Sepakbola
Share this on:

Pulang ke Italia, tapi Jangan Jadi Pecundang

  • Pulang ke Italia, tapi Jangan Jadi Pecundang
  • Pulang ke Italia, tapi Jangan Jadi Pecundang

LONDON - Maurizio Sarri hanya ingin pulang. Tak peduli dengan sukses yang dia rengkuh di Liga Europa musim lalu bersama Chelsea. Tiga pekan mencari jalan pulang ke Italia, maka tadi malam WIB Chelsea benar-benar merelakan Sarri pergi. Setelah menyepakati kompensasi GBP 5 juta (Rp90 miliar), Juventus pun mendapatkan Sarri.

Mister 33, julukan Sarri, akan bersama dengan penguasa Serie A itu untuk tiga musim ke depan. ''Dia ngotot ingin kembali ke Italia sebelum final Liga Europa. Dia telah menjelaskan ke kami mengapa kembali ke Italia sangat penting. Dia percaya, penting baginya untuk lebih dekat dengan keluarga,'' ungkap Direktur Chelsea Marina Granovskaia terkait alasan Chelsea melepas Sarri, dikutip situs resmi klub, kemarin (17/6).

''Kami berharap dia menemukan kesuksesan di sana,'' imbuh direksi Chelsea yang punya julukan "Si Wanita Besi" itu. Nah, harapan Granovskaia itu yang menjadi pertanyaan bagi Sarri setelah datang ke Vinovo, sebutan kamp latihan Juve, pekan ini. Sebab, tak mudah untuk sukses menukangi klub berjuluk La Vecchia Signora itu.

Terlebih untuk pelatih yang belum memiliki jiwa pemenang scudetto seperti Sarri. Fakta, selama masih menukangi Napoli, Sarri hanya jadi pesaing. Bukan pemenang. Histori dalam dua dekade terakhir menunjukkan rata-rata sosok sukses di belakang Juve pernah mencatat scudetto di Liga Italia.

Minimal, scudetto Serie B seperti Antonio Conte. Namun mantan portero Juve Gianluigi Buffon masih menaruh keyakinan kepada pelatih asli Naples tersebut. Tak ada turbulensi ketika Juve ditinggal Massimiliano Allegri dan memercayai Sarri.

''Dia (Sarri) bukan revolusi, dia pun bukan pertaruhan Juve. Dia hanya mewakili jalan yang belum diuji,'' klaim kiper 41 tahun itu di dalam wawancaranya kepada Corriere dello Sport.

Dia yakin Juve tak salah pilih. ''Saya memahami betapa kompetennya Presiden (Andrea) Agnelli, Direktur (Olahraga) Fabio Paratici, dan Pavel Nedved (CEO Juve). Mereka juga sudah mengikuti jalur yang sama. Dengan Juve yang ingin memenangi Liga Champions, maka tim ini perlu mengalihkan pandangan ke sesuatu yang baru,'' tutur Buffon, mengomentari perubahan di sisi gaya main Juve di tangan Sarri.

Juve di tangan Allegri dianggap sudah membosankan. Semusim terakhir permainan Juve sudah dibanding-bandingkan dengan Napoli yang masih atraktif seperti saat di tangan Sarri. Itu yang jadi pekerjaan rumah Sarri. Tutto Sport mengklaim hanya Cristiano Ronaldo pemain yang mampu menunjang gaya main ala Sarri.

''Saya tak punya masukan,'' kata Allegri, mengomentari masuknya Sarri di Juve.

Kepergian Sarri ke Juve membuka gerbang London Cobham, kamp latihan Chelsea, bagi Frank Lampard. Rayuan sang pemilik Roman Abramovich dari ujung telepon pun membuatnya mantap kembali ke klub yang membesarkan namanya itu. ''Dua musim diberikan bagi Lampard untuk membuktikan diri,'' tulis The Times.

Takkan sulit bagi The Blues, julukan Chelsea, menarik Lampard. Membayar kompensasi GBP 4 juta (Rp72 miliar) masih mudah bagi Abramovich. Apalagi Stephen Pearce selaku CEO Derby County juga pernah jadi orang dalam di Chelsea. Pearce mantan Direktur Keuangan di klub tersebut.

Dengan Lampard yang masih hijau di Premier League, maka dia membutuhkan tangan kanan yang lebih berpengalaman. Sebelum Sarri pergi, asistennya Gianfranco Zola sudah pergi. Dari beberapa rumor soal siapa asisten Lampard, Jody Morris yang mendampinginya selama di Derby santer disebut.

Morris cuma mempunyai pengalaman jadi pelatih akademi Chelsea. Selain Morris, opsi-opsi lain datang dari Didier Drogba dan Shay Given. Drogba akan jadi pelatih striker, yang saat era Sarri dijalankan Zola. Lalu, Given menggantikan Carlo Cudicini.

''Dia butuh pelatih dengan pengalaman bagus. Bukan teman-temannya,'' warning mantan penyerang Chelsea, Ruud Gullit, dikutip Goal. (reu/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

PSG Siap Lego Neymar Musim Ini
PSG Siap Lego Neymar Musim Ini

Berita Sejenis

Harga Jual Pogba Naik Jadi Rp1,8 Triliun

Harga Jual Pogba Naik Jadi Rp1,8 Triliun

Mino Raiola memang agen yang cakap. Provokasinya terkait kepergian Paul Pogba dari Manchester United membuat pihak Old Trafford bergeming.


Rade Krunic Jadi Pembelian Pertama Milan

Rade Krunic Jadi Pembelian Pertama Milan

Rade Krunic menjadi pembelian pertama AC Milan musim ini. Pemain berposisi gelandang tersebut didatangkan Milan dari Empoli dengan kontrak berdurasi lima tahun.


Everton Soares Siap Merumput di AC Milan

Everton Soares Siap Merumput di AC Milan

Bermain impresif bersama timnas Brasil, Everton Soares diincar sejumlah klub besar Eropa. Salah satunya adalah raksasa Italia AC Milan.


Menunggu Aksi Pemain Baru tapi Stok Lama Liverpool

Menunggu Aksi Pemain Baru tapi Stok Lama Liverpool

Saat ini belum ada satupun pemain yang benar-benar baru di Liverpool.


Roman Abramovich Jadi Jaminan Lampard

Roman Abramovich Jadi Jaminan Lampard

antan bintang Chelsea Frank Lampard segera akan mengawali karirnya sebagai pelatih bersama Chelsea.


Messi Jadi Sasaran Kritik Lagi

Messi Jadi Sasaran Kritik Lagi

Langkah Argentina di Copa America 2019 terhenti di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (3/7) kemarin.


Indonesia-Australia Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Indonesia-Australia Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Federasi Sepak Bola Australia (FFA) mengatakan Australia telah mengadakan pembicaraan dengan Indonesia.



Gagal ke Semifinal, Di Biagio Mundur dari Azzurini

Gagal ke Semifinal, Di Biagio Mundur dari Azzurini

Allenatore Italia U-21, Luigi Di Biagio, mengambil sikap setelah tersingkirnya Azzurini, julukan timnas Italia U-21, dari Euro U-21.


Serie A Jadi Primadona

Serie A Jadi Primadona

Tampaknya penjualan Cristiano Ronaldo ke Juventus musim lalu, membuka tahap baru bagi manajemen Real Madrid.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!