahapan-tahapan mekanisme kongres," tandasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh, Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali. Menurutnya, pengangkatan Gusti Randa telah melanggar statuta PSSI.

"Pengangkatan Gusti Randa menjadi Plt Ketua Umum PSSI ilegal karena tidak sesuai dengan Statuta PSSI. Seharusnya Iwan Budianto, karena dia satu-satunya wakil ketua umum PSSI setelah Jokdri ditunjuk jadi Plt Ketua Umum (menggantikan Edy Rahmayadi)," terang Akmal.

Namun hal tersebut dibantah oleh Gusti Randa. Menurut mantan aktor Indonesia itu, penunjukkannya sebagai Plt Ketum PSSI diambil atas dikresi Joko Driyono alias mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi dan juga jabatannya dilegalkan dalam Surat Keputusan (SK).

"Siang tadi saya sudah menerima surat tembusan, Pak Joko Driyono yang isinya penugasan untuk menjadi Ketum PSSI dengan menjalankan kegiatannya sehari-hari PSSI dan juga melakukan langkah-langkah menuju KLB. Penugasan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Ketum PSSI, Joko Driyono, kepada saya untuk menjabat posisi itu," tutur Gusti usai Drawing Delapan Besar Piala Presiden 2019 di Jakarta, Selasa (19/3) kemarin.

Selain itu, Gusti Randa mengklaim keputusan Joko Driyono memilihnya sebagai Plt. Ketua Umum PSSI tidak menabrak Statuta PSSI. "Jadi, jika ada pertanyaan kenapa bukan IB (Iwan Budianto)? Karena, ini sifatnya penugasan. Jadi, itu diskresi kewenangan dari ketua umum. Sedangkan, ketua umum sendiri saat ini dalam posisi nonaktif, sehingga itu diperbolehkan agar beliau punya banyak waktu untuk menyelesaikan perkara yang sedang dihadapi. Ya ini masuk wewnang ketua umum, sesuai statuta," tambah Gusti menjelaskan. (gie/fin/wsa/zul)

Berita Sebelumnya

Ujian Skuat Muda Jerman
Ujian Skuat Muda Jerman

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Penalti Milan Bikin Pemain Lazio Geregetan

Dua Penalti Milan Bikin Pemain Lazio Geregetan

Kemenangan AC Milan atas Lazio 1-0 berbau kontroversial, lantaran wasit dinilai lebih berpihak pada pasukan Gennaro Gattuso.


Delegasi FIFA Apresiasi Kinerja PSSI

Delegasi FIFA Apresiasi Kinerja PSSI

PSSI menerima dua perwakilan FIFA dan AFC di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (11/4) kemarin.


Alasan Tunggu FIFA. Makin Gelap

Alasan Tunggu FIFA. Makin Gelap

Jika melihat statuta FIFA, agenda Kongres Luar Biasa yang akan dijalankan oleh PSSI tampaknya bisa langsung jalan secepatnya.


Dugaan Match Fixing, Polisi Periksa Empat Pengurus PSS Sleman

Dugaan Match Fixing, Polisi Periksa Empat Pengurus PSS Sleman

Belum sepekan, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono merasakan pengapnya jeruji besi, Polri kembali mengungkap kasus pengaturan skor lainnya.


Sekjen PSSI Bisa Jadi Tersangka

Sekjen PSSI Bisa Jadi Tersangka

Satgas Antimafia Bola menargetkan pekan depan seluruh berkas kasus yang ditangani akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.


Soal Ezra, PSSI Hormati Keputusan FIFA

Soal Ezra, PSSI Hormati Keputusan FIFA

PSSI menghormati keputusan FIFA terkait polemik status pemain Indonesia Ezra Walian.


PSSI Berharap Bantuan FIFA

PSSI Berharap Bantuan FIFA

Gaduh di sepak bola Indonesia masih belum terurai sepenuhnya. Memang betul bahwa pihak Kepolisian juga ambil bagian dalam melakukan investigasi.


Dugaan Match Fixing PSSI, Mbah Putih: Saya Akan Buka Depan Penyidik

Dugaan Match Fixing PSSI, Mbah Putih: Saya Akan Buka Depan Penyidik

Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng ditangkap kemarin.


Kasus Persibara Harus Dituntaskan Semuanya

Kasus Persibara Harus Dituntaskan Semuanya

Pengakuan blak-blakan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani menyeret nama dua anggota Exco PSSI.


Fachry Latih Timnas U-19, Bima Sakti U-16

Fachry Latih Timnas U-19, Bima Sakti U-16

Tidak ada nama Fachry Husaini dalam jajaran pelatih timnas Indonesia yang diumumkan PSSI kemarin. Itu tentu menimbulkan pertanyaan besar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!