Sepakbola
Share this on:

Regulasi yang Manjakan Pelatih

  • Regulasi yang Manjakan Pelatih
  • Regulasi yang Manjakan Pelatih

NYON - Pep Guardiola sempat sewot dengan jatah pergantian pemain saat musim pertamanya di Liga Champions bersama Manchester City, 2016 lalu. Dikutip di Manchester Evening News, Guardiola mendesak UEFA mengubah regulasi pergantian pemain. Utamanya untuk laga-laga di Liga Champions dan Liga Europa.

''Kenapa Anda tak pikirkan empat, lima, atau bahkan enam pergantian? Seluruh pemain-pemain bisa terlibat lebih banyak dari sebelumnya. Begitu pun pelatih, kami dapat menerapkan taktik yang berbeda,'' tutur Guardiola. Dia pun yakin dengan usulannya itu. ''Semua akan lebih baik (dengan lebih dari tiga pergantian),'' imbuh pelatih yang sudah mengoleksi dua Si Kuping Lebar, sebutan trofi Liga Champions.

Dengan ditambahnya pergantian pemain, Guardiola mengklaim itu tidak hanya memberi keuntungan bagi pelatih dan klub. Tapi pemain. ''Mereka juga perlu bernafas, dengan mendapat jatah istirahat, mereka bisa menikmati permainan,'' klaim tactician 47 tahun itu. Dan, baru pada tadi malam WIB usulannya itu terkabul.

Ya, tadi malam WIB UEFA sudah merilis perubahan regulasi baru terkait dengan jumlah pemain yang bisa diganti dalam satu laga. Seperti usulan Guardiola, pergantian pemain tak lagi dijatah tiga pemain. Tapi, dengan regulasi baru ini, pergantian bisa bertambah jadi empat pemain. Syaratnya, The Citizens musim depan harus kembali lagi ke fase knockout seperti musim ini.

Sebab, aturan baru itu hanya diperuntukkan jika laga fase knockout masuk perpanjangan waktu. Baik di Liga Champions atau di Liga Europa musim depan. Sebaliknya, apabila laganya cuma berakhir sampai 90 menit, maka jatah penggantiannya tetap normal tiga kali. Perubahan di dalam jumlah pergantian pemain itu bukan yang pertama terjadi.

UEFA mengadopsi aturan ini dari terobosan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan FIFA. Kedua otoritas tersebut sudah menerapkannya musim ini untuk Piala FA dan Piala Dunia Antar Klub. Perubahan pun juga terjadi dalam jumlah pemain yang duduk di bench. Jika pada musim-musim sebelumnya setiap klub hanya boleh mendaftarkan 18 pemain–11 pemain starter dan 7 pengganti, maka musim depan jumlahnya jadi 23 pemain.

Rinciannya, 11 pemain yang turun di lapangan sebagai starter, dan 12 pemain sisianya di bench. Hanya, jika Guardiola ingin merasakannya, maka dia harus mampu membawa City main di final Liga Champions musim depan. Aturan yang sama berlaku di final Liga Europa.

''Pelatih bisa lebih fleksibel dengan perubahan ini,'' tulis UEFA dalam pernyataannya.

Selain perubahan dari jumlah pergantian pemain dalam fase knockout dan final saat Liga Champions dan Liga Europa musim depan, UEFA juga membebaskan pendaftaran pemain-pemain baru pada fase knockout. Tak ada lagi aturan pemain yang didaftarkan tak boleh berada dalam satu level turnamen sama dengan mantan klubnya.

City atau Guardiola memang tak mengalaminya musim ini. Arsenal yang jadi korbannya setelah mereka tak diperbolehkan menurunkan bomber anyarnya, Pierre-Emerick Aubameyang. Alasannya, Auba dari Borussia Dortmund, dan The Gunners dan Dortmund sama-sama main di Liga Europa. Atau, kasus ketika Henrikh Mkhitaryan dilarang memakai nomor punggung 7-nya di Arsenal.

Alasannya, nomor itu sudah jadi milik Alexis Sanchez yang sudah didaftarkan Arsenal di Liga Europa. Alhasil, Mikhi selama bermain di Liga Europa musim ini harus rela menggunakan nomor punggung 77. Sementara nomor punggung 7 hanya dia kenakan ketika membela Arsenal di Premier League. (ren/bas/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Magicisco Itu Masih Ada
Magicisco Itu Masih Ada

Berita Sejenis

Restu untuk si Nomor Tujuh

Restu untuk si Nomor Tujuh

Kalau Cristiano Ronaldo mengalami keapesan dengan menerima kartu merah kemarin (20/9) maka hal sebaliknya yang terjadi dengan, Mariano Diaz.


Misi Antara Dua Messi

Misi Antara Dua Messi

Lionel Messi punya banyak “kembaran”. Ya, banyak pemain yang mendapat julukan “Messi” di negaranya masing-masing.


Bek Kelima yang Raih Penghargaan

Bek Kelima yang Raih Penghargaan

Pengakuan yang terbaik untuk Virgil van Dijk akhirnya datang juga.


Lebih Solid, Lebih Pede

Lebih Solid, Lebih Pede

Tottenham Hotspur dan Mauricio Pochettino memiliki makna yang spesial buat Juergen Klopp.


Belum Ada yang Sesukses Eriksson

Belum Ada yang Sesukses Eriksson

Langkah Freddie Ljungberg sebagai pelatih Arsenal U-23 menghidupkan lagi asa Swedia punya pelatih dengan rekam jejak jempolan.


Nomor 10 Hanya buat Messi

Nomor 10 Hanya buat Messi

Selama Lionel Messi belum memutuskan pensiun, maka tidak akan ada pemain timnas Argentina yang mengenakan nomor 10.


Keane Ngamuk Lagi

Keane Ngamuk Lagi

Asisten pelatih Rep. Irlandia Roy Keane memang dikenal sebagai sosok dengan tingkat emosional tinggi. Alias ngamukan.


Habisi Dominasi Wakil Bianconeri

Habisi Dominasi Wakil Bianconeri

Sebelum Gianluigi Buffon pensiun, minimal satu penggawa Juventus yang dimainkan pada laga-laga timnas Italia.


Seedorf Puas Meski Seri

Seedorf Puas Meski Seri

Ketika menjadi pemain Clarence Seedorf mungkin salah satu pemain dengan gelar yang komplit.


Zidane Inginkan Real Connection

Zidane Inginkan Real Connection

Media-media Inggris terus memberitakan soal akan adanya pergantian pelatih di Manchester United.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!