Sepakbola
Share this on:

Reina Bukan Serep Gigio

  • Reina Bukan Serep Gigio
  • Reina Bukan Serep Gigio

CARSON - Untuk apa mendatangkan kiper tua Pepe Reina saat memiliki Gianluigi Donnarumma di tim? Itulah isi kepala mayoritas Milanisti saat Reina resmi jadi kiper anyar AC Milan musim ini.

Namun, yang tersaji di laga pertama Rossoneri di International Champions Cup (ICC) melawan Manchester United membungkam semua suara sumbang. Masuk pada menit ke-60 menggantikan Gigio, kiper berkebangsaan Spanyol itu tampipl gemilang dengan menggagalkan setidaknya tiga peluang emas United melalui juan Mata dan Alexis Sanchez.

Bahkan, performa dahsyat Reina berlanjut ke babak adu penalti. Babak tos-tosan dilakukan lantaran kedua tim hanya bermain 1-1 di 2x45 menit. United unggul terlebih dahulu melalui Alexis pada menit ke-12 sebelum Suso menyamakan kedudukan tiga menit berselang.

Total, kiper 35 tahun tersebut sukses mementahkan empat eksekusi United meski akhirnya Milan keok 8-9. Bahkan, Reina sempat bertindak sebagai eksekutor dan tendangannya berhasil membobol gawang Joel Pereira.

''Bisa dibilang saya beruntung masih bisa bermain untuk tim hebat seperti Milan (di usia yang sudah tidak muda, Red). Saya ingin mencatatkan 150 penampilan dengan jersey ini,'' ucap Reina yang didatangkan dari Napoli dengan status free transfer itu seperti dilansir Football Italia. ''Memang tidak biasa seorang penjaga gawang mengambil tendangan penalti. Tetapi, saya cukup pede melakukannya,'' lanjut eks kiper Liverpool dan Bayern Muenchen itu.

Nah, performa moncer Reina pada laga yang dihelat di StubHub Center seolah sinyal ancaman bagi status Gigio sebagai kiper utama Milan musim ini. Namun, allenatore Milan Gennaro Gattuso mengatakan bahwa pengalaman Reina sangat berguna untuk kedalaman skuad dalam mengarungi musim yang panjang.

''Penampilan Gigio bagus hari ini. Kami akan menjalani banyak pertandingan dan kehadiran Reina bisa memberi imbas positif baik di dalam maupun luar lapangan,'' kata pelatih 40 tahun tersebut. (io/jpg)

Berita Sebelumnya

Sinyal Hengkang Makin Kuat
Sinyal Hengkang Makin Kuat

Berita Berikutnya

Asli Prancis Tetap Laris
Asli Prancis Tetap Laris

Berita Sejenis

Misi Bendung Mimpi 72 Tahun

Misi Bendung Mimpi 72 Tahun

Bukan Atletico Madrid apalagi Real Madrid yang menjadi rival Barcelona di La Liga musim ini. Melainkan Sevilla.


Vinicius (Sementara) Bukan Solusi

Vinicius (Sementara) Bukan Solusi

Dibeli seharga EUR 45 juta tidak lantas membuat Vinicius Jr langsung menjadi andalan sejak jornada pertama.


Rotasi Bukan Lagi Solusi

Rotasi Bukan Lagi Solusi

Julen Lopetegui harus belajar lebih jeli dalam melakukan rotasi. Sebab, Sevilla bukanlah tim yang layak untuk dijadikan bahan eksperimen.


La Pulga Terlalu Istimewa

La Pulga Terlalu Istimewa

Joaquin Sanchez bukan satu-satunya yang layak dapat sebutan tua-tua keladi.


Pengin Jadi Presiden Klub

Pengin Jadi Presiden Klub

Spanyol bukan tempat yang asing bagi Ronaldo. Di sana, dia pernah sukses dengan dua klub raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid.


Applaus untuk Reina, Boo untuk Pipita

Applaus untuk Reina, Boo untuk Pipita

Duo mantan datang kembali ke San Paolo, Naples, Minggu dinihari kemarin WIB (26/8). Pepe Reina dan Gonzalo Higuain datang sebagai lawan.


Nomor 7 untuk Coutinho, bukan Malcom

Nomor 7 untuk Coutinho, bukan Malcom

Ternyata, nomor 7 Barcelona bukan milik Malcom seperti kabar yang santer beredar.


Juara Grup, Timnas U-16 Langsung Pantau Calon Lawan

Juara Grup, Timnas U-16 Langsung Pantau Calon Lawan

Janji timnas U-16 untuk tetap rakus di laga pemungkas grup A bukan isapan jempol belaka.


Argentina Bukan Favorit Lagi

Argentina Bukan Favorit Lagi

Babak 16 besar Piala Dunia akan bergulir mulai besok (30/6) di Kazan Arena.


Pulang atau Kalahkan Nigeria

Pulang atau Kalahkan Nigeria

Argentina dalam krisis. Bukan hanya krisis konfidensi setelah gagal meraup angka penuh dari dua Matchday pertama Grup D Piala Dunia 2018.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!